Rumah Sakit (RS) Murni Teguh Horas Insani (MTHI) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional dengan meraih penghargaan bergengsi “WSO Angels Award Diamond” dari World Stroke Organization (WSO). Penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen dan kualitas layanan RS MTHI dalam penanganan stroke yang cepat, tepat, dan berstandar global.
Penganugerahan tersebut digelar di Lantai 4 RS Murni Teguh Horas Insani, Jalan Medan, Kecamatan Siantar Martoba, Senin (20/04/2026), dan dihadiri berbagai unsur pemerintah serta tenaga kesehatan. Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setdako, Dedy Tunasto Setiawan, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut.
“Penghargaan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi rumah sakit, tetapi juga seluruh masyarakat Kota Pematangsiantar. Ini membuktikan pelayanan kesehatan kita telah memenuhi standar internasional, khususnya dalam penanganan stroke,” ujarnya.
Standar Setara Eropa dan Amerika
Konsultan WSO Angels wilayah Jakarta dan Sumatera, Henny Pristiwa Oktaviani, menegaskan bahwa sistem penanganan stroke di RS Murni Teguh Horas Insani telah setara dengan rumah sakit di Eropa dan Amerika.
“Protokol, kecepatan respon, hingga tata laksana pasien stroke di RS ini sudah mengikuti standar global,” jelasnya.
Perjalanan Panjang dan Capaian Klinis
Direktur RS MTHI, Herman Ramli, menjelaskan keberhasilan ini merupakan hasil dari proses panjang pengembangan layanan stroke yang dimulai sejak 12 Juli 2025, melalui pelatihan Code Stroke dan penguatan sistem Emergency Medical Service (EMS).
Sejak implementasi, kinerja layanan menunjukkan hasil signifikan. Dalam periode Oktober 2025 hingga Maret 2026, RS MTHI telah menangani 32 pasien Code Stroke, dengan 13 pasien berhasil mendapatkan terapi trombolisis. Outcome klinis yang dicapai pun tergolong baik, menandakan sistem yang responsif terhadap waktu.
Keberhasilan tersebut didukung oleh tim multidisiplin yang solid, mulai dari dokter dan perawat IGD, spesialis neurologi, radiologi, tim farmasi, laboratorium, ambulans, hingga petugas registrasi.
Dukungan Pemerintah dan Edukasi Masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Dedy Tunasto Setiawan juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung peningkatan layanan kesehatan di Kota Pematangsiantar.
Sementara itu, Direktur Operasional PT Murni Sadar Tbk, Jong Khai, menekankan pentingnya edukasi masyarakat terkait stroke.
“Edukasi bahkan bisa dimulai sejak usia sekolah. Anak kelas 4 SD sudah bisa dikenalkan tanda-tanda stroke agar respon masyarakat semakin cepat,” ujarnya.
Testimoni Pasien: Harapan yang Nyata
Acara juga diwarnai testimoni dari mantan pasien stroke, salah satunya Permalim Bangun, yang mengaku mendapatkan penanganan cepat dan tepat sejak tiba di IGD.
“Saya merasakan langsung bagaimana cepatnya tim medis bergerak. Mulai dari pemeriksaan hingga tindakan, semua dilakukan tanpa menunggu lama. Sekarang kondisi saya jauh membaik,” ungkapnya di hadapan para undangan.
Siap Jadi “Ready Stroke Hospital”
Dengan diraihnya penghargaan ini, RS Murni Teguh Horas Insani kini semakin mengukuhkan diri sebagai ready stroke hospital, yakni rumah sakit yang siap menangani stroke secara komprehensif dan terstandar.
Pihak rumah sakit juga berkomitmen untuk terus memperluas edukasi kepada masyarakat di Pematangsiantar dan Simalungun terkait deteksi dini stroke, guna meningkatkan peluang penanganan pada periode emas (golden period).
Melalui sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat, RS MTHI optimistis mampu meningkatkan kualitas hidup pasien sekaligus menekan angka kecacatan dan kematian akibat stroke di Sumatera Utara.
Sementara itu, Kepala Humas dan Pemasaran RS Murni Teguh Horas Insani, Elly Soraya Sembiring, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti nyata kerja keras seluruh tim rumah sakit dalam memberikan pelayanan terbaik.
“Penghargaan ini bukan akhir, tetapi menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, khususnya dalam penanganan stroke yang cepat dan tepat sesuai standar internasional,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Dinas Kesehatan, organisasi profesi, BPJS, serta unsur masyarakat lainnya. (

