Apel Akbar Sabuk Kamtibmas yang digelar di Lapangan Sepak Bola Polda Sumut, Jumat (24/4/2026), menjadi momentum konsolidasi besar dalam memperkuat keamanan di Sumatera Utara. Di hadapan sekitar 1.500 peserta dari berbagai unsur, Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto menegaskan bahwa stabilitas kamtibmas hanya dapat terwujud melalui sinergi yang kuat antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Dalam amanatnya, Kapolda mengurai makna “Sabuk Kamtibmas” sebagai simbol pengikat seluruh elemen keamanan. Ia menekankan bahwa konsep tersebut bukan sekadar istilah, melainkan filosofi kerja bersama yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Sabuk Kamtibmas ini adalah simbol pengikat. Artinya, seluruh elemen harus terhubung, saling menopang, dan saling menguatkan dalam menjaga keamanan,” ujar Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto.
Suasana kebersamaan terlihat dari kehadiran unsur Forkopimda dan para pemangku kepentingan, mulai dari Wakapolda Sumut Brigjen Pol Sonny Irawan, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Kepala Kejaksaan Negeri Medan Ridwan Sujana Angsar, hingga perwakilan Kodim 0201 Medan. Kehadiran para Kapolres se-Sumatera Utara serta tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan semakin menegaskan kuatnya komitmen bersama dalam menjaga Harkamtibmas.
Penandatanganan deklarasi bersama Forkopimda Kota Medan menjadi penegasan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab kolektif. Dalam kesempatan itu, Kapolda juga mengingatkan bahwa tantangan kamtibmas ke depan semakin kompleks.
“Keamanan adalah kebutuhan dasar masyarakat yang harus kita jaga bersama. Dengan sinergitas yang kuat, kita mampu menghadapi berbagai tantangan kamtibmas yang semakin dinamis,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota) yang diperagakan oleh Polrestabes Medan. Simulasi tersebut menggambarkan kesiapan personel dalam menghadapi potensi gangguan keamanan di wilayah perkotaan sekaligus menjadi model pengamanan yang dapat diterapkan di daerah lain.
Di akhir amanatnya, Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas tanpa memandang perbedaan latar belakang.
“Mari kita jaga persatuan ini. Perbedaan bukan menjadi penghalang, tetapi kekuatan untuk bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Sumatera Utara,” pungkasnya.
Apel Akbar Sabuk Kamtibmas pun tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi momentum mempertegas bahwa keamanan di Sumatera Utara dibangun melalui kebersamaan dan komitmen seluruh elemen masyarakat.

