Siantar Corner
No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Berita
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Siantar Corner
  • SMSI
  • danautoba.co.id
  • Siantar
  • Simalungun
  • Dunia
  • Bisnis
  • Future
  • Gallery
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Seremoni
Home Hukum

Pemerintah Tutup Konten Grok di X, Algoritma Diubah dan Geotagging Indonesia Diterapkan

Editor: Dhev Fretes Bakkara
11 Februari 2026 | 18:25 WIB
in Hukum
ADVERTISEMENT

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan kembali posisi Indonesia dalam ekosistem digital global: negara dengan 229 juta pengguna internet ini bukan hanya pasar ekonomi, tetapi juga yurisdiksi hukum yang wajib dihormati seluruh platform digital internasional.

“Internet memang tanpa batas. Tapi ketika platform mengambil traffic dan keuntungan dari Indonesia, maka mereka wajib patuh pada hukum Indonesia,” tegas Meutya dalam Rapat Pimpinan Kepolisian RI di Jakarta Timur, Rabu (11/02/2026).

Pernyataan itu disampaikan setelah pemerintah menutup akses terhadap konten bermuatan pornografi dari fitur Grok di platform X karena melanggar aturan nasional. Indonesia pun menjadi negara pertama yang mengambil langkah tegas tersebut.

Respons cepat datang dari pihak platform. Dalam beberapa hari, perwakilan regional dan global X bertandang ke Indonesia dan akhirnya menyepakati perubahan algoritma serta penerapan geotagging khusus Indonesia.
“Atas dasar kepatuhan hukum, kita tutup. Mereka kemudian setuju mengubah algoritma dan menerapkan geotagging khusus Indonesia,” ujar Meutya.

Di sisi lain, pemerintah terus menggencarkan pemberantasan judi online. Sejak 20 Oktober, sekitar 3 juta konten judi telah diturunkan. Data PPATK menunjukkan nilai transaksi judi online menurun signifikan, dari Rp300 triliun menjadi Rp150 triliun.

Meutya menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara Kemkomdigi dan Polri. “Kalau hanya penutupan tanpa penegakan hukum, tidak akan ada efek jera. Ini hasil kombinasi prevention dan law enforcement,” katanya. Ia juga mengingatkan bahwa menjelang Ramadan dan Idulfitri, tren penipuan digital biasanya meningkat sehingga koordinasi antarlembaga perlu dipertegas.

Meutya menegaskan agenda digital Indonesia tahun 2026 berfokus pada tiga pilar: terhubung, tumbuh, dan terjaga. Sinergi dengan Kepolisian RI menjadi kunci untuk memastikan ruang digital tetap aman dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Tidak ada satu rupiah pun yang layak dikeluarkan untuk infrastruktur digital jika tidak berdampak pada pertumbuhan dan tidak menghadirkan perlindungan bagi masyarakat,” tutupnya.

| BERITA TERBARU

Siantar

Akhir Pekan Aman! Sat Lantas Polres Simalungun Sisir Jalur Siantar–Parapat, Balap Liar Tak Berkutik

2 Agustus 2026 | 21:24 WIB
Simalungun

Penumpang Bus Tujuan Sibolga Meninggal di Tol Sinaksak, Respons Cepat Polsek Dolok Batu Nanggar Tuai Apresiasi

2 Agustus 2026 | 14:15 WIB
Berita

Polrestabes Medan Tangkap Pengedar Vape Narkoba di Helen’s Night Mart,250 Pengunjung Ditest Urine

2 Agustus 2026 | 11:59 WIB
Siantar

Kapolres AKBP Sah Udur Turun Langsung Pimpin KRYD, Geng Motor hingga Balap Liar Jadi Sasaran Utama

2 Agustus 2026 | 01:23 WIB
Siantar

Tak Kenal Waktu! Timsus Dayok Mirah Polres Pematangsiantar Patroli hingga Dini Hari, Pastikan Kota Tetap Kondusif

1 Agustus 2026 | 23:29 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2017-2026 Siantarcorner.com

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara berita hoax sport

No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga

© 2017-2026 Siantarcorner.com

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara berita hoax sport