Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Sibolga menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan bakti sosial Gerakan Indonesia Asri yang dipusatkan di kawasan Pantai Pelabuhan Lama, Kota Sibolga, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Sibolga AKBP Eddy Inganta, didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Sibolga Ny. Laura Eddy Inganta dan Wakapolres Sibolga Kompol Arifin B. Tampubolon. Turut ambil bagian para pejabat utama, personel Polres Sibolga, serta Bhayangkari Cabang Sibolga dalam aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
Dengan semangat kebersamaan, peserta kegiatan membersihkan kawasan pantai dan pelabuhan dari sampah yang berpotensi mencemari lingkungan. Aksi tersebut kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai simbol kepedulian sekaligus investasi ekologis bagi masa depan.
Bagi Kota Sibolga yang dikenal sebagai kota pesisir, kebersihan dan kelestarian pantai memiliki arti penting, bukan hanya dari sisi keindahan, tetapi juga sebagai bagian dari keberlangsungan ekosistem dan kehidupan masyarakat yang bergantung pada laut.
Kapolres Sibolga AKBP Eddy Inganta menegaskan bahwa Gerakan Indonesia Asri merupakan bentuk pengabdian Polri yang melampaui tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Menurutnya, menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab sosial yang harus diwujudkan melalui langkah-langkah konkret.
“Melestarikan lingkungan berarti menjaga kualitas hidup generasi hari ini dan generasi yang akan datang. Karena itu, kepedulian terhadap kebersihan dan penghijauan harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.
Penanaman pohon yang dilakukan dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang, mulai dari memperkuat kawasan hijau, menjaga keseimbangan lingkungan pesisir, hingga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat alam sebagai warisan bersama.
Melalui Gerakan Indonesia Asri, Polres Sibolga menghadirkan makna Hari Bhayangkara tidak hanya sebagai momentum refleksi pengabdian institusi, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat kontribusi nyata kepada masyarakat. Dari pesisir Kota Sibolga, semangat menjaga negeri diwujudkan melalui langkah sederhana namun bernilai besar: merawat alam demi masa depan yang lebih baik.

