Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn menerima undangan khusus dari Sekolah Kristen Kalam Kudus (SKKK) Pematangsiantar untuk menghadiri sekaligus membuka kegiatan Pameran Pendidikan dan Student Talent Showcase bertajuk “Kalam Kudus Fair 2026”.
Undangan tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Pelaksana SKKK Pematangsiantar Paulina Oscar SPd saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Wesly di ruang kerja wali kota di Balai Kota Pematangsiantar, Selasa (24/02/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Paulina menjelaskan bahwa Kalam Kudus Fair 2026 merupakan kegiatan publik yang bersifat edukatif sekaligus atraktif dengan melibatkan seluruh jenjang pendidikan di SKKK, mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Kegiatan ini kami rancang sebagai event keluarga dan juga untuk masyarakat umum, sehingga dapat menjadi sarana edukasi sekaligus hiburan yang menampilkan berbagai potensi dan kreativitas para siswa,” jelas Paulina.
Ia menambahkan, kegiatan Kalam Kudus Fair 2026 akan digelar di area utama Lantai 1 Suzuya Merdeka Mall Pematangsiantar pada Sabtu (28/02/2026) dan dijadwalkan dimulai sekitar pukul 13.00 WIB.
Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah secara langsung mengundang Wali Kota Wesly Silalahi untuk hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut.
“Kami mengundang Bapak Wali Kota Wesly Silalahi untuk berkenan hadir dan membuka secara resmi kegiatan Kalam Kudus Fair 2026,” ujar Paulina yang hadir bersama Desy, Jenny Purba, dan Alice Purba.
Menanggapi undangan tersebut, Wali Kota Wesly Silalahi menyambut baik rencana kegiatan yang digagas SKKK Pematangsiantar. Ia juga mengaku baru mengetahui bahwa Sekolah Kristen Kalam Kudus telah hadir dan berkontribusi dalam dunia pendidikan di Kota Pematangsiantar sejak tahun 1967.
“Berarti saat itu saya baru berusia 10 tahun,” ujar Wesly sambil tersenyum.
Wesly pun menyampaikan apresiasi kepada SKKK Pematangsiantar yang selama ini telah ikut berperan dalam memajukan dunia pendidikan di Kota Pematangsiantar.
Menurutnya, kegiatan seperti Kalam Kudus Fair menjadi wadah penting untuk menampilkan kreativitas dan bakat para siswa sekaligus memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan masyarakat. (*)

