Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026, Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Pematangsiantar menghadirkan rangkaian kegiatan yang tidak sekadar memeriahkan momentum bersejarah, tetapi juga memperkuat persatuan, kepedulian sosial, dan peran strategis generasi muda dalam pembangunan daerah.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 21–28 Oktober 2026 tersebut diisi dengan berbagai agenda positif dan inklusif, mulai dari lomba memancing, Car Free Day (CFD), fun run, hingga perlombaan olahraga tradisional. Puncak peringatan dijadwalkan melalui Kirab Kebangsaan dan Doa Lintas Agama sebagai simbol persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kota Pematangsiantar.
DPD KNPI Pematangsiantar mengajak seluruh elemen pemuda, organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), organisasi kemasyarakatan (ormas), serta masyarakat luas untuk mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Momentum Sumpah Pemuda diharapkan menjadi ruang bersama bagi generasi muda untuk mempererat persaudaraan, membangun semangat kebangsaan, sekaligus menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bergerak bersama demi kemajuan daerah.
Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Persatuan
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor antara DPD KNPI Pematangsiantar, Pemerintah Kota Pematangsiantar, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh agama, tokoh masyarakat, Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO), serta dukungan dari sektor swasta dan perbankan.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun semangat kebersamaan. Peringatan Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat komunikasi, memperluas partisipasi masyarakat, dan menumbuhkan tanggung jawab bersama dalam menjaga keharmonisan di Kota Pematangsiantar.
KNPI Dorong Perda Toleransi dan Gagasan Tugu Kerukunan
Lebih dari sekadar menyelenggarakan kegiatan peringatan, DPD KNPI Pematangsiantar turut mendorong langkah konkret untuk menjaga keberagaman yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda, KNPI mendorong Pemerintah Kota dan DPRD Pematangsiantar mempercepat pembahasan serta menghadirkan payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) tentang Kerukunan atau Toleransi. Regulasi tersebut diharapkan dapat menjadi landasan dalam merawat keharmonisan, melindungi keberagaman, serta memperkuat kehidupan masyarakat yang terdiri atas berbagai suku, agama, dan latar belakang budaya.
Selain mendorong regulasi, KNPI juga mengusulkan gagasan pembangunan Tugu Toleransi sebagai simbol fisik identitas Kota Pematangsiantar yang majemuk dan harmonis.
Tugu tersebut diharapkan tidak hanya menjadi penanda kota, tetapi juga merepresentasikan komitmen bersama untuk menghormati perbedaan, menjaga persaudaraan, dan menolak segala bentuk intoleransi.
Gagasan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa toleransi tidak cukup berhenti pada slogan atau seremoni. Nilai-nilai keberagaman perlu diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak pada kerukunan, partisipasi masyarakat, serta tindakan nyata yang berkelanjutan.
Melalui rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, DPD KNPI Pematangsiantar berharap generasi muda semakin aktif mengambil peran dalam menjaga persatuan dan mendorong pembangunan daerah yang inklusif.
Semangat Sumpah Pemuda pun diharapkan tidak hanya hidup selama perayaan berlangsung, tetapi terus menjadi landasan bagi pemuda untuk berkontribusi, merawat toleransi, dan membangun masa depan Pematangsiantar yang damai di tengah keberagaman.

