Kegiatan buka puasa bersama yang dipimpin Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak mendapat apresiasi mendalam dari dua tokoh agama, Ustadz Dr. Amhar Nasution dan Ustadz Zulfikar Hajar. Keduanya menilai rangkaian kegiatan Ramadan yang digelar Polrestabes Medan sebagai bentuk kehadiran polisi yang humanis, religius, dan berpihak pada masyarakat.
Polrestabes Medan membagikan 1.999 paket takjil serta memberikan santunan kepada 99 anak yatim, jumlah yang dipilih untuk melambangkan 99 Asmaul Husna. Kegiatan juga diisi tausiyah, doa, dan silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat.Senin (09/03/2026).
Ucapan Ustadz Dr. Amhar Nasution
Ustadz Dr. Amhar Nasution memberikan pujian dan apresiasi kuat terhadap kegiatan Ramadan ini. Ia menilai penyelenggaraan acara menunjukkan kesungguhan kepolisian dalam menghadirkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini bukan sekadar berbuka bersama. Ini adalah bagian dari syiar yang sangat penting di bulan Ramadan. Memberi makan orang yang berpuasa adalah amalan mulia, amalan yang pahalanya terus mengalir meskipun kita sendiri tidak menyadarinya. Ketika Polrestabes Medan mengajak masyarakat menikmati hidangan buka puasa, itu berarti mereka ikut membuka pintu pahala bagi semua pihak yang terlibat.”
Ia juga menjelaskan lebih lanjut tentang makna 99 anak yatim sebagai pesan spiritual yang mendalam.
“Angka 99 itu bukan sembarangan. Itu adalah Asmaul Husna, nama-nama Allah yang indah dan mulia. Ketika santunan diberikan kepada 99 anak yatim, maka kegiatan itu tidak hanya menjadi sedekah, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua bahwa segala kebaikan harus diikat dengan tauhid. Kegiatan sosial yang diisi dengan nilai Asmaul Husna akan menjadi lebih kuat, lebih bermakna, dan insya Allah lebih berkah.”
Ia menambahkan bahwa kepemimpinan Kapolrestabes Medan telah menggambarkan semangat parhobas—pelayan masyarakat.
“Saya melihat bagaimana kepolisian hadir sebagai parhobas, pelayan masyarakat. Mereka bekerja dengan hati, penuh empati, tetapi tetap kokoh dalam menjaga keamanan. Ini teladan yang baik. Kepemimpinan seperti inilah yang kita butuhkan di tengah masyarakat yang beragam.”
Ucapan Ustadz Zulfikar Hajar
Ustadz Zulfikar Hajar juga memberikan apresiasi luas, terutama pada konsistensi Polrestabes Medan dalam memperhatikan kebutuhan masyarakat.
“Apa yang dilakukan Bapak-Bapak di Polrestabes Medan benar-benar luar biasa. Mereka tidak hanya menyantuni anak yatim, tetapi juga peduli kepada masyarakat luas. Pembagian takjil dalam jumlah besar adalah bentuk perhatian yang nyata, bentuk kasih sayang, dan bentuk ketulusan yang sangat kita butuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.”
Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut membawa manfaat sosial dan keagamaan sekaligus.
“Ketika polisi turun langsung, bertemu masyarakat, berbagi makanan, dan menyapa warga, itu bukan sekadar seremonial. Itu membangun hubungan hati ke hati. Dan hubungan seperti inilah yang akan membuat masyarakat merasa aman, dihargai, dan dekat dengan penegak hukum.”
Ia juga menekankan pentingnya kedekatan polisi dengan masyarakat sebagai modal keamanan wilayah.
“Masyarakat adalah kekuatan utama. Ketika polisi mendekatkan diri, masyarakat akan dengan sendirinya menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan. Mereka akan ikut membantu, ikut menjaga kampungnya, lingkungannya. Itu terjadi karena ada rasa percaya.”
Terakhir, ia memberikan apresiasi khusus kepada Kapolrestabes Medan.
“Saya melihat sendiri bagaimana Kapolrestabes Medan mencintai ulama. Beliau sering ke pesantren, sering bertemu kami, membangun silaturahmi. Itu bukan hal kecil. Itu menunjukkan kerendahan hati dan niat baik. Semoga apa yang beliau lakukan menjadi doa bagi beliau dan keluarga. Dan saya yakin, tidak lama lagi beliau akan naik bintang.”
Apresiasi luas dari dua tokoh agama ini menunjukkan bahwa kegiatan Ramadan Polrestabes Medan memiliki dampak positif yang besar—bukan hanya dari sisi sosial, tetapi juga spiritual. Kehadiran kepolisian dirasakan bukan sekadar sebagai penegak hukum, tetapi sebagai pelayan masyarakat yang membawa nilai parhobas dan semangat kebersamaan.

