Upaya membangun kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan terus diperkuat. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pematangsiantar, Arri Suaswandhy Sembiring, S.STP., M.Si., menerima kunjungan mahasiswa Fakultas Sains Universitas HKBP Nommensen (UHNP) Pematangsiantar pada Kamis (16/7/2026).

Kunjungan edukatif tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung berbagai tantangan dan strategi pengelolaan lingkungan di Kota Pematangsiantar. Dalam kesempatan itu, Arri Sembiring memaparkan konsep Hexa-Helix, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, media, dan komunitas dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.
Selain menyampaikan materi mengenai kondisi terkini pengelolaan sampah dan lingkungan hidup di Kota Pematangsiantar, Arri juga mengajak para mahasiswa meninjau langsung berbagai fasilitas milik DLH. Mereka diajak mengunjungi Laboratorium Lingkungan, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), hingga fasilitas pengelolaan sampah skala kota untuk melihat proses pengelolaan limbah secara nyata.

Melalui kunjungan lapangan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga pengalaman praktis mengenai pengelolaan lingkungan yang diterapkan pemerintah daerah.
Wakil Rektor II Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Hendra Simanjuntak, S.Pd., M.Pd., yang juga merupakan dosen pengampu Program Studi Pendidikan Kimia bagi mahasiswa peserta kunjungan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari implementasi konsep Hexa-Helix.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah, diharapkan lahir berbagai inovasi, penelitian, serta solusi nyata dalam menjawab persoalan lingkungan. Kolaborasi tersebut juga menjadi langkah strategis untuk membangun generasi muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu-isu lingkungan sekaligus mendukung terwujudnya Kota Pematangsiantar yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara akademisi dan pemerintah tidak hanya berhenti pada ruang diskusi, tetapi diwujudkan melalui pembelajaran langsung di lapangan sebagai bekal bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan di masa depan.

