Respons cepat ditunjukkan Polsek Siantar Martoba Polres Pematangsiantar dalam menangani dugaan penganiayaan atau bullying yang sempat viral di media sosial. Melalui pendekatan humanis, persoalan yang melibatkan dua remaja tersebut berhasil diselesaikan secara damai lewat jalur mediasi, Minggu (24/5/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Kapolsek Siantar Martoba AKP Martua Manik SH MH menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (22/5/2026) siang sekitar pukul 14.00 WIB di Jalan Sumber Jaya I, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar.
Kejadian bermula saat pihak korban berinisial RH (14), warga Kelurahan Nagapita, bersama temannya berinisial F berjalan kaki di kawasan Jalan Medan Simpang Kerang dengan tujuan mencari seorang pelajar SMP Madani. Di tengah perjalanan, keduanya dihampiri GS (14), warga Kelurahan Sumber Jaya, bersama tiga rekannya.
Saat itu, GS mengajak RH dan temannya untuk bersama-sama mencari pelajar yang dimaksud. Namun setibanya di lokasi kejadian, korban diduga mengalami tindakan bullying dan penganiayaan. Peristiwa tersebut bahkan sempat direkam lalu diunggah ke media sosial hingga akhirnya diketahui pihak keluarga korban.
Merasa keberatan atas video yang beredar, keluarga RH mendatangi Polsek Siantar Martoba pada Minggu malam untuk membuat laporan. Menindaklanjuti hal tersebut, Pawas bersama piket fungsi langsung bergerak cepat mempertemukan kedua belah pihak di Mako Polsek Siantar Martoba.
Dalam proses mediasi yang turut didampingi orangtua masing-masing, kedua pihak akhirnya sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan tanpa melanjutkan ke proses hukum. Kesepakatan damai itu dituangkan dalam surat pernyataan bermaterai.
“Kedua belah pihak sudah berdamai secara kekeluargaan sehingga dugaan penganiayaan (bullying) tersebut diselesaikan dengan mediasi,” ujar AKP Martua Manik.
Penyelesaian secara damai tersebut diharapkan menjadi pelajaran bagi para remaja agar lebih bijak dalam bergaul serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, terlebih sampai tersebar di media sosial.

