Respons cepat kembali ditunjukkan jajaran Polsek Siantar Martoba dalam menangani musibah bencana alam. Sesaat setelah menerima laporan warga, personel piket bersama Perwira Pengawas (Pawas) langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban serta membantu penanganan pascabencana di Jalan Suka Damai, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, Kamis (30/7/2026) malam.
Kapolsek Siantar Martoba AKP Martua Manik, S.H., M.H. menjelaskan, musibah bermula sekitar pukul 19.30 WIB ketika hujan deras disertai angin kencang mengguyur Kota Pematangsiantar. Sekitar pukul 20.30 WIB, tembok pembatas sebuah pesantren tiba-tiba roboh dan menimpa rumah warga yang berada tepat di sampingnya.
Saat kejadian, pemilik rumah beserta anggota keluarganya berada di dalam rumah sehingga beberapa orang mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan dan benda-benda di dalam rumah.
Menerima laporan masyarakat, personel Polsek Siantar Martoba segera mendatangi lokasi sembari berkoordinasi dengan BPBD Kota Pematangsiantar dan memanggil mobil ambulans untuk mempercepat proses evakuasi korban.
Bersama Camat Siantar Martoba, petugas kemudian membantu mengevakuasi para korban ke RSUD dr. Djasamen Saragih menggunakan ambulans agar segera mendapatkan penanganan medis.
Selain melakukan evakuasi, personel kepolisian juga bergotong royong bersama petugas BPBD membersihkan material reruntuhan guna mengamankan lokasi dan mencegah risiko bahaya lanjutan.
Adapun warga yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut yakni Hendra Subakti Saragih (45), Sami (83) yang mengalami cedera pada kedua lutut akibat tertimpa lemari, Misda Putri Saragih (20) yang mengalami luka pada kaki karena tertusuk paku, Muhammad Arianda (11) yang mengalami cedera pada jari-jari kaki, serta Syafira Cantika (7) yang mengeluhkan nyeri pada bagian perut akibat tertimpa reruntuhan.
AKP Martua Manik menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material akibat robohnya tembok diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta.
“Respons cepat yang dilakukan personel merupakan wujud kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, khususnya saat warga menghadapi situasi darurat akibat bencana alam,” ujar AKP Martua Manik.
Kehadiran Polsek Siantar Martoba dalam proses evakuasi dan penanganan bencana mendapat apresiasi dari masyarakat. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, BPBD, dan tenaga kesehatan diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi warga yang terdampak musibah.

