Siantar Corner
No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Berita
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Siantar Corner
  • SMSI
  • danautoba.co.id
  • Siantar
  • Simalungun
  • Dunia
  • Bisnis
  • Future
  • Gallery
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Seremoni
Home Berita
Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Ini Arahan Prabowo soal Narkotika, Penyelundupan dan Judi Online

Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Ini Arahan Prabowo soal Narkotika, Penyelundupan dan Judi Online

Editor: Dhev Fretes Bakkara
1 Oktober 2026 | 18:45 WIB
in Berita
https://asset.barak.id/2026/09/VID-20260930-WA0004.mp4
ADVERTISEMENT

Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat negara dalam reshuffle kabinet di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Salah satu pejabat yang dilantik adalah Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari reshuffle ketujuh sejak Prabowo menjabat sebagai Presiden. Dalam perombakan kali ini, sejumlah menteri dan pejabat negara dicopot maupun dipindahkan ke posisi baru.

Prosesi pelantikan para menteri, wakil menteri, kepala badan dan lembaga, serta sejumlah pejabat strategis lainnya mulai berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB.

Para pejabat kemudian mengucapkan sumpah dan janji jabatan di hadapan Presiden Prabowo Subianto.

Daftar Pejabat yang Dilantik Prabowo

Dalam reshuffle kabinet pada Kamis (1/10/2026), sejumlah posisi strategis mengalami perubahan.

Untuk jajaran menteri dan menteri koordinator, Presiden Prabowo melantik:

  • Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian.

  • Bahlil Lahadalia sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi.

  • Sugiono sebagai Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

  • Dudung Abdurachman sebagai Menko Politik dan Keamanan (Polkam).

  • Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri.

Bahlil Lahadalia sebelumnya menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kini, ia dipercaya menempati posisi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi.

Sementara Sugiono yang sebelumnya menjabat Menteri Luar Negeri kini dipercaya menjadi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), menggantikan Pratikno.

Posisi Menteri Luar Negeri yang ditinggalkan Sugiono kemudian diisi oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Arrmanatha Christiawan Nasir.

Perubahan juga terjadi pada posisi Menko Politik dan Keamanan (Polkam). Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman dilantik untuk menggantikan Jenderal (Purn) Djamari Chaniago.

Sebelum menjadi Menko Polkam, Dudung menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) sejak April 2026. Posisi KSP yang ditinggalkan Dudung kemudian diisi oleh Listyo Sigit Prabowo.

Lima Wakil Menteri Dilantik

Selain jajaran menteri dan menteri koordinator, Presiden Prabowo juga melantik lima wakil menteri.

Mereka adalah Dradjad Hari Wibowo sebagai Wamen Bidang Perekonomian, Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan, Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wakil Menteri Pertanian, serta Irwan Meilano sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP).

Dengan demikian, terdapat dua pejabat yang dilantik untuk mengisi posisi Wakil Menteri Keuangan, yakni Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman.

Pergantian di Badan dan Lembaga

Perombakan juga dilakukan pada sejumlah badan dan lembaga pemerintahan.

Listyo Sigit Prabowo yang sebelumnya menjabat Kapolri kini dipercaya sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Presiden juga mengangkat Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.

Sementara Arianto Wibowo dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Adapun Mohammad Fadil Imran dipercaya sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.

Suyudi Resmi Pimpin Polri

Di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto resmi dilantik sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Bersamaan dengan itu, Komjen Wahyu Hadiningrat dilantik sebagai Wakapolri.

Pergantian pucuk pimpinan Polri tersebut berlangsung bersamaan dengan rangkaian reshuffle kabinet dan pelantikan sejumlah pejabat strategis pemerintahan lainnya.

Ombudsman Periode 2026-2031

Presiden Prabowo juga menetapkan keanggotaan Ombudsman periode 2026-2031.

Nuzran Joher dilantik sebagai Ketua Ombudsman periode 2026-2031. Sementara Radian Syam dilantik sebagai anggota.

Dengan demikian, rangkaian pelantikan pada Kamis (1/10/2026) mencakup jajaran menteri, wakil menteri, kepala badan dan lembaga, pejabat Polri, serta keanggotaan Ombudsman.

Suyudi Ungkap Arahan Prabowo

Usai resmi dilantik sebagai Kapolri, Suyudi Ario Seto mengungkapkan arahan khusus yang diberikan Presiden Prabowo Subianto.

Suyudi mengatakan Presiden Prabowo memberikan perhatian terhadap penindakan berbagai kejahatan yang menjadi keresahan di tengah masyarakat.

Beberapa persoalan yang menjadi perhatian tersebut antara lain narkotika, penyelundupan, judi daring atau judi online, serta berbagai bentuk kejahatan lainnya.

“Bapak Presiden selalu mengingatkan pada kami semua ya terutama dalam berbagai kegiatan dan juga kemarin pada saat rapat bersama, terutama terkait dengan masalah-masalah narkotika, kemudian penyelundupan, judi online, dan hal-hal lain yang menjadi keresahan di tengah masyarakat,” kata Suyudi di Istana Negara usai pelantikan, Kamis (1/10/2026).

Arahan tersebut menjadi salah satu perhatian yang akan dibawa Suyudi dalam menjalankan tugasnya sebagai Kapolri.

Segera Konsolidasi Internal

Mengawali tugas barunya, Suyudi mengatakan akan segera melakukan konsolidasi internal di tubuh Polri.

Konsolidasi tersebut dilakukan untuk melihat dan memetakan berbagai persoalan yang ada di institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Kami akan melaksanakan konsolidasi internal, kami akan melihat, kami akan mencoba belanja masalah dan juga akan melakukan langkah-langkah yang kami anggap penting ya menjadi prioritas kami,” tuturnya.

Selain melakukan konsolidasi, Suyudi juga menekankan pentingnya kehadiran Polri di tengah masyarakat.

Menurutnya, polisi harus selalu dekat dengan masyarakat dan mampu memberikan respons secara cepat terhadap persoalan yang dihadapi publik.

“Memang sejatinya polisi harus selalu dekat dengan masyarakat, harus berada di tengah-tengah masyarakat dan juga dapat memberikan jawaban kepada masyarakat secara cepat dalam kerangka harkamtibmas,” jelasnya.

Suyudi menekankan pentingnya pendekatan yang responsif dan humanis dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Baru Diberi Tahu Soal Fit and Proper Test pada Kamis Pagi

Suyudi juga mengungkapkan proses dirinya hingga akhirnya ditetapkan sebagai Kapolri.

Ia mengatakan baru mendapatkan informasi dari pihak Istana untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test pada Kamis pagi, sesaat sebelum mengikuti rapat di DPR RI.

“Oh belum, belum. Jadi kalau itu kami baru mendapatkan informasi tadi pagi. Sehingga kami langsung mempersiapkan diri untuk melaksanakan ya paparan proper test,” ungkap Suyudi.

Meski waktu persiapannya singkat, Suyudi mengatakan dirinya telah memiliki konsep kepemimpinan Polri.

Konsep tersebut kemudian dimatangkan kembali sebelum dirinya mengikuti proses fit and proper test.

“Ya kami sudah punya konsep-konsep ya, ya tentunya tadi dengan waktu yang terbatas kami matangkan kembali,” imbuhnya.

Luruskan Kehadiran di Istana pada 29 September

Suyudi juga meluruskan mengenai kehadirannya di Istana Kepresidenan pada Selasa (29/9/2026).

Kehadirannya saat itu sempat dikaitkan dengan kemungkinan pembahasan mengenai jabatan Kapolri.

Namun, Suyudi menegaskan bahwa kedatangannya ke Istana pada saat itu bukan untuk membahas jabatan Kapolri.

Ia mengatakan kehadirannya merupakan bagian dari rapat teknis bersama kementerian terkait dalam kapasitasnya sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Rapat tersebut membahas persoalan rehabilitasi narkoba, edukasi, serta kelebihan kapasitas lembaga pemasyarakatan.

“Kami hadir di kegiatan tersebut tentunya untuk kegiatan rapat ya bersama dengan kementerian terkait, membicarakan terkait dengan rehabilitasi dan juga terkait edukasi,” tegasnya.

Dengan dilantiknya Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, tongkat kepemimpinan Polri resmi berpindah dari Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Listyo Sigit selanjutnya menempati posisi Kepala Staf Kepresidenan, sedangkan Komjen Wahyu Hadiningrat dipercaya mendampingi Suyudi sebagai Wakapolri.

Pergantian pucuk pimpinan Polri tersebut menjadi salah satu bagian penting dari reshuffle ketujuh pemerintahan Prabowo yang juga mencakup perubahan sejumlah posisi menteri, wakil menteri, kepala badan dan lembaga, serta penetapan keanggotaan Ombudsman periode 2026-2031.

| BERITA TERBARU

Berita

Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Ini Arahan Prabowo soal Narkotika, Penyelundupan dan Judi Online

1 Oktober 2026 | 18:45 WIB
Siantar

Laporan Curanmor Masuk CC 110, Polsek Siantar Barat Bergerak Cepat ke Jalan Simbolon

30 September 2026 | 22:21 WIB
Siantar

Wali Kota Wesly: Kenali Investasi, Pahami Risiko, Hindari Jerat Investasi Ilegal

30 September 2026 | 20:10 WIB
Regional

Brimob Polda Sumut Hadir di Tengah Masyarakat, Berbagi Sembako Penuh Kepedulian

30 September 2026 | 18:39 WIB
Berita

Putusan MA Telah Inkracht, Pemohon Minta PN Pematangsiantar Eksekusi Tiga Objek Sengketa

30 September 2026 | 17:22 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2017-2026 Siantarcorner.com

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara fons infamis sport

No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga

© 2017-2026 Siantarcorner.com

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara fons infamis sport