Ancaman cuaca ekstrem mendorong Polres Simalungun memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam. Nomor-nomor darurat kini disosialisasikan melalui pemasangan stiker dan penyebaran selebaran di berbagai fasilitas publik, termasuk kawasan wisata Danau Toba, Parapat, Kabupaten Simalungun.
Kabag Ops Polres Simalungun, AKP Tukkar Lungun Simamora, S.H., M.H., mengatakan langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dan wisatawan mengetahui saluran bantuan yang dapat dihubungi ketika menghadapi situasi darurat.
“Jangan sampai masyarakat kebingungan mencari pertolongan ketika keadaan darurat terjadi. Nomor-nomor penting ini harus mudah ditemukan dan dihubungi dengan cepat,” ujarnya, Sabtu (10/10/2026).
Adapun nomor layanan yang disosialisasikan meliputi Call Center Polri 110, Pemadam Kebakaran 113, BNPB 117, Ambulans 119, dan PLN 123.
Penyebaran stiker menyasar sejumlah titik strategis di Kota Wisata Parapat, mulai dari Ruang Terbuka Pantai Bebas Parapat, Pelabuhan Atsari, hingga Pesanggrahan Bung Karno. Stiker juga dipasang di SPBU, minimarket, perbankan, warung makan, hotel, losmen, serta kapal motor yang beroperasi di perairan Danau Toba.
Menurut AKP Tukkar, kawasan Parapat menjadi perhatian karena merupakan salah satu tujuan wisata andalan Kabupaten Simalungun. Karena itu, keamanan dan kemudahan akses informasi darurat dinilai penting bagi masyarakat setempat maupun wisatawan.
“Parapat adalah wajah pariwisata Simalungun. Wisatawan yang datang harus merasa aman dan tahu ke mana mencari bantuan jika terjadi hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Selain menyebarkan nomor darurat, Polres Simalungun mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan deras dan angin kencang yang berpotensi memicu banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga kecelakaan di jalan raya.
Masyarakat diminta memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan pemerintah daerah, menghindari kawasan rawan bencana, serta memeriksa kondisi rumah, atap, dan saluran air. Pengendara juga diimbau mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan mewaspadai jalan licin maupun genangan air.
Saat petir dan angin kencang terjadi, warga diminta menjauhi pohon besar, tiang listrik, serta area terbuka yang berisiko. Keluarga juga diimbau menyiapkan perlengkapan darurat dan memberikan perhatian khusus kepada anak-anak, lansia, serta kelompok rentan lainnya.
“Kewaspadaan dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Langkah sederhana seperti memeriksa atap rumah atau menghindari pohon besar saat angin kencang bisa menyelamatkan nyawa,” ujar AKP Tukkar.
Ia menegaskan, masyarakat dapat menghubungi layanan Polri 110 untuk melaporkan kejadian darurat dan meminta bantuan kepolisian.
Melalui langkah tersebut, Polres Simalungun berharap masyarakat dan wisatawan semakin siap menghadapi potensi bencana. Kewaspadaan bersama dinilai menjadi kunci untuk mengurangi risiko dan melindungi keselamatan jiwa di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
