SIMALUNGUN – Di tengah padatnya arus balik perayaan Tahun Baru 2026, personel Satuan Samapta (Samapta) Polres Simalungun harus berjibaku mengurai lalu lintas. Berkat kerja keras mereka, jalur Pematang Siantar-Parapat yang biasanya rawan macet justru tetap lancar tanpa hambatan berarti. Salut!
Kepala Seksi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, mengungkapkan perjuangan timnya saat dikonfirmasi Sabtu malam, 3 Januari 2026, sekitar pukul 23.10 WIB. Dengan nada antusias, dia menceritakan bagaimana Tim Urai Lalu Lintas bekerja keras sejak pagi.
“Tim Samapta kami benar-benar berjibaku hari ini. Mereka standby sejak pukul 08.30 WIB pagi di Jalan Lintas Tiga Balata. Jalur ini memang selalu ramai, terutama saat arus balik dari kawasan Danau Toba,” ujar Verry menjelaskan situasi lapangan.
Operasi pengamanan arus balik kali ini dipimpin langsung oleh Kepala Satgas Preventif, AKP Rudi Handoko, SH, MH. Pria yang dikenal tegas namun ramah ini turun langsung ke jalan bersama enam personel Samapta andalannya.
“Kami turun semua. Tidak ada yang duduk santai di kantor. Semua harus ikut berjibaku di lapangan karena volume kendaraan hari ini luar biasa banyaknya,” ungkap Rudi Handoko dengan penuh semangat.
Tim yang terdiri dari Aipda Amriono, Brigadir Rohman, Brigadir Jospen, Aipda Rahmat Hadiwijaya, Aipda Aritoto Haloho, dan Aipda Rogo Saktiono ini benar-benar all-out. Mereka tidak hanya berdiri di satu titik, tapi terus bergerak dinamis mengikuti arus lalu lintas.
“Kunci sukses kami adalah himbauan mobile. Kami terus bergerak, tidak diam di satu tempat. Setiap ada mobil yang mencoba keluar jalur atau ingin menyalip sembarangan, kami langsung dekati dan beri himbauan dengan cara yang humanis,” jelas Rudi menjelaskan strategi jitu timnya.
Untuk mendukung mobilitas tinggi, tim dilengkapi dengan satu unit mobil R4 DMax dan tiga unit motor trail. Kombinasi kendaraan ini terbukti ampuh untuk menjangkau setiap sudut jalur yang padat.
“Motor trail itu senjata rahasia kami. Lincah, bisa masuk ke sela-sela kendaraan yang mulai menumpuk. Sementara mobil patroli untuk koordinasi dan monitoring dari posisi yang lebih luas,” ucap Rudi menambahkan.
Yang membuat haru, masyarakat ternyata sangat mendukung upaya Samapta. Hampir semua pengemudi patuh dengan himbauan dan tidak ada yang mencoba melawan arus atau nekat menyalip di tempat berbahaya.
“Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat. Mereka sangat kooperatif, mendengarkan himbauan kami dengan baik. Ini yang bikin perjuangan kami tidak sia-sia,” ujar Rudi dengan tulus.
Verry Purba menambahkan, selain patroli mobile, personel Samapta juga ditempatkan di titik-titik strategis seperti persimpangan dan tempat-tempat keramaian. Tujuannya agar respons terhadap potensi kemacetan bisa lebih cepat.
“Kami menempatkan personel di beberapa titik krusial. Jadi kalau ada yang mulai padat di satu lokasi, tim lain bisa langsung bergerak membantu. Ini kerja tim yang solid,” jelas Verry.
Hasil dari perjuangan keras Samapta Polres Simalungun? Luar biasa! Sepanjang hari, tidak terjadi penumpukan kendaraan yang menyebabkan kemacetan total. Arus lalu lintas memang padat, tapi tetap mengalir lancar.
“Padat tapi lancar, itu konsepnya. Kendaraan terus bergerak, tidak ada yang stuck berjam-jam. Pengendara puas, kami juga senang,” ujar Verry menggambarkan kondisi ideal yang berhasil dicapai.
Lebih membanggakan lagi, tidak ada kejadian menonjol atau kecelakaan lalu lintas selama operasi berlangsung. Semua berjalan aman terkendali.
“Alhamdulillah, semua selamat sampai tujuan. Tidak ada kecelakaan, tidak ada kejadian yang mengganggu. Ini hasil dari kerja keras dan doa,” ungkap Rudi dengan syukur.
Keberhasilan operasi ini membuktikan profesionalisme dan dedikasi Samapta Polres Simalungun dalam melayani masyarakat.
“Pelaksanaan patroli hari ini berjalan sangat aman dan lancar. Kami akan terus berjibaku untuk masyarakat, kapan pun dibutuhkan,” pungkas Verry Purba menutup dengan penuh semangat

