Senja perlahan turun di Kabupaten Simalungun ketika Sang Merah Putih kembali diturunkan dari tiang bendera. Suasana khidmat dan penuh haru mewarnai Aubade dan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M., dipercaya menjadi Inspektur Upacara sekaligus memimpin langsung prosesi yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, mulai sekitar pukul 16.40 WIB.
Kapolres didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Simalungun Ny. Nanik M. Aritonang. Bupati Simalungun diwakili Asisten I Pemerintahan Albert Saragih. Sejumlah unsur Forkopimda, TNI-Polri, kejaksaan, serta instansi pemerintah turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba mengatakan, Aubade dan upacara penurunan bendera menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan kemerdekaan sekaligus mencerminkan sinergitas antarinstansi di Kabupaten Simalungun.
“Kapolres Simalungun bersama Forkopimda Kabupaten Simalungun melaksanakan Aubade dan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026,” ujar AKP Verry Purba, Senin malam.
Dalam upacara tersebut, Perwira Upacara dipercayakan kepada Kapolsek Dolok Batu Nanggar IPTU Ridho V. Pakpahan, S.Kom., M.H., sedangkan Komandan Upacara dijabat Kapolsek Panei Tonga AKP Daniel Jani Damanik, S.H.
Perhatian kemudian tertuju kepada barisan Paskibraka Kabupaten Simalungun Tahun 2026. Dengan langkah tegap dan penuh konsentrasi, mereka menjalankan tugas terakhir dalam rangkaian upacara kemerdekaan: menurunkan Sang Merah Putih.
Petugas pembawa baki adalah Theresia Karanita Munthe. Sementara tiga pelajar SMA Plus Efarina, yakni Maikel Doanta Sitepu, Ibra Elkana Simamora dan Jhian Mandala Wijaya, dipercaya melaksanakan tugas penurunan bendera.
Prosesi tersebut menjadi salah satu momen paling emosional. Ketika Sang Merah Putih perlahan meninggalkan tiang, rangkaian peringatan detik-detik kemerdekaan yang telah berlangsung sejak pagi secara resmi memasuki penghujung.
“Prosesi penurunan bendera menjadi momen yang penuh haru, menandai berakhirnya rangkaian panjang peringatan detik-detik kemerdekaan yang telah dilaksanakan sejak pagi hari,” ungkap AKP Verry Purba.
Upacara diawali dengan persiapan pasukan, laporan Perwira Upacara kepada Inspektur Upacara, penghormatan pasukan hingga prosesi penurunan bendera yang diiringi lagu kebangsaan.
Rangkaian kemudian ditutup dengan lagu Andhika Bhayangkari, yang menjadi simbol semangat pengabdian Polri kepada bangsa dan negara.
Pasukan upacara berasal dari berbagai unsur, di antaranya Kodim 0207/Simalungun, Brigif TP 36/HM, Yonif TP 901/SG dan Polres Simalungun. Turut bergabung pasukan dari Satpol PP, BPBD, Dishub, ASN Pemkab Simalungun, Pramuka, Purna Paskibraka serta pelajar se-Kabupaten Simalungun.
AKP Verry Purba menegaskan, soliditas dan sinergitas seluruh unsur menjadi kunci suksesnya pelaksanaan seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Simalungun.
“Sinergitas antarinstansi menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI di wilayah Kabupaten Simalungun,” pungkasnya.
Upacara berakhir sekitar pukul 18.00 WIB dalam keadaan aman dan terkendali. Dari pengibaran bendera pada pagi hari hingga penurunan saat senja, seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Simalungun berlangsung tertib, lancar dan penuh khidmat.

