Connect with us

Berita

Katanya, “bila gigi atas di cabut akan berakibat mata jadi rabun”. Apakah benar?

Published

on

drg Maruli Juara Aritonang

Oleh drg Maruli Juara Aritonang – Sebut saja namanya, si ipon ( nama samaran saja) datang ke salah satu Praktek Dokter Gigi karena sejak kemarin giginya sakit dan tak tertahankan lagi. Setelah mendata personal pasien  maka dokter gigi tersebut mulai melakukan anamnese, pemeriksaan awal melalui tanya jawab dengan pasien, untuk mengetahui riwayat penyakit dan kondisi umum pasien.

” Dok…katanya…kalo gigi sedang sakit bila dicabut nanti mata saya jadi buta YAaaaa..?”

” Dok… katanya…kalo gigi yang di rahang atas di cabut nanti urat matanya ikut ketarik dan mata saya jadi kabur…?” terus…

” Dok… ada tetangga jadi lumpuh saya setelah cabut gigi!…menurut pihak keluarga katanya urat otaknya ikut tercabut…?”

dari mana informasi seperti itu, Pak Ipon dapat? sambung dokter gigi yang memeriksa.

Katanya sih dok!!! saya dengar-dengar dari orang-orang… jawab Pak Ipon

(Atas) Gigi berlubang yang hanya diterapi secara swadaya dengan menghandalkan obat analgesic, penahan sakit saja. Mengakibatkan infeksi menyebar ke jaringan wajah (Bawah). Foto: Maruli Juara,drg

Mendengar pendapat dari orang-orang tentu tidak salah, namun juga tak sepenuhnya setiap pendapat yang dilontarkan dari orang-orang benar adanya. Lain halnya, bila pendapat yang dikemukakan itu berasal dari nara sumber yang berkompetensi.

Pendapat-pendapat yang dilontarkan pasien di atas sering sekali diterima oleh para dokter gigi, kala berhadapan dengan pasien yang membutuhkan terapi gigi dan mulut. Selain itu fenomena di atas sudah cukup membuat sebagian besar masyarakat jadi terperangkap dalam ketakutan untuk mendapatkan terapi gigi dan mulut yang layak dan benar.

Entah bagaimana dulu awalnya!! dan siapa pihak yang menyebarkan informasi kabur itu, ” kalo cabut gigi bisa membuat mata buta” sampai bisa beredar di masyarakat, dan akibatnya menciptakan kondisi ketakutan di masyarakat. Sehingga mereka  yang tidak mendapatkan edukasi dari tenaga yang berkompetensi akan terus terperangkap dalam ketakutan dan memilih untuk membiarkan giginya yang telah berlobang jadi semakin parah, dan meningkatkan resiko penyebaran penyakit ke tulang rahang dan organ tubuh lainnya.

Istilah “urat mata” yang sering dilontarkan pasien mengacu pada saraf, karena tugas saraf lah yang mengantarkan informasi pengelihatan ke otak, sedangkan “urat” merupakanorgan otot yang bertugas sebagai motorik.

Secara garis besar, tubuh manusia terdiri atas susunan saraf pusat dan susunan saraf tepi, dalam susunan saraf tepi terbagi lagi menjadi 2 garis besar yaitu susunan saraf sadar dan tak sadar, yang akan kita kupas untuk menjernihkan fenomena di atas  adalah pada susunan saraf sadar terutama pada bagian 12 pasang saraf tepi kranial.

Dari duabelas susunan saraf tepi kranial akan dibatasi kupasannya hanya pada CN I sampai CN V, dimana CN VI sampai CN XII ada pihak yang lebih berkompeten untuk mengupas lebih detail. Bila dijabarkan fungsi dari CN I sampai CN V adalah sebagai berikut;  CN I Olfaktorius, saraf ini penting untuk penciuman. CN II Opticus, saraf yang penting untuk mengirimkan informasi pengelihatan dari retina ke otak.

Letak setiap Saraf Tepi Kranial CN I sampai CN XII pada Otak Manusia. sumber, http://id.m.wikipedia.org/wiki/Saraf_trigeminus

Bagian inilah yang berperan penting dalam sensor pengelihatan. CN III Okulomotor, yang penting untuk mengendalikan sebagian besar gerakan bola mata, pupil dan kelopak mata. CN IV Troklearis, untuk mensarafi otot obliks superior dan menghasilkan gerakan mata depresi, rotasi internal, dan  CN V Trigeminus,  bagian saraf yang berperan dalam mengirimkan sensasi dari kulit bagian anterior kepala, rongga mulut dan hidung, gigi dan meninges(Lapisan otak).Saraf Trigeminus merupakan saraf campuran dimana sebagian besar merupakan serat saraf sensoris wajah, dan sebagian yang lain merupakan serat saraf motoris dari otot mastikasi. (sumber, http://id.m.wikipedia.org/wiki/Saraf_trigeminus)

 

Untuk tata letak saraf CN I sampai CN V akan lebih mudah difahami melalui ilustrasi dibawah inisambil melihat dan membuktikan…”Apakah memang betul bahwa saraf tepi kranial CN II saraf untuk mata dengan  CN V saraf untuk gigi dan mulut bersatu atau lengket???. Sehingga fenomena yang katanya, “Urat Mata” akan turut tercabut, bila gigi yang terletak di rahang atas  dicabut!”.

Nah!! bila katanya ada hubungan antar saraf untuk mata dengan saraf gigi dan mulut, hingga dalam pencabutan gigi akan mengakibatkan kebutaan, berarti pasien yang membutuhkan terapi gigi dan mulut dapat mengunjungi dokter spesialis mata??? untuk mendapatkan pemeriksaan serta tindakan gigi dan mulut atau sebaliknya para pasien yang membutuhkan terapi mata dapat mengunjungi dokter gigi…karena kan, katanya berhubungan…pernah kah anda mencobanya?.

 

Ilustrasi akan tata letak CN II saraf untuk mata dan CN V saraf untuk gigi dan mulut di kepala. Jelas terlihat bahwa tidak ada hubungan langsung antara saraf untuk mata dengan saraf untuk gigi dan mulut. Sumber, http://id.m.wikipedia.org/wiki/Saraf_trigeminus

Sekarang kita lihat pada organ Telinga, Hidung dan Tenggorokan dimana letak posisi tiap organ tersebut berbeda, tetapi bila pasien mengalami gangguan pada salah satu organ tersebut akan segera mengunjugi dokter spesialis THT, karena memang sudah terbukti secara evidence base medicine bahwa organ Telinga, Hidung dan Tenggorokan memang memliki keterkaitan antara ketiganya, sehingga dalam dunia kedokteran dimasukan kedalam satu ke-ahlian yaitu Spesialis THT.

Nah! bila katanya antara organ mata dan gigi serta mulut adanya saling keterkaitan bukankah seharusnya juga masuk kedalam satu ke-ahlian seperti Dokter Spesialis Mata, Gigi dan Mulut  mungkin dapat disingkat dengan Sp. MGM selayaknya dokter spesialis THT. pernah kah anda melihat tenaga dokter dengan spesialisasi seperti itu….? Saya nyakin tidak. Baik dibelahan negara mana pun, karena memang tidak ada hubungannya antara organ mata dengan gigi- mulut hingga memang harus dipisah ke-ahliannya. Namun, bila orang-orang bilang, ” kalo gigi ada hubungannya dengan mata pencaharian”, maka hal itu benar ada benarnya. Karena gigi dan mulut selain sebagai bidang pelayanan dokter gigi, juga sebagai mata pencaharian para dokter gigi.

 

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa tindakan pencabutan gigi baik gigi yang terletak di rahang atas atau atau pun rahang bawah adalah aman untuk dilakukan terhadap pasien, selama tenaga dokter gigi melakukan pemeriksaan dengan teliti akan kondisi gigi dan umum pasien,  dan tindakan pencabutan gigi dilakukan oleh tenaga yang berkompetensi dengan standart peralatan yang sesuai dan tingkat sterilisasi yang maksimal.

(Atas).  Sisa akar-akar gigi yang tidak mendapatkan  perawatan, tapi dibiarkan oleh pasien selama beberapa tahun karena takut mendapatkan perawatan gigi dan mulut. Sampai akhirnya pasien berobat karena benjolan dirahang kian membesar. Berdasarkan hasil Rontgen (Baca: ronsen) ditemukan  infeksi telah menjalar ke Tulang rahang dan mengakibatkan Kista Radikular (Bawah). Foto: Maruli Juara,drg

Mungkin tidak saja pada rana kesehatan gigi dan mulut yang sering dirancukan, dan beredar ditengah masyarakat, tapi masih banyak juga bidang-bidang kesehatan lainnya yang mengalami kondisi ini.

Untuk itu, menggalakan budaya edukasidalam tiap pelayanan kesehatan dimasyarakat adalah salah satu kunci keberhasilan terapi. Selain menjadi tugas para tenaga medis untuk meluruskan setiap informasi miring seputar kesehatan. Juga sangat disarankan supaya masyarakat untuk menguji atau jejak pendapat akan setiap informasi kesehatan yang miring dan beredar kepada tenaga medis yang berkompetensi. Penulis – Maruli Juara, drg

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disarankan

KESEHATAN3 bulan ago

Mengukir Prestasi dan Gapai Cita-cita Bersama Pride Education Centre Pematangsiantar

Memasuki pertengahan tahun, menjadi hari dan masa yang sibuk bagi sejumlah orangtua. Pertengahan tahun di Indonesia menjadi awal Tahun Pelajaran...

Berita4 bulan ago

Edy Rahmayadi Harapkan Eramas Menang di Siantar

Calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menghadiri Pelantikan Pengurus DPC, PAC dan Ranting Partai GERINDRA Kota Pematang Siantar Di Balai Rahmat...

Berita4 bulan ago

JR-Ance Tidak akan Kasasi Putusan PT TUN, Relawan Diminta Legowo

Menanggapi  putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) yang menyatakan gugatan JR-Ance prematur. Bakal calon Gubernur Sumatera Utara...

Berita4 bulan ago

Hari ini Budi Utari Siregar Sah Jadi Sekda Kota Pematangsiantar

Setelah sekian lama Kota Pematangsiantar tidak memiliki Sekda, akhirnya Kamis (29/3) sekitar pukul 15.00 WIB kota ini memiliki sekda definitif....

Berita4 bulan ago

Sumut Harus Gerak Cepat Dalam Pembangunan dan Pembenahan

Konsep Gerak Cepat yang digagas pasangan Calon Gubernur (cagub) dan Wakil Gubernur (cawagub) Sumatera Utara (Sumut) Djarot Saiful Hidayat –...

Berita4 bulan ago

Pesona Keindahan Danau Toba Mengundang Kekaguman Istri Kapolri

Pesona keindahan alam Danau Toba di Sumatera Utara memang tak lagi diragukan.  Hal tersebut pula lah yang membuat nama Danau...

PILGUBSU4 bulan ago

Demokrat Siapkan Gugatan Praperadilan Pasca Penetapan JR Saragih Tersangka

Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyatakan, partainya menyiapkan langkah praperadilan seiring ditetapkannya JR Saragih, calon gubernur Sumatera Utara yang mereka...

SEREMONI4 bulan ago

Meningkatkan Pelayanan, Limabelas Kendaraan Roda Dua Untuk Bhabinkamtibmas Polres Simalungun

Dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan, S.IK, MH menyerahkan kendaraan dinas roda dua ke...


Segera hadir:

Trending