Kota Pematangsiantar kembali menjadi ruang perjumpaan lintas daerah dan lintas komunitas. Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn membuka Musyawarah Nasional (Munas) XV UNIO Indonesia, Senin (14/09/2026) malam.
Kegiatan yang mengusung tema “Imam Diosesan Rasul Spiritualitas Kristiani di Era Digital” tersebut digelar di Catholic Center–Pusat Pembinaan Umat Keuskupan Agung Medan (CC-PPU KAM), Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba.
Pembukaan Munas turut menjadi momentum memperkuat pesan kebersamaan, pelayanan, toleransi, dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Wesly: Keberagaman Adalah Kekuatan
Dalam sambutannya, Wesly atas nama Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar dan masyarakat menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta Munas XV UNIO Indonesia.
Ia menyebut, kepercayaan menjadikan Pematangsiantar sebagai tempat berlangsungnya rangkaian Munas XV merupakan sebuah kehormatan bagi pemerintah dan masyarakat kota.
“Kehadiran para Romo dan seluruh peserta dari berbagai wilayah Indonesia tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” sebut Wesly.
Wesly berharap Munas XV dapat semakin memperkuat peran dan kontribusi UNIO Indonesia, baik dalam kehidupan gereja maupun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurutnya, nilai persaudaraan, kepedulian, pelayanan, serta toleransi yang damai merupakan nilai penting dalam kehidupan bangsa Indonesia.
Terlebih, Pematangsiantar sejak dahulu dikenal sebagai kota dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat.
“Bagi kami, keberagaman bukanlah sesuatu yang harus dipertentangkan, melainkan kekuatan yang harus kita rawat bersama. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Pematangsiantar sangat mengapresiasi setiap kegiatan keagamaan dan organisasi yang turut membangun semangat kerukunan, serta memperkuat kehidupan sosial kemasyarakatan,” tegasnya.
Ajak Peserta Nikmati Pematangsiantar
Kepada seluruh peserta Munas XV UNIO Indonesia, Wesly berharap momentum tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk mengikuti seluruh agenda musyawarah, tetapi juga untuk mengenal suasana Kota Pematangsiantar dan berinteraksi dengan masyarakat.
“Mari jadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk memperkuat kebersamaan, mempererat tali persaudaraan, dan menghadirkan semakin banyak karya pelayanan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” tukasnya.
Selanjutnya, Wesly secara resmi membuka Musyawarah Nasional XV UNIO Indonesia.
DPRD Apresiasi Perhatian Wesly
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Ir Daud Simanjuntak MM menyampaikan apresiasi terhadap perhatian Wali Kota Wesly Silalahi kepada umat dan gereja Katolik di Kota Pematangsiantar.
Menurut Daud, perhatian tersebut antara lain terlihat dari fasilitasi Perayaan Natal Umat Katolik se-Kota Pematangsiantar dan perayaan Paskah. Bahkan, tahun ini Perayaan Natal Umat Katolik kembali direncanakan digelar pada 28 Desember 2026.
“Seiring doa, kiranya Tuhan Allah Tritunggal Maha Kudus memberikan kesehatan yang prima dan kebijaksanaan dalam memimpin Kota Pematangsiantar. Kiranya acara ini berjalan lancar dan sukses,” kata Daud.
UNIO Apresiasi Toleransi Pematangsiantar
Ketua UNIO Indonesia Rm Florens Maxi Unbria dalam sambutannya menyampaikan, tema Munas XV, “Imam Diosesan Rasul Spiritualitas Kristiani di Era Digital”, dinilai relevan dengan perkembangan zaman dan ajakan para uskup se-Asia pada Juli lalu.
Ia juga mengapresiasi kehidupan toleransi di Kota Pematangsiantar yang disebutnya terawat dengan baik.
Florens menyinggung posisi Pematangsiantar yang berada di peringkat ke-4 Indonesia dalam Indeks Kota Toleransi versi Setara Institute.
“Sehingga toleransi di Kota Pematangsiantar semakin bersinar dan berdampak untuk Indonesia. Proficiat kepada Bapak Wali Kota dan masyarakat Kota Pematangsiantar,” katanya.
Dihadiri Uskup dan Delegasi dari Berbagai Daerah
Pembukaan Munas XV UNIO Indonesia turut dimeriahkan berbagai hiburan, di antaranya penampilan tari 10 etnik Sumatera Utara dari RS Harapan serta sejumlah hiburan lainnya.
Turut hadir Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Antonius Subianto Bunjamin, para Uskup se-Indonesia yang diwakili 12 Uskup, khususnya para Uskup Pembina UNIO Mgr Siprianus Hormat, Uskup Agung Medan yang diwakili Vikjen KAM P Mikael Manurung OFMCap, Ketua DPRD Kabupaten Malaka Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Adrianus Bria Seran, serta para Romo utusan UNIO KWI Timor Leste.
Wesly turut didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Pematangsiantar Fidelis Edy Suranta Sembiring SSTP MSi.

