Tim Penggerak (TP) PKK Kota Pematangsiantar terus memperkuat upaya perlindungan generasi muda dari bahaya narkoba. Salah satunya melalui kegiatan Pembinaan dan Pencegahan Narkoba bagi Anak Remaja yang digelar di Ruang Serbaguna Balai Kota Pematangsiantar, Jalan Merdeka, Kamis (20/08/2026) siang.
Kegiatan tersebut dibuka Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Ny Liswati Wesly Silalahi dan merupakan bagian dari program kerja Pokja I TP PKK Kota Pematangsiantar yang diketuai Ny Reni Kastaria Johannes Sihombing.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi rangkaian Lomba Pola Asuh Anak Remaja (PAAR) TP PKK Kota Pematangsiantar. Dalam kegiatan itu, Ny Reni juga tampil sebagai narasumber yang memberikan edukasi mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba kepada para remaja.
Dalam sambutannya, Ny Liswati menegaskan bahwa masa remaja merupakan fase penting yang harus dijaga dari berbagai pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba.“Anak-anakku yang saya cintai, masa remaja adalah yang paling berharga. Namun, di usia muda ini, kalian anak-anakku bisa menjadi sasaran utama peredaran gelap narkoba. Jadi melalui kegiatan hari ini, mari kita kuatkan tekad untuk berkata ‘Tidak pada Narkoba’!” ajaknya.
Ny Liswati berharap para remaja di Kota Pematangsiantar dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, sehat, dan berprestasi tanpa menyentuh narkoba.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam mempersiapkan kegiatan tersebut.
Sekitar 70 Remaja Ikuti Pembinaan
Sekretaris TP PKK Kota Pematangsiantar Rasta Eliya Ginting dalam laporannya menjelaskan, kegiatan tersebut digelar untuk mendukung program kerja Pokja I, khususnya Lomba PAAR Tingkat Kota Pematangsiantar.
Lomba tersebut diikuti Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur, dan Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba.
“Tujuan dari kegiatan hari ini adalah untuk mencegah anak dan remaja dari narkoba, dan melindungi generasi muda dari bahaya kerusakan fisik, mental, dan sosial melalui peningkatan pemahaman, penguatan mental, serta penciptaan lingkungan pergaulan yang sehat dan positif,” terang Rasta.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 remaja yang merupakan kader dari setiap kelurahan se-Kota Pematangsiantar.
Narkoba Disebut sebagai “Jendela” Menuju Kerusakan
Dalam pemaparannya, Ny Reni Johannes Sihombing mengingatkan para remaja agar tidak pernah mencoba membuka peluang untuk mengenal dan menggunakan narkoba.
Ia mengibaratkan narkoba sebagai sebuah “jendela” yang dapat menjadi pintu masuk menuju kerusakan masa depan generasi muda.
“Walaupun itu jendela, tidak usah kalian masuk ke jendela tersebut, tidak usah pandang-pandang dari jendela itu,” pesannya.
Menurut Ny Reni, efek narkoba hanya memberikan kenikmatan sesaat, tetapi dapat membawa dampak panjang terhadap kehidupan seseorang.
“Tidak selamanya, sebentar enak, setelah itu kembali ke realita kehidupan. Pusing lagi cari lagi narkoba, sampai habis uangnya, sampai habis semua terjual. Akhirnya apa, sakit-sakitan,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk menjauhi narkoba dan mengisi masa muda dengan kegiatan yang positif.
“Jauhilah narkoba. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa akan mempermudah setiap langkah anak-anak kami sekalian untuk mencapai cita-citanya. Kelak menjadi orang yang membanggakan keluarga serta membanggakan nusa dan bangsa,” pungkasnya.
Melalui pembinaan tersebut, TP PKK Kota Pematangsiantar berharap edukasi tentang bahaya narkoba dapat semakin luas, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pergaulan yang sehat bagi anak dan remaja di Kota Pematangsiantar. (*)

