Video viral memperlihatkan penganiayaan dan kekerasan fisik beserta anacaman oleh seorang penyedia jetski terhadap pengguna jetski lain di tengah Danau Toba. Insiden ini terjadi di kawasan Tuktuk, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Dalam video tersebut, seorang pria berkacamata terlihat mendekati pria ber-topi, memukulnya, dan melontarkan ancaman serius, “Pamate ma ho di son? (Ku bunuh kau di sini?)”.
Video tersebut diunggah oleh akun TikTok,facebook dan Instagram @seadosafarisamosir, yang menyebutkan bahwa pelaku adalah seorang penyedia jetski lain.
Tak samapai disitu, unggahan tersebut juga banyak diposting ulang hingga menuai banyak komentar netizen.Pengunggah meminta pihak berwenang, termasuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Samosir, untuk menindaklanjuti kasus ini.
Sthepani Siallagan, pihak korban, mengecam tindakan pelaku dan keberadaan aturan sepihak yang diberlakukan oleh penyedia jetski di Tuktuk.
“Danau ini adalah milik bersama, bukan milik mereka saja. Mereka mengklaim kawasan Tuktuk itu hanya bisa digunakan oleh Tuktuk Jetski. Semoga peraturan seperti itu bisa dipatahkan karena di peraturan undang-undang mana pun tidak ada ketentuan seperti itu,” kata Sthepani.
Namun sebelumnya juga telah pernah terjadi keributan dan viral di sosial media ,menurut Stephani pihak Tuk-tuk Zet Sky tidak mengijinkan Zet Sky Seadoo Safari Samosir mengambil tamu atau penumpang dari kawasan Tuk-tuk Siadong,dan jika ingin melintas juga minimal 300 meter dari bibir Pantai Tuk-tuk.
Sementara mereka bebas ,menjemput tamu atau penumpang dari manapun,Stephani mengaku tertekan dari berbagai pihak,hingga menandatangani perjanjian tersebut.
Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Edward Sidauruk, memastikan bahwa laporan terkait kasus ini sedang diproses. Pelaku telah diamankan di kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini menjadi perhatian publik karena dianggap mencoreng citra kawasan wisata unggulan Danau Toba.

