Nuansa semarak dan penuh antusiasme menyelimuti GOR Merdeka Siantar, Suzya Mall, saat partai final futsal Semarak Marolahraga digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar, Jumat (24/4/2026).
Di tengah atmosfer kompetisi yang hangat, Yayasan Asa Cita Sangnawaluh Football Club (YACS FC) tampil impresif dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 8-1 atas Arumi FC. Namun lebih dari sekadar hasil akhir, perhatian tertuju pada pesan strategis Ketua KONI Pematangsiantar, Riau Siahaan, yang menegaskan arah pembinaan olahraga ke depan.
Sejak awal pertandingan, YACS FC menunjukkan kualitas permainan yang matang—mengendalikan tempo dengan pressing tinggi serta distribusi bola yang efektif. Dominasi tersebut perlahan membentuk keunggulan signifikan hingga menutup babak pertama dengan jarak skor yang sulit dikejar.
Memasuki paruh kedua, Arumi FC berupaya bangkit, namun konsistensi permainan YACS FC tetap tak terbendung. Ketajaman lini depan dan soliditas tim memastikan kemenangan telak hingga peluit panjang dibunyikan..
Di balik skor mencolok tersebut, nilai sportivitas tetap terjaga. Kedua tim memperlihatkan sikap saling menghormati, mencerminkan esensi olahraga yang menjunjung tinggi kebersamaan dan fair play.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Pematangsiantar, Hamzah F. Damanik, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya turnamen yang dinilai mampu memperkuat ekosistem olahraga di tengah masyarakat.
“Momentum ini menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang pembinaan karakter sekaligus wadah kreativitas generasi muda. Ke depan, kegiatan seperti ini perlu dikembangkan dengan skala yang lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KONI Pematangsiantar, Riau Siahaan, menempatkan keberhasilan turnamen ini sebagai bagian dari proses berkelanjutan dalam membangun prestasi olahraga daerah. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dan evaluasi sebagai fondasi utama.
“Kami melihat kegiatan ini bukan hanya sebagai perayaan, tetapi sebagai langkah konkret dalam mendorong partisipasi masyarakat dan memperkuat budaya olahraga. Evaluasi tentu menjadi bagian penting agar ke depan penyelenggaraan semakin berkualitas,” ungkapnya.
- Ia juga menambahkan bahwa setiap catatan dari turnamen ini akan menjadi pijakan untuk menghadirkan event yang lebih terstruktur, kompetitif, dan inklusif.
Dengan berakhirnya Semarak Marolahraga, Pematangsiantar tidak hanya merayakan kemenangan di lapangan, tetapi juga meneguhkan komitmen bersama untuk menjadikan olahraga sebagai bagian integral dalam pembangunan kota—sehat, produktif, dan berdaya saing.

