Warga memadati area sekitar gudang toko Mega Perabot di Jalan Sutomo, Komplek Siantar Bisnis Center (SBC) Jalan Sutomo, Pematang Siantar, Sumatera Utara pada Minggu (15/1) malam sekitar pukul 20.30 WIB.
Kebakaran tersebut menghanguskan sejumlah barang yang tersimpan di dalam gudang tersebut, Tak banyak barang yang dapat diselamatkan oleh pemilik dan pekerjanya.
Informasi dipereoleh di lokasi kecadian, api tetiba terlihat dan asap mengepul dari bangunan gudang tersebut. Gedung berlantai tiga itu selama ini diketahui merupakan gudang penyimpanan berebagai perabotan, mulai dari tempat tidur hingga perabotan berbahan plastik. Pada siang hari di sana juga biasanya ada aktivitas merakit perabotan.
Dalam waktu singkat, api yang melahap lanat satu menyebar ke lantai dua dan tiga. Upaya pemadaman kian sulit karena material yang ada di dalam guudang begitu mudah terbakar. Sementara akses ke lantai dua dan tiga hanya bisa dimasuki dari lantai satu.
Sejumlah mobil unit pemadam kebakaran dari Pemko Pematang Siantar dan STTC dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan kobaran api. Joshua Sihaloho, Kabid Kebakaran dan penyelamatan Damkar kota Pematangsiantar menyebutkan, petugas kesulitan dalam memadamkan api, karena material di sumber api sangat mudah terbakar.
“Lima unit Damkar milik Pemko Pematangsiantar, dibantu dua unit milik PT STTC dan satu Unit Damkar milik Pemkab Simalungun berjibaku memadamkan api selama lebih dari empat jam lamanya”, sebut Joshua.
Sejumlah petugas kepolisian dan aparat pemko terlihat mengamankan lokasi dari warga yang memadati area sekitar gudang perabot itu. Di lokasi kejadian, pemilik toko bersama sejumlah warga dan anggotanya berupaya menyelamatkan barang dari gudang dan memindahkannya ke bangunan mereka yang membelakangi gudang itu.
“Setiap hari anggota ada kerja di dalam, tapi jam enam sore sudah keluar dan pulang. Aku gak tau bang kenapa bisa gudangku terbakar, aku juga dikabari tadi sama tetangga dan tiba-tiba api sudah besar di dalam gedung”, sebut Hanna.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
