Sepanjang tahun 2025, Polrestabes Medan mencatat menerima sebanyak 18.452 laporan pengaduan masyarakat. Angka tersebut mengalami penurunan sekitar 3 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 19.080 laporan.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak, SIK, MH mengatakan, penurunan jumlah laporan kejahatan tidak terlepas dari masifnya kegiatan pencegahan dan pendekatan humanis yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh jajaran.
“Banyak faktor yang memengaruhi menurunnya jumlah laporan yang kita terima. Salah satunya adalah kegiatan pencegahan yang terus kita lakukan secara berkelanjutan,” ujar Calvijn saat Rilis Akhir Tahun 2025 di Aula Patriatama Mapolrestabes Medan, Rabu (31/12/2025).
Sepanjang 2025, Polrestabes Medan melaksanakan 356 kegiatan deteksi dini, 107.643 kegiatan Door To Door System (DDS), 415 problem solving, serta 43.010 kegiatan bimbingan dan penyuluhan (Binluh). Pemanfaatan media sosial juga dioptimalkan melalui 4.820 konten edukatif di TikTok.
Selain itu, kepolisian turut mengaktifkan 2.999 kegiatan Satkamling, 346 Go To School, 237 Curhat Warga, 271 Jumat Barokah, 256 Minggu Kasih, serta 208 kegiatan penyaluran beras SPHP kepada masyarakat.
Di sisi lain, Calvijn menegaskan bahwa narkoba masih menjadi perhatian utama Polrestabes Medan karena dampaknya yang luas terhadap keamanan dan kehidupan sosial masyarakat.
Sepanjang 2025, Satres Narkoba Polrestabes Medan berhasil mengamankan 1.283 tersangka narkoba, meningkat sekitar 36 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 941 tersangka.
Dari sisi barang bukti, Polrestabes Medan menyita 221,9 kilogram sabu, atau naik sekitar 45 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 153 kilogram.
“Sepanjang tahun 2025, kami telah melakukan 109 kali Gerebek Sarang Narkoba (GSN),” ungkap Calvijn.
Sejumlah kawasan seperti Jermal VII, Jermal XII, dan Jermal XV menjadi fokus penindakan karena masih rawan peredaran narkoba, namun di sisi lain menunjukkan keinginan kuat dari masyarakat untuk berubah.
“Bahaya narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga memicu lahirnya tindak kriminal lain,” tegasnya.
Menurut Calvijn, pertumbuhan ekonomi yang sehat hanya dapat terwujud di lingkungan yang aman dan bebas dari penyakit masyarakat.
“Kami meyakini pertumbuhan ekonomi yang sehat hanya bisa tumbuh di lingkungan yang aman dan bersih dari narkoba,” katanya.
Sepanjang 2025, Polrestabes Medan juga melakukan berbagai terobosan kreatif dengan membangun komunikasi berkelanjutan bersama Forkopimda, tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, ormas, komunitas, civitas akademika, mahasiswa, jurnalis, hingga lembaga pendidikan.
Dalam pelaksanaan tugas, Kapolrestabes Medan menekankan penerapan tujuh Commander Wish yang diinternalisasi kepada seluruh personel. Pendekatan ini diwujudkan melalui penggunaan diksi yang membumi dan mudah dipahami masyarakat, seperti pemberantasan begal, geng motor, tawuran, pompa narkoba, barak narkoba, hingga tempat hiburan malam.
Di bidang penegakan hukum, sejumlah kasus menonjol berhasil diungkap dalam waktu 1×24 jam, di antaranya tawuran geng motor di Mandala, pembunuhan suami terhadap istri di Helvetia, pertikaian sesama jenis berujung bunuh diri, curas sesama mahasiswa di Patumbak, penembakan senapan angin di Kutalimbaru, penusukan sesama juru parkir di Medan Timur, hingga kasus anak membunuh ibu kandung.
Ketua PWI Sumut, H Farianda Putra Sinik, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Polrestabes Medan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan Kota Medan.
“Apapun yang dilakukan Kapolrestabes Medan sepanjang itu untuk menciptakan rasa aman dan nyaman, kami dukung. Kritik dalam pemberitaan adalah bagian dari fungsi kontrol,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua MUI Kota Medan, KH Zulfikar Hajar, yang menilai kinerja Polrestabes Medan mampu membangkitkan semangat masyarakat dan para ulama.
Kapolrestabes Medan juga mengapresiasi peran wartawan dalam membantu menjaga kondusivitas Kota Medan sepanjang 2025.
“Wartawan memiliki peran luar biasa dalam membantu kinerja Polrestabes Medan, terutama melalui edukasi dan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh program prioritas pemerintah, mulai dari Presiden, Kapolri hingga Kapolda, bermuara pada satu tujuan utama, yakni agar kehadiran negara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Dengan segala kerendahan hati, saya hormat kepada rekan-rekan media yang bersama-sama menjaga kondusivitas Kota Medan,” pungkasnya.
Jermal 15 Digempur Lagi, 10 Orang Diamankan Polrestabes Medan
Kawasan Jermal 15, Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai, kembali digempur aparat kepolisian. Melalui Gerakan Serentak Narkoba (GSN), Polrestabes Medan menggelar...
Read moreDetails