Tak sekadar datang untuk bersilaturahmi, Kapolres Simalungun AKBP Dr. Hendri Nupia Dinka Barus, S.H., S.I.K., M.M., turun langsung menemui masyarakat Nagori Pematang Asilum, Kecamatan Gunung Malela.
Melalui kegiatan Jumat Curhat dan Jumat Berkah di Masjid Al Ikhlas, Jumat (2/10/2026), Kapolres membuka ruang komunikasi langsung dengan warga. Berbagai persoalan disampaikan, mulai dari narkoba, konflik pembentukan kelompok tani hingga kebutuhan renovasi rumah ibadah.
Kegiatan yang berlangsung pukul 12.30 hingga 14.20 WIB tersebut diawali dengan Salat Jumat yang diikuti sekitar 100 jamaah. Al Ustadz Miswan Kurniawan bertindak sebagai imam sekaligus khatib.
Usai Salat Jumat sekitar pukul 13.00 WIB, suasana beralih menjadi ruang dialog. Sebagai Kapolres Simalungun yang baru, Hendri Nupia memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan komitmennya membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Sebagai Kapolres yang baru, saya akan berupaya membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat serta mengharapkan terjalinnya hubungan baik antara Kepolisian dengan masyarakat dalam menciptakan Harkamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Simalungun,” ujar Hendri.
Dalam sesi curhat tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi. Salah satunya menyangkut konflik pembentukan kelompok tani dalam pengelolaan lahan plasma PT Sipef.
Warga juga menyampaikan keresahan terkait pemberantasan narkoba serta kebutuhan bantuan untuk renovasi Masjid Al Ikhlas.
Menanggapi persoalan kelompok tani, Kapolres menegaskan bahwa kepolisian mendukung kepentingan masyarakat sepanjang ditempuh melalui mekanisme dan aturan yang berlaku.
“Terkait pembentukan kelompok tani, Polres Simalungun tetap mendukung kepentingan masyarakat, namun harus mengikuti mekanisme yang berlaku dan itu harus sama-sama kita dukung,” katanya.
Untuk persoalan narkoba, Hendri justru meminta masyarakat tidak tinggal diam. Menurutnya, informasi dari warga sangat dibutuhkan untuk membantu kepolisian mengungkap peredaran narkotika maupun tindak pidana lainnya.
“Inilah pentingnya peran serta masyarakat dalam pemberantasan narkoba dan tindak pidana lainnya,” tegasnya.
Tak berhenti pada dialog, Kapolres juga merespons kebutuhan renovasi Masjid Al Ikhlas. Ia menyatakan kesediaannya memberikan bantuan 100 lembar seng untuk mendukung proses renovasi masjid tersebut.
Sekitar pukul 14.00 WIB, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Jumat Berkah. Bersama Ketua Bhayangkari Cabang Simalungun, Ny. Rani Hendri Barus, Kapolres menyerahkan bantuan sosial kepada 100 warga Asilum.
Bantuan tersebut terdiri dari 100 karung beras masing-masing 5 kilogram dan 100 papan telur ayam.
Penerima bantuan terdiri dari 42 kaum duafa, 42 anak yatim, 13 bilal dan penggali kubur, serta tiga orang pengurus BKM Masjid Al Ikhlas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres Simalungun Kompol Imam Alriyuddin, S.H., M.H., sejumlah pejabat utama Polres Simalungun, Kapolsek Gunung Malela AKP Hengky Siahaan, S.H., M.H., pengurus Bhayangkari Cabang Simalungun, Camat Gunung Malela Sugiharto, S.Sos., Ketua BKM Kecamatan Gunung Malela Riswanto, S.Pd.I., tokoh agama serta masyarakat Nagori Pematang Asilum.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba mengatakan Jumat Curhat dan Jumat Berkah akan menjadi agenda rutin setiap Jumat sebagai ruang komunikasi langsung antara kepolisian dan masyarakat.
“Ini merupakan bentuk kedekatan Polres Simalungun kepada masyarakat dalam melindungi dan melayani, guna menghadirkan Polri di tengah-tengah masyarakat,” ujar Verry.
Menurutnya, aspirasi yang disampaikan warga dalam kegiatan tersebut akan menjadi bahan evaluasi kepolisian untuk menentukan langkah penanganan dan tindak lanjut terhadap berbagai persoalan di lapangan.
Dalam setiap kegiatan, Kapolres Simalungun juga memperkenalkan layanan pengaduan “Halo Kapolres” sebagai saluran komunikasi bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi, keluhan maupun pengaduan terkait Kamtibmas dan pelayanan kepolisian.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif hingga berakhir sekitar pukul 14.20 WIB.
Jumat Curhat di Pematang Asilum pun tidak hanya menjadi forum mendengar. Dari persoalan narkoba hingga kebutuhan renovasi masjid, warga mendapat ruang untuk menyampaikan langsung persoalannya kepada pimpinan kepolisian, sementara Polres Simalungun menunjukkan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut sesuai kewenangan dan aturan yang berlaku.
