Yoseph Parasian Siburian: “Jangan Hanya Minta Maaf, Rakyat dan Pelaku UMKM Harus Diberi Kompensasi”
Pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda hampir seluruh wilayah Sumatera, khususnya Kota Pematangsiantar, selama dua hari berturut-turut pada 22–23 Mei 2026 menuai sorotan keras dari kalangan mahasiswa. Kondisi padamnya listrik yang disertai lumpuhnya jaringan sinyal komunikasi dinilai telah menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat. Pada Senin 25 Mei 2026.
Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Yoseph Parasian Siburian, secara tegas mempertanyakan penyebab blackout besar tersebut dan mendesak adanya pertanggungjawaban nyata dari pihak PT PLN (Persero).
“Saya Yoseph Parasian Siburian, mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, menyoroti serius blackout listrik yang terjadi di seluruh Sumatera, khususnya di Kota Pematangsiantar. Selama dua hari penuh, tepatnya 22 sampai 23 Mei 2026, masyarakat harus menghadapi padamnya listrik dan sinyal komunikasi,” pungkasnya.
“Menurut saya , lamanya pemadaman tersebut memunculkan berbagai tanda tanya besar di tengah masyarakat. Ia bahkan menduga ada hal yang tidak beres di balik peristiwa blackout massal tersebut.
“Saya menduga ada sesuatu yang buruk di balik padamnya listrik ini. Dugaan saya, bisa saja ada aktivitas tertentu seperti masuknya barang-barang haram atau hal lain yang memanfaatkan situasi gelap total di Sumatera. Ini harus diusut secara transparan dan terbuka agar masyarakat tidak terus bertanya-tanya,” tegas Yoseph.
Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, telah menyampaikan permohonan maaf atas blackout massal yang berdampak luas di berbagai wilayah Sumatera, termasuk Sumatera Utara, Aceh, Riau, Sumatera Barat, dan Jambi.
Namun menurut Yoseph, permintaan maaf saja tidak cukup untuk menutupi dampak besar yang telah dirasakan masyarakat selama dua hari terakhir.
“Saya mendesak agar Direktur Utama PLN tidak hanya menyampaikan permintaan maaf. Dua hari tanpa listrik dan sinyal bukan waktu yang singkat. Banyak pedagang kecil, pelaku UMKM, hingga masyarakat pencari nafkah harian mengalami kerugian besar akibat blackout ini,” Ujarnya.
Ia juga meminta pemerintah dan PLN segera mengambil langkah konkret berupa pemberian kompensasi kepada masyarakat terdampak di seluruh wilayah Sumatera.
“PLN harus bertanggung jawab penuh dan memberikan kompensasi kepada seluruh rakyat yang terdampak padamnya listrik ini. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban tanpa ada solusi nyata,” Tegas Yoseph.

