Duka menyelimuti sebuah keluarga di Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, setelah sambaran petir merenggut nyawa seorang ibu muda dan menyebabkan suaminya kritis hingga harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU. Di tengah tragedi yang memilukan itu, respons cepat personel Polsek Bandar Huluan menjadi bukti hadirnya Polri di tengah masyarakat saat musibah terjadi.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa malam (16/6/2026) di Latek 32, Afdeling II, Nagori Bandar Betsy I. Korban meninggal dunia diketahui bernama Lirahayu Siregar (30), sementara suaminya, Suratman Damanik (49), masih menjalani perawatan intensif di RS Laras. Tiga anak mereka, Nyumanda Fahri Damanik (11), Geisan Damanik (6), dan Dafri Suhada Damanik (3), berhasil selamat tanpa mengalami luka.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menjelaskan, peristiwa tragis itu bermula ketika keluarga tersebut sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah mereka di Huta II, Nagori Tanjung Hataran. Hujan deras yang turun secara tiba-tiba memaksa mereka berhenti dan berteduh di lokasi kejadian.
Dalam kondisi gelap, Lirahayu menyalakan senter dari telepon genggamnya. Namun beberapa saat kemudian, petir menyambar dengan kekuatan besar dan mengenai pasangan suami istri tersebut hingga keduanya terkapar.
Di tengah kepanikan, keberanian luar biasa ditunjukkan Nyumanda Fahri Damanik. Bocah berusia 11 tahun itu berlari sekitar 500 meter menuju Pondok Afdeling II untuk meminta pertolongan warga. Aksi cepatnya membuat warga segera datang ke lokasi dan membantu mengevakuasi kedua orang tuanya.
Mendapat laporan sekitar pukul 20.30 WIB, Kapolsek Bandar Huluan IPTU Patar Banjarnahor, SH, MH langsung menginstruksikan personel piket untuk bergerak menuju tempat kejadian perkara. Dipimpin IPDA Hendrawan Sembiring, S.Sos., bersama Aipda Sukisno dan Bripka Sulistiono, petugas segera melakukan pengecekan lokasi, mengumpulkan keterangan saksi, berkoordinasi dengan pemerintah nagori, serta memastikan penanganan korban berjalan cepat.
“Begitu informasi diterima, personel langsung turun ke lapangan untuk membantu proses penanganan dan memastikan seluruh langkah yang diperlukan dilakukan secara cepat dan profesional,” ujar AKP Verry Purba.
Kedua korban kemudian dibawa ke RS Laras. Namun setelah mendapat penanganan medis, Lirahayu Siregar dinyatakan meninggal dunia. Jenazah almarhumah selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Sementara sang suami masih menjalani perawatan intensif dan terus mendapatkan penanganan medis.
AKP Verry Purba menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah tersebut dan berharap Suratman segera pulih.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya Ibu Lirahayu Siregar. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Kami juga berharap Bapak Suratman segera diberikan kesembuhan,” ungkapnya.
Tragedi ini menjadi pengingat akan bahaya cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Di sisi lain, kejadian tersebut juga memperlihatkan pentingnya kepedulian masyarakat dan kecepatan respons aparat dalam membantu warga yang tertimpa musibah. Di tengah duka yang mendalam, keberanian seorang anak dan gerak cepat Polsek Bandar Huluan menjadi secercah harapan bagi keluarga yang sedang menghadapi cobaan berat.

