Polrestabes Medan menggelar prarekonstruksi pengungkapan praktik perjudian meja ikan dan mesin jackpot di lokasi yang diduga sebagai kantor sekretariat PAC GRIB Jaya, Jalan Tapian Nauli, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Kamis (29/1/2026). Kegiatan dipimpin Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H untuk mencocokkan keterangan para tersangka dan saksi dengan temuan lapangan.
Penyidik menyiapkan 14 adegan, namun setelah pendalaman bertambah menjadi 20 adegan. Penambahan dilakukan karena ditemukan detail baru mengenai peran dua pemain dan seorang bandar atau kasir yang terlihat melakukan transaksi chip dan uang. Pendalaman juga mengungkap perekrutan bandar, kasir, dan penjaga pintu oleh FS, Ketua PAC GRIB Jaya yang berstatus DPO, termasuk arahan mengenai operasional mesin, alur uang, dan pengamanan pintu.
Polisi turut menetapkan EA, istri FS, sebagai DPO. EA diduga menerima seluruh keuntungan harian perjudian, baik melalui tunai maupun transfer. Polrestabes menilai kegiatan tersebut terstruktur dan memiliki alur pengelolaan yang jelas.
Prarekonstruksi dihadiri Kapolsek Medan Sunggal Kompol Muhammad Yunus Tarigan, Danramil 0201-06/MS Kapten Arm Yani Darma Putra, Kanit Reskrim AKP Harles Gultom, Kanit Intelkam IPTU Zulkifli Panjaitan, Kanit Samapta IPTU Ahmad Nizar Nasution, Katim Inafis Aiptu M. Topanri, Lurah Sunggal Siti Arnisah, Trantib Kecamatan Rio, serta Kepling IX Bonando Siagian.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan praktik perjudian berlangsung sekitar tiga bulan dengan omzet harian antara ratusan ribu hingga jutaan rupiah dari satu mesin aktif. Polisi masih menelusuri potensi keuntungan dari puluhan mesin lain yang sedang diperbaiki.
Sebelumnya, Polsek Medan Sunggal menggerebek dua ruko di Lingkungan IX Jalan Tapian Nauli pada Rabu (28/1/2026) dini hari. Empat tersangka berinisial MH (19), DH (29), HS (29), dan A (57) diamankan. Satu tersangka merupakan bandar atau kasir, satu penjaga pintu dengan sistem kode nama, sedangkan dua lainnya adalah pemain.
Dari lokasi diamankan satu mesin meja ikan, enam mesin dindong yang sedang diperbaiki, serta 24 mesin rusak yang diduga akan dioperasikan kembali. Polisi menegaskan terus memburu FS dan EA yang dianggap memiliki peran sentral dalam jaringan perjudian tersebut.