Warga komplek Siantar Bisnis Center (SBC) Kota Pematangsiantar kembali menolak keberadaan bus Paradep yang menaikkan dan menurunkan penumpang di komplek SBS Kelurahan Pahlawan Kecamatan Siantar Timur Kota Pematangsiantar, karena sudah menggangu aktivitas warga sekitar. Dan menyarankan agar memanfaatkan fasilitas yang sudah dibangun oleh pemerintah.
“Kalau bisa, mobil besar jangan masuk lagi lah ke komplek (SBC), kan di situ ada juga sekolah, bahaya sekali nanti, kalau ketabrak anak anak gimana,” kata Mey warga komplek SBC saat ditemui di bengkel Zul Jalan Medan Kota Pematangsiantar pasca insiden bus Paradep bersenggolan dengan mobil miliknya di gerbang komplek SBC, Senin (19/2).

“Dia menyalahkan saya. Soalnya kan, terus terang ya, dia kan mobil besar, harusnya kan gak bisa masuk komplek,” kata Mey dengan nada kesal.
Sebelumnya, puluhan warga komplek SBC juga merasa terganggu akibat sebagian komplek SBC dijadikan seperti terminal bus. Padahal, kawasan tersebut seyogianya diperuntukkan untuk rumah toko (Ruko) dan perumahan warga.
“Masyarakat SBC telah berulangkali mengingatkan dan memperingatkan untuk menghentikan aktivitas terminal bus itu. Nah, akhirnya terjadi juga penyerempetan mobil warga oleh bus Paradep di dalam komplek SBC. Jauh jauh hari, hal seperti ini sudah kita wanti wanti. Kita ingatkan juga di komplek SBC juga banyak anak anak sekolah,” kata Joni Monang warga lainnnya.
Meskipun sudah diingatkan, Joni mengatakan, yang bersangkutan tidak menghiraukannya, malah memperbesar volume dan aktivitas di lokasi komplek SBC. Dan terkesan, keberadaan SBC telah beralih fungsi menjadi terminal.(Ridho)

