Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi SH MKn, menegaskan komitmennya dalam membangun Kota Pematangsiantar yang lebih maju dan sejahtera melalui enam misi strategis. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Pematangsiantar Tahun 2025–2029 di Ruang Serbaguna Pemko Pematangsiantar, Selasa siang (22/4/2025).
Dalam paparannya, Wali Kota Wesly menyebutkan bahwa RPJMD adalah dokumen penting sebagai pedoman pembangunan lima tahunan daerah. Rencana ini disusun berdasarkan visi besar Pematangsiantar Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.
Enam Misi Strategis Pematangsiantar 2025–2029:
-
Menjadikan Pematangsiantar sebagai kota pendidikan unggul dengan infrastruktur yang memadai.
-
Meningkatkan layanan kesehatan berkualitas serta menciptakan lingkungan kota yang bersih dan nyaman.
-
Mendorong kreativitas masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan daya saing daerah.
-
Mengembangkan tata ruang dan infrastruktur secara terintegrasi dan merata.
-
Mewujudkan sistem pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang berintegritas.
-
Meneguhkan semangat toleransi dalam keberagaman etnis dan agama di Pematangsiantar.
“Dengan visi dan misi ini, kita semua memiliki tanggung jawab besar. Mari kita bersinergi membangun kota yang kita cintai ini,” seru Wesly dalam sambutannya.
Wesly juga menekankan pentingnya optimalisasi fiskal, pemanfaatan sumber pembiayaan non-APBD, serta penyusunan program yang konkret dan berdampak nyata dalam mendukung capaian pembangunan daerah.
Kepala Bappeda Pematangsiantar, Dedi Idris Harahap STP MSi, menjelaskan bahwa forum ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat, memastikan keselarasan antara RPJMD dan visi kepala daerah, serta memperkuat akuntabilitas pemerintah.
Forum ini turut menghadirkan para narasumber dari berbagai institusi, di antaranya Warsino MM MKom (Universitas Indonesia), Dr Ade Kurnia Harahap ST MT (Universitas Simalungun), dan Tapi Sari Rumonda Bulan Siregar SS SE Ak MSi (Bappelitbang Provinsi Sumut).
Sebagai wujud partisipasi aktif, Berita Acara Forum ditandatangani oleh berbagai perwakilan pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, akademisi, sektor kesehatan, pendidikan, serta lembaga teknis lainnya.
Forum ini juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Ny Liswati Wesly Silalahi, jajaran OPD, camat, pimpinan puskesmas, perwakilan BUMN/BUMD, serta instansi vertikal dan swasta. Diskusi publik dipandu oleh moderator Ivan Silitonga dan diawali dengan pemaparan narasumber.

