Siantar Corner
No Result
View All Result
9 Januari 2026 | 23:11 WIB
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NUSANTARA
  • DUNIA
No Result
View All Result
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NUSANTARA
  • DUNIA
No Result
View All Result
Siantar Corner
No Result
View All Result
  • SMSI
  • google news
  • danautoba.co.id
  • Siantar
  • Simalungun
  • Sumut
  • Nusantara
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Future
  • Gallery
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Seremoni
ADVERTISEMENT
Home Berita

Dia Bukan Kartini, Dia Apni Si Petani

Editor: Dhev Fretes Bakkara
20 April 2017 | 18:43 WIB
in Berita, Ekonomi, Headline, Kesehatan, Lifestyle, Slide
ADVERTISEMENT
Apni Olivia Naibaho, Saat menjadi Finalis Duta Petani Muda

Tak perlu menjadi Kartini, namun jadilah dirimu sendiri. Hanya saja tetap harus memberikan manfaat bagi kehidupan orang lain.

Hari ini, 21 April merupakan peringatan Hari Kartini. Anak-anak bangsa, khususnya kaum Hawa beramai-ramai memeringatinya. Di hari ini, banyak pandangan dan pikiran mengarah ke wanita kelahiran Jepara, Jawa Tengah itu.

Sosok-sosok Kartini masa kini pun ‘dimunculkan’. Padahal, mereka bukan Kartini. Mereka-mereka itu adalah diri mereka sendiri. Mereka telah berjuang, berpikir, dan berkarya. Mereka pun ada di mana-mana.

Di Kota Pematangsiantar, ada Apni Olivia Naibaho SE MMin. Perempuan ini bukan walikota, bukan pula anggota DPRD. Dia seorang petani! Yah dia seorang petani yang berjuang menyelamatkan  manusia dan lingkungan dari kerusakan serta kerugian yang ditimbulkan penggunaan bahan kimia   berbahaya,  semacam pestisida anorganik dan lainnya.

Apni Olivia Naibaho, Hendak Memasarkan Hasil Pertanian Organik

Sejak Maret tahun 2013, Apni memilih berkecimpung menjadi petani, khususnya petani sayur organik. Selain bertani, ia memasarkan sendiri hasil pertaniannya. Kini, ia telah memiliki beberapa orang petani binaan. Mereka menanam kangkung, sawi manis, sawi pahit, bayam merah, bayam hijau, dan pokcoy. Tentunya tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya.

“Aku bersama enam orang petani di Blok Songo bertani sayur secara organik,” sebut Apni.

Setelah panen, lanjut Apni, hasilnya dijual ke kantor-kantor pemerintah dan swasta, termasuk puskesmas dan sejumlah bank yang ada di kota Pematangsiantar.

Diceritakan Apni, sebelumnya setamat sekolah menengah atas,  ia  sempat merantau ke Jakarta. Setelah 12 tahun, tepatnya tahun 2012 ia memilih kembali ke Pematangsiantar. Di kota kelahirannya, termasuk juga di kabupaten tetangga, Simalungun, Apni melihat kehidupan para petani sangat miris.

“Mereka miskin, terpuruk hidupnya,” tukas Apni,  yang selama di Jakarta bekerja di yayasan  peduli kaum marjinal.

Setelah ditelusuri, lanjut Apni, ternyata para petani itu tertindas oleh tengkulak.

“Tengkulak itu seakan-akan membantu petani dan memberikan modal, tapi kemudian petani terpaksa menjual hasil pertaniannya ke tengkulak dengan harga sangat murah,” sesal Apni.

Apni memilih bertanam sayur organik. Alasannya, pertanian organik tidak merusak tanah. Selain itu, hasil pertaniannya lebih sehat dan aman dikonsumi.

“Harga jual pun lebih tinggi,” sambungnya.

Diakui Apni, sebelum turun langsung ke areal pertanian, ia terlebih dahulu memelajari ilmu pertanian, khususnya pertanian organik. Sebab, latar belakang pendidikannya bukanlah pertanian.

Awalnya, Apni bertani sendiri. Ia mengontrak lahan di Simpang Kerang selama enam bulan. Kemudian, pindah ke kawasan Tanjung Pinggir, hingga kemudian ke Blok Songo, Simalungun, sampai sekarang.

“Semuanya itu (lahan) disewa. Aku nggak punya lahan,” aku Apni, seraya menambahkan ia berobsesi para petani beralih dari pertanian kimia ke organik. Lantas Apni menampung seluruh hasil pertanian mereka dan memasarkannya. Plus, ia menjadi konsultan bagi para petani.

Di Blok Songo, Apni membantu petani mulai dari membangun bedengan hingga panen.

“Jadi mereka (petani) melihat apa yang kulakukan. Selama setahun terus seperti itu. Sambil aku menjalin relasi dengan petani dan memotivasi mereka untuk beralih ke pertanian organik. Setahun kemudian, ada dua petani tertarik untuk bertani organik. Setelah panen, aku yang memasarkan sayur mereka,” beber Apni lagi.

Diakui Apni, kini ia memang tidak lagi langsung turun ke lahan pertanian. Ia lebih memokuskan diri sebagai distributor sayuran organik yang dihasilkan para petani binaannya di Blok Songo.

“Nama brand kami Siantar Sehat, atau Sise,” sebut sulung dari tiga bersaudara ini. Selain itu, Apni pun mencoba usaha baru, yaitu produk olahan dari sayur, yang disebut stik sayur Sise.

Menurut Apni, masa panen sayur organik tidak bisa dipastikan. Apalagi jika cuaca tidak jelas seperti saat ini. Namun biasanya, kata perempuan yang masih lajang ini, bisa 2-3 kali dalam seminggu. Dari sekitar delapan rante areal pertanian mereka, sekali panen rata-rata menghasilkan 30-50 kilogram sayuran. Harga pun jauh di atas harga sayuran kimia. Misalnya, kangkung. Dari hasil pertanian dengan menggunakan bahan kimia, harganya Rp2 ribu per kilogram. Namun untuk kangkung organik menjadi Rp7 ribu per kilogram.

Ditambahkannya  selain memproduksi  dan menjual sayuran segar, bersama sejumlah petani yang diajaknya bergabung, mereka memproduksi penganan stik  berbahan sayuran  organik.

Duta Petani Muda

Sebagai petani, Apni telah diakui berprestasi. Ia pernah mengikuti pemilihan Duta Petani Muda 2016. Dari 514 petani muda seluruh Indonesia, Apni masuk 10 besar finalis.

“Aku terpilih sebagai peserta berdedikasi,” sebut alumni SD Taman Asuhan, SMP Bintang Timur, dan SMA Negeri 4 Pematangsiantar ini.

Menurut Apni, mengubah pola pikir dan membangkitkan kesadaran petani dan konsumen  memang lah tidak semudah membalik telapak tangan. Kendati demikian,  wanita kelahiran Pematangsiantar 30 April 1982 ini mengaku optimis.

\

“ Mengubah pola pikir   itu ga segampang membalikkan tangan walaupun yg ditawarkan ke petani dan konsumen  itu sesuatu yang bagus, jadi harus sabar,“ sebutnya optimis.

Ia pun sangat berharap  ke depan akan makin banyak petani dan konsumen yang sadar dan beralih ke pola pertanian organik dan ramah lingkungan.

Ada kepuasan tersendri bagi Apni  menjalani kegiata pertanian organik. Alumni Universitas Bung Karno ini merasa sangat puas ketika petani memutuskan beralih ke pertanian organik  dan terjadi peningkatan pendapatan. Sedangkan konsumen beralih ke produk sayuran organik dan bertanya padanya  kapan panen.

Ia pun  menawarkan dan memasarkan produk  dengan lisan dari orang per orang maupun lewat berbagai media sosial. Untuk kaum hawa, khususnya ibu-ibu yang ada di Pematangsiantar, Apni mengajak agar memulai pola hidup sehat, salah satunya dengan  memilih sayuran organik bagi keluarganya.

“Aku berharap setiap rumah tangga memanfaatkan halaman rumah dengan bertanam sayur organik sehingga sehat dikonsumsi keluarganya. Wanita dimana pun berada bisa berdampak positif sehingga ada gunanya dulu Kartini mengumandangkan Emansipasi, “ (Rivay Bakkara) Tulisan  didedikasikan untuk wanita-wanita hebat. Selamat Hari Kartini…

Foto; Apni Olivia Naibaho

 

Tags: Apni olivia Naibahohari kartinikartini masa kinikartini siantarpertanian organikpetani muda
Share304Tweet17SendShare

Berita Terkait

Siantar

Wali Kota Siantar Tinjau Dua Lokasi Kebakaran, Sampaikan Duka dan Salurkan Bantuan

Editor: Dhev Fretes Bakkara
9 Januari 2026 | 14:13 WIB
99

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn bersama Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Ny Liswati Wesly Silalahi mengunjungi dua lokasi...

Read moreDetails
Berita

Lupa Cabut Kunci Saat Check in, Motor Disorong Tukang Pangkas Rambut

Editor: Dhev Fretes Bakkara
9 Januari 2026 | 13:32 WIB
99

Jajaran Polsek Medan Area, Polrestabes Medan, mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah hukumnya. Dua pelaku berhasil diamankan, satu...

Read moreDetails
Sumut

Brigjen Sonny Irawan Resmi Jabat Wakapolda Sumut, Kapolda Pimpin Sertijab

Editor: Dhev Fretes Bakkara
9 Januari 2026 | 07:53 WIB
99

Medan — Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., memimpin langsung Upacara Serah Terima Jabatan...

Read moreDetails
Berita

Sudah 11 Kali Beraksi, Komplotan Curanmor Rumah Ibadah Ditembak Polsek Sunggal

Editor: Dhev Fretes Bakkara
8 Januari 2026 | 19:41 WIB
99

Polsek Sunggal kembali tangkap 4 pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan yakni Residivis Curanmor Specialis Rumah Ibadah. 4 pelaku yang...

Read moreDetails

Berita Terbaru

Siantar

Wali Kota Siantar Tinjau Dua Lokasi Kebakaran, Sampaikan Duka dan Salurkan Bantuan

9 Januari 2026 | 14:13 WIB
99
Berita

Lupa Cabut Kunci Saat Check in, Motor Disorong Tukang Pangkas Rambut

9 Januari 2026 | 13:32 WIB
99
Sumut

Brigjen Sonny Irawan Resmi Jabat Wakapolda Sumut, Kapolda Pimpin Sertijab

9 Januari 2026 | 07:53 WIB
99
Berita

Sudah 11 Kali Beraksi, Komplotan Curanmor Rumah Ibadah Ditembak Polsek Sunggal

8 Januari 2026 | 19:41 WIB
99
Hukum

Polrestabes Medan Tahan Putra Sembiring, Tiga Terduga Pelaku Lain Mangkir dari Panggilan Polisi

8 Januari 2026 | 19:19 WIB
99
Berita

Hasil Curian Dijual ke Tukang Botot, Dua Pelaku Ditangkap Setelah Rayakan Tahun Baru

8 Januari 2026 | 13:53 WIB
99
Berita

Pelaku Curanmor di Perumnas Mandala Ditangkap, Dua Rekannya Masih Diburu

8 Januari 2026 | 13:00 WIB
99
Berita

Pembakaran Mobil di Depan Warkop Anugerah MMTC, Polisi Dalami Motif

8 Januari 2026 | 12:36 WIB
99
Berita

Mimpi Jadi PNS Berakhir Penipuan, Dua Terdakwa Rampas Rp350 Juta

8 Januari 2026 | 12:09 WIB
99
Berita

Patroli Presisi Dini Hari, Polsek Medan Barat Cegah 3C dan Aksi Geng Motor

8 Januari 2026 | 08:40 WIB
99
Berita

Pencurian di Komplek J City, Polsek Deli Tua Amankan Pelaku Bersama Beragam Barang Bukti

7 Januari 2026 | 17:49 WIB
99
Berita

Polda Sumut Gerebek Rumah di Kampung Baru, Temukan 1 Kg Sabu dan Beragam Narkotika

7 Januari 2026 | 12:44 WIB
99
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2017-2024 Siantarcorner.com

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara berita sport

No Result
View All Result
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NUSANTARA
  • DUNIA

© 2017-2024 Siantarcorner.com

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara berita sport