Siantar Corner
No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Berita
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Siantar Corner
  • SMSI
  • danautoba.co.id
  • Siantar
  • Simalungun
  • Dunia
  • Bisnis
  • Future
  • Gallery
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Seremoni
Home Berita Simalungun
Tuntutan Transparansi IPAL dan Upah Lembur Buruh Memuncak, Massa AMPDT Bakar Ban di Depan Hotel Khas Parapat

Tuntutan Transparansi IPAL dan Upah Lembur Buruh Memuncak, Massa AMPDT Bakar Ban di Depan Hotel Khas Parapat

Editor: Dhev Fretes Bakkara
19 September 2026 | 19:18 WIB
in Simalungun
https://asset.barak.id/2026/09/VID-20260922-WA0009.mp4
ADVERTISEMENT

Aksi damai Aliansi Mahasiswa-Pemuda Peduli Danau Toba (AMPDT) di depan Hotel Khas Parapat, Kabupaten Simalungun, Sabtu (19/9/2026) sore, memanas. Massa membakar ban di depan pintu utama hotel sebagai bentuk kekecewaan terhadap pihak manajemen yang dinilai belum memberikan jawaban atas sejumlah tuntutan yang disampaikan.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB itu diwarnai orasi massa yang mempertanyakan transparansi pengelolaan limbah, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), dokumen lingkungan, hingga sejumlah persoalan yang menyangkut hubungan hotel dengan masyarakat dan pekerja.

Koordinator Aksi I, Darma Naibaho, menegaskan massa masih menunggu transparansi data IPAL maupun dokumen yang telah diminta kepada pihak Hotel Khas Parapat.

Karena belum mendapatkan tanggapan sesuai tuntutan yang disampaikan, suasana aksi kemudian memanas. Massa membakar ban di depan pintu utama Hotel Khas Parapat sebagai bentuk kekecewaan sekaligus penegasan bahwa tuntutan mereka belum selesai.

Darma Naibaho juga menyatakan massa kemudian menerobos masuk ke area hotel setelah pihaknya merasa tidak memperoleh kejelasan mengenai data dan dokumen IPAL yang diminta.

Sementara itu, Rafael Sinaga terlihat mengatur massa dan memantau situasi agar aksi tetap terkendali serta tidak terprovokasi.

Ketua Dewan Pembina AMPDT, Jhony Barimbing, mengecam sikap manajemen Hotel Khas Parapat yang dinilai belum memberikan dokumen transparansi terkait IPAL, fungsi serta pengelolaannya, termasuk persoalan lingkungan.

Jhony menegaskan pihaknya sudah melayangkan surat kepada jajaran terkait di tingkat pusat di Jakarta dan akan melakukan aksi di Kantor Injourney di Jakarta

“Persoalan ini bukan hanya menyangkut hotel, tetapi juga menyangkut lingkungan Danau Toba, masyarakat sekitar dan kehidupan para pekerja, jika tidak ada tanggapan dari Managemen Khas Hotel Parapat, kita akan melakukan aksi di Kantor Injourney Hospitality di Jakarta tegasnya.

Desak Transparansi hingga Audit Manajemen

Dalam pernyataan sikapnya, AMPDT menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Hotel Khas Parapat dan pihak terkait.

Massa meminta Hotel Khas Parapat transparan dalam pengelolaan limbah dan penggunaan IPAL, termasuk membuka dokumen AMDAL dan/atau UKL-UPL.

Selain itu, AMPDT meminta transparansi terkait HGU dan/atau HGB, sertifikat serta masa berlakunya.

Tuntutan lainnya menyasar persoalan CSR. Massa meminta Hotel Khas Parapat dan/atau PT Hotel Indonesia Properti (HIPRO) membuka laporan penyaluran CSR selama lima tahun terakhir kepada masyarakat, termasuk persentase penyerapan tenaga kerja lokal serta bentuk sinergi dan kemitraan dengan UMKM dan masyarakat sekitar.

AMPDT juga mendesak pembayaran upah lembur bagi karyawan maupun eks karyawan, serta meminta dilakukan evaluasi dan audit terhadap seluruh manajemen Hotel Khas Parapat.

Tak berhenti di situ, massa meminta seluruh aktivitas dan kegiatan operasional Hotel Khas Parapat dihentikan sampai tuntutan masyarakat ditindaklanjuti.

Mereka juga mendesak Kepala BP BUMN untuk mencopot GM Khas Hotel Parapat dan Direktur Utama PT Hotel Indonesia Properti.

Ultimatum Aksi Lanjutan

Menjelang malam, Koordinator Aksi I Darma Naibaho kembali menyampaikan pernyataan tegas.

Ia mengatakan, apabila dalam waktu satu minggu tidak ada tanggapan terhadap tuntutan yang disampaikan, AMPDT berencana menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.

“Kalau dalam satu minggu tidak ada tanggapan, kami akan kembali dengan massa yang lebih banyak. Aksi kedua akan digelar di depan pintu masuk utama Hotel Khas Parapat,” tegas Darma.

AMPDT menyatakan seluruh tuntutan tersebut disuarakan demi keberlangsungan ekosistem Danau Toba, kehidupan buruh serta kepentingan sosial masyarakat di sekitar Hotel Khas Parapat.

Aksi kemudian berakhir menjelang malam dengan massa membubarkan diri secara bertahap.

| BERITA TERBARU

Berita

Di Tengah Padatnya Aktivitas Pagi, Brimob Polda Sumut Kawal Kelancaran Lalu Lintas di Medan

21 September 2026 | 10:18 WIB
Siantar

Kapolres Pematangsiantar Hadiri Bakti Sosial Kesehatan HUT TNI ke-81, Perkuat Sinergitas TNI-Polri

20 September 2026 | 22:48 WIB
Siantar

Polsek Siantar Marihat Pantau SPBU hingga Malam, Stok Solar Habis dalam Perjalanan

20 September 2026 | 22:39 WIB
Siantar

Polres Pematangsiantar Laksanakan Bakti Sosial Sambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke 71  Polres Pematangsiantar

20 September 2026 | 22:29 WIB
Simalungun

Diduga Simpan Ganja 11,59 Gram, Pemuda 18 Tahun Diciduk Polsek Gunung Malela di Lapangan Bola

20 September 2026 | 21:28 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2017-2026 Siantarcorner.com

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara fons infamis sport

No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga

© 2017-2026 Siantarcorner.com

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara fons infamis sport