Sejak dilaporkan hanyut dan hilang di Sungai Belumai di Dusun 6, Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang pada Jumat (28/4) lalu, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Rescuer Basarnas Medan, BPBD Deli Serdang, TNI/Polri, PMI, Potensi SAR RBBS, Damkar Deli Serdang, Relawan PKS dan warga sekitar terus melakukan upaya pencarian korban.
Setelah tujuh hari lamanya melakukan pencarian orang hanyut dan hilang dengan menyisir Sungai Belumai di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, belum juga membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan Jumat (4/11) akhirnya menghentikan pencarian.
Selama tujuh hari ini mereka terus berupaya semaksimal mungkin dalam pencarian korban. Pencarian menggunakan Perahu LCR milik Basarnas Medan dan Perahu Rafting BPBD Deli Serdang terus dilakukan mulai hari pertama disekitar lokasi hingga hari ketujuh ke arah muara sungai menuju laut.
Selain melakukan penyisiran menggunakan perahu LCR dan Rafting, Tim SAR Gabungan juga melakukan pencarian dilokasi-lokasi yang dicurigai seperti tumpukan sampah, akar2 pepohonan ditepi sungai dan Pohon tumbang yang berada di bantaran sungai, namun hingga hari ketujuh pencarian korban tak kunjung ditemukan.
Kepala Basarnas Medan, Budiono, S.E., M.M. melalui Komandan Regu Tengku Rahmat Syahputra mengatakan pencarian dihentikan.
“Hingga sore hari, setelah melakukan pencarian, tim SAR Gabungan bersama keluarga korban melakukan evaluasi dan disepakati bahwa Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup, namun bilamana dikemudian hari ada tanda-tanda korban ditemukan dan butuh bantuan Basarnas untuk mengevakuasi, maka kami dari Basarnas akan datang kembali,” pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, Jumat (28/10)
seorang remaja pria dikabarkan hanyut terseret arus sungai Belumai, tepat nya di Sungai Belumai Dusun 6 Desa Buntu Bedimbar Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang.
Kejadian bermula pada Jumat Sore, sekitar pukul 17.00 WIB, korban an. Muhammad Fahri Saragih (13) warga Gg. Suber Lorong Kodam Dusun 4 Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang bersama teman-teman nya mandi-mandi di Sungai tersebut.
Namun naas diduga korban belum terlalu mahir berenang, korban tiba-tiba hanyut terseret arus sungai yang pada saat kejadian kondisi arus sungai cukup deras sehingga menyebabkan korban cepat hilang terbawa arus sungai. Sontak kejadian tersebut langsung dilaporkan teman-teman korban ke warga sekitar kemudian diteruskan ke Kantor Basarnas Medan. (***)
