Pendiri Tokopedia William Tanuwijaya menjual 764,6 juta saham Seri A GoTo setelah kemitraan dengan TikTok pada pekan lalu (11/12). William menjabat komisaris GoTo Gojek Tokopedia.
TikTok sepakat untuk mengambil alih 75% atau 38.198.745 saham Tokopedia milik GoTo Gojek Tokopedia. Setelah kesepakatan ini, William menjual saham dengan harga transaksi rata-rata di Rp 91,71 per lembar. Dengan begitu, William Tanuwijaya mengantongi dana segar Rp 70,12 miliar.
Saham yang dijual setara 0,06% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Sebelum dijual, William mempunyai saham GoTo baik Seri A dan Seri B 20,64 miliar atau setara 1,72%. William Tanuwijaya lahir dari keluarga sederhana di kota Pematang Siantar, Sumatera Utara pada 18 November 1981.
Ia bersekolah di kampung halaman hingga SMA. BACA JUGA Selain William Tanuwijaya, GPF Juga Lepas Saham GOTO Tersisa 5,59% Melissa Siska Juminto Bos Baru Tokopedia Gantikan William Tanuwijaya William Tanuwijaya, Kisah Pendiri Tokopedia di Jajaran Orang Terkaya Ia kemudian ke Jakarta dengan menaiki kapal empat hari tiga malam dari Pelabuhan Belawan ke Tanjung Priok. Ini pertama kalinya William ke luar dari Sumatera Utara. William menjadi mahasiswa Teknik Informatika Universitas Bina Nusantara atau Binus Jakarta.
Pada tahun kedua kuliah, ayahnya mengalami sakit, sehingga kesulitan membiayai kuliah. William akhirnya mencari pekerjaan sampingan untuk membiayai kuliah. Ia pernah bekerja sebagai penjaga warung internet alias warnet selama jam sembilan malam hingga sembilan pagi. Selama bekerja sebagai penjaga warnet, ia semakin jatuh cinta dengan dunia teknologi informasi. Setelah lulus dari Universitas Bina Nusantara, William bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan software komputer.
Ia bekerja di empat perusahaan berbeda selama empat tahun. Kemudian ia memiliki ide untuk membuka usaha sendiri pada 2007. Ia ingin membangun e-commerce, karena mengingat pengalamannya di Pematang Siantar di mana masyarakat harus membeli barang lebih mahal daripada di Jakarta. William bertekad membangun e-commerce yang menghubungkan penjual dan pembeli dari seluruh nusantara, guna mengatasi masalah ketimpangan peluang dan kepercayaan.
Namun ia menghadapi tantangan modal dalam membangun Tokopedia. William mendatangi banyak para calon pemodal dan menceritakan ide tentang membangun e-commerce pertama di Indonesia. William akhirnya bisa membangun Tokopedia pada 2009. Pemodal pertamanya yakni perusahaan milik mantan bos PT Indonusa Dwitama.
William mengajak rekannya Leontinus Alpha Edison untuk merintis Tokopedia.com pada 6 Februari 2009 dan diluncurkan pada 17 Agustus di tahun yang sama. Tokopedia kemudian bergabung dengan Gojek pada 17 Mei 2021. Keduanya juga membentuk entitas gabungan GoTo Gojek Tokopedia.
Berdasarkan laman LinkedIn, berikut riwayat karier William: Co-founder dan Co-Chairman GoTo Group : May 2021 hingga saat ini Co-founder dan Chairman Tokopedia : Maret 2023 hingga saat ini Co-founder dan CEO Tokopedia : Agustus 2009 – Maret 2023 Young Global Leader World Economic Forum : 2016 – hingga saat ini Sementara itu, riwayat pendidikan William: Sarjana teknologi informasi di BINUS University : 1999 – 2003 Executive Education, Leadership di Harvard Kennedy School : 2017
Kisah Masa Sulit William Tanuwijaya dan Idenya dalam Memulai Bisnis Tokopedia
Dengan mengumpulkan semua pengalamannya dalam bekerja di bidang IT, William Tanuwijaya mempunyai gagasan ide untuk membangun platform digital yang dibangun dengan konsep seperti mall online pada tahun 2007. Kemudian Ia memberi nama mall online tersebut dengan nama Tokopedia.
Bukan perkara yang mudah untuk bisa dipercaya oleh orang-orang. Sebab, William merasakan hal tersebut sebelumnya yaitu dipandang sebelah mata orang sekitarnya karena menjadi seseorang yang tidak mempunya latar belakang dan pengalaman bisnis. Namun, tekad dan keinginannya yang tidak mudah menyerah bisa membuatnya selalu optimis untuk selalu berjuang dalam mewujudkan ide serta gagasan untuk membangun platform mall online.
Dalam perjalanannya untuk membangun Tokopedia sebagai salah satu ide gagasannya, William juga turut serta dengan menggandeng salah satu rekan kerjanya yang bernama Leontinus Alpha Edison. Keduanya kemudian membangun Tokopedia bersama sebagai salah satu platform penghubung antara penjual dan pembeli yang ada di Indonesia secara gratis.
Mereka berusaha untuk membangun platform Tokopedia sebaik mungkin. Salah satunya yaitu dengan cara menawarkan gagasan ide dan konsep tersebut kepada para investor dan pemodal yang berniat untuk membantu dalam mengembangkan bisnis secara nyata.
Sebelum akhirnya berhasil, mereka berdua banyak menerima penolakan dari orang-orang. Akan tetapi setelah dua tahun lamanya mereka berusaha dan bekerja keras. Pada akhirnya salah satu petinggi atau atasan yang ada di tempat kerjanya mau memberikan sejumlah modal untuk membantu membangun konsep bisnis mereka.
Adapun masa sulit seorang William Tanuwijaya adalah saat Ia mulai membangun konsep bisnis mall online. Dimana pada saat itu sang ayah mendapatkan cobaan yaitu divonis memiliki penyakit kanker. William kemudian menjadi galau dan dilema karena tidak bisa pulang dan meninggalkan proyek yang sedang Ia bangun di Jakarta.
Tapi, hal tersebut tidak bisa William lakukan, karena Ia memang satu-satunya tulang punggung keluarga yang bertugas membantu dan membiayai pengobatan ayahnya. Namun seiring berjalannya waktu, fase tersebut ternyata bisa dilalui oleh William secara perlahan.
Kesuksesan Tokopedia Sebagai Platform Belanja Online
Pada akhirnya, tanggal 6 Februari 2009, Tokopedia yang dikembangkan oleh William Tanuwijaya dan juga Leontinus Alpha Edison resmi diluncurkan. Ketika bukan pertama setelah peresmian, Tokopedia.com memperoleh keberhasilan dalam mengajak sebanyak 509 penjual dan 4.560 member yang ikut tergabung di website resminya.
Selain itu, Tokopedia pada saat itu berhasil menerima transaksi sebesar 3,3 juta rupiah. Sebagai salah satu CEO Tokopedia, William Tanuwijaya sukses membawa Tokopedia menjadi platform belanja yang semakin berkembang secara signifikan dalam waktu yang cukup singkat yaitu satu tahun.
Jumlah penjual atau pedagang yang berhasil bergabung yaitu 4.659 dan untuk jumlah member yang bergabung sejumlah 44.785. Di saat masa perkembangannya ini, Tokopedia berhasil menerima transaksi senilai 5,95 miliar rupiah.
Data hingga angka pertumbuhan Tokopedia semakin bertambah sampai pada awal tahun 2017. Perusahaan yang dirintis oleh William Tanuwijaya ini mempunyai 40 juta produk dari para penjual dan 12 juta pengguna serta omzet yang bisa menyentuh angka yang fantastis yaitu sekitar 1 triliun rupiah.
Ketika momen Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yaitu tanggal 17 Agustus 2017, sosok William Tanuwijaya mulai dikenal dan populer di kalangan masyarakat. Pada saat itu, William menjadi pembicaraan hangat di kalangan pebisnis Indonesia.
Hal tersebut terjadi karena Tokopedia telah sukses mendapatkan kucuran dana investasi dengan jumlah yang cukup fantastis yaitu senilai 1,1 miliar dollar atau senilai 14 triliun rupiah. Adapun beberapa perusahaan yang menjadi investor ke perusahaan Tokopedia diantaranya, East Venture, Softbank, dan Cyberagent Venture.
Dengan kucuran dana yang sangat besar itu, William Tanuwijaya selaku CEO Tokopedia sekalin gencar untuk melakukan perkembangan di dalam perusahaannya itu dengan cara diskon produk, strategi marketing, cashback, dan gratis ongkir.