Siantar Corner
No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Berita
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Siantar Corner
  • SMSI
  • danautoba.co.id
  • Siantar
  • Simalungun
  • Dunia
  • Bisnis
  • Future
  • Gallery
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Seremoni
Home Berita

Jack Marpaung Lahir di Porsea dan Tumbuh Besar di Siantar,Alex Hutajulu : “Selalu menghibur,berpikir Positif,”

Editor: Dhev Fretes Bakkara
7 Januari 2025 | 00:56 WIB
in Berita
ADVERTISEMENT

Sosok Jack Marpaung, sang maestro musik Batak, meninggal dunia di usia 76 tahun. Perjalanan hidupnya dari penyanyi hingga pendeta.

Suami Novita Dewi Marpaung, Alex Rudiart Hutajulu, mengatakan bahwa ayah mertuanya, Jack Marpaung, meninggal dunia di Rumah Sakit St Carolus, Salemba, Jakarta Pusat.

“Ya (meninggal) kemarin (Minggu) pukul 18.30 di RS Carolus Salemba,” kata Alex melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Senin (6/12/2024).

Alex Hutajulu menjelaskan bahwa penyebab Jack Marpaung meninggal dunia adalah gejala stroke yang dialami selama dua tahun belakangan ini.

Kondisi tersebut membuat Jack semakin menurun.

“Dua tahun terakhir awalnya kena gejala stroke, makin ke sini kondisi makin menurun terus,”kata Alex.

Sampai pada seminggu terakhir ini, kondisi Jack Marpaung dinyatakan kritis hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit.

“Tapi kritis seminggu terakhir dibawa ke RS,” ujar Alex.

Menurut Alex, sehari sebelum meninggal dunia, ayah mertuanya sudah menutup matanya dan tidak merespons apa pun.

“Sehari sebelum meninggal sudah tutup mata terakhir, besoknya baru meninggal. Sebelumnya masih mata terbuka, cuma tidak ada respons lagi,”jelas Alex.

Suami Novita Dewi Marpaung itu menambahkan saat ini pihak keluarga dan jenazah Jack Marpaung masih berada di Rumah Sakit Carolus, Jakarta Pusat.

Keluarga besar saat ini masih berunding untuk membicarakan rumah duka maupun tempat pemakaman sang Maestro musik batak Jack Marpaung.

Sosok Jack Marpaung di Mata Sang Menantu

Alex Hutajulu, mengungkap sosok sang ayah mertua.

Kata Alex, Jack Marpaung adalah sosok yang baik dan pengertian.

“Paling baik dan pengertian,” ujar Alex melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Senin (6/1/2025).

Selain itu, kata Alex, Jack Marpaung juga sosok ayah mertua yang sangat asyik dan selalu menghibur.

Jack Marpaung juga selalu berpikir positif.

“Asyik banget, selalu menghibur. Selalu berpikir positif,” tutur Alex

Perjalanan Hidup Jack Marpaung

Kepergian Jack Marpaung meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, termasuk istri, anak-anak, dan para penggemarnya.

Dikenal luas melalui lagu-lagu Batak bergenre pop rock dan folk, Jack berhasil mengangkat musik tradisional Batak ke tingkat nasional dan internasional.

Dirangkum Tribun Medan dari berbagai sumber, tak hanya sebagai musisi, Jack juga dikenal sebagai Pendeta Bethel yang mendedikasikan hidupnya untuk melayani Tuhan di akhir hayatnya.

Perjalanan hidupnya yang penuh lika-liku, mulai dari masa kecil yang sulit hingga menjadi maestro musik, menjadikan Jack sosok inspiratif yang dikenang banyak orang, khususnya di Tanah Batak.

Lahir di Porsea dan Tumbuh Besar di Siantar

Jack Marpaung lahir di Porsea, Toba, Sumatera Utara, pada 14 April 1948.

Ia tumbuh di lingkungan yang keras dan bahkan sempat menjalani kehidupan sebagai preman jalanan di masa mudanya, yaitu di Kota Pematangsiantar dan Kota Medan.

Jack Marpaung dididik dengan keras oleh almarhum ayahnya yang seorang prajurit TNI.

Namun, kecintaannya pada musik membawa Jack keluar dari kehidupan tersebut dan memulai kariernya di dunia hiburan.

Di era 80-an, Jack mulai dikenal sebagai penyanyi Batak dengan suara khas yang kuat dan penuh energi.

Ia bergabung dengan Trio Lasidos bersama Bunthora Situmorang dan Hilman Padang, yang kemudian membawa namanya melambung di dunia musik Batak.

Jack Marpaung juga menciptakan banyak lagu hits seperti “Kamar 13,” “Surat Narara,” dan “Didia Rokkaphi.”

Lagu-lagu ini tak hanya populer di kalangan masyarakat Batak, tetapi juga dikenal luas di seluruh Indonesia dan mancanegara

 

Lebih Tiga Dekade Aktif Bernyanyi

Selama lebih dari tiga dekade, Jack Marpaung aktif mempopulerkan musik Batak dengan memadukan unsur tradisional dan modern.

Ia dikenal sebagai musisi serba bisa yang mampu memainkan alat musik tradisional seperti gondang, kecapi, dan seruling.

Jack sering tampil di berbagai acara budaya dan konser, menjadikan musik Batak lebih diterima di kalangan masyarakat luas.

Konser tribute yang digelar untuknya pada 12 Agustus 2023 di Menara Kuningan menjadi bukti bahwa karya-karyanya tetap dikenang hingga kini.

Menurut Posan Tobing, seorang musisi yang pernah bekerja sama dengan Jack Marpaung, mengatakan bahwa karya-karya Jack adalah warisan yang tak lekang oleh waktu. “Jack adalah inspirasi bagi banyak musisi muda, khususnya di komunitas Batak,”tuturnya.

Menjadi Pendeta 

Pada tahun 2014, Jack Marpaung memutuskan pensiun dari dunia musik dan memilih jalan hidup baru sebagai pendeta.

Ia melayani di Gereja Bethel Indonesia cabang Medan dan mendedikasikan hidupnya untuk pelayanan rohani.

Peralihan ini bukan tanpa alasan. Setelah mengalami berbagai cobaan dalam hidup, termasuk masalah kesehatan dan ekonomi, Jack merasa terpanggil untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Ia sering berbagi kesaksian tentang perjalanan hidupnya yang penuh tantangan dan bagaimana iman membawanya kepada kedamaian.

Diketahui, Jack Marpaung menikah dengan Anita Lusiana Silalahi pada tahun 1970-an.

Mereka dikaruniai empat anak, salah satunya adalah Novita Dewi Marpaung, runner-up X Factor Indonesia.

Hubungan keluarga yang harmonis terlihat jelas dalam konser tribute yang diadakan untuk Jack, di mana Novita Dewi Marpaung, sebagai putri tunggal, menunjukkan perhatian besar kepada sang ayah.

Jack juga dikenal dekat dengan cucu-cucunya, khususnya Jay Zachary Benzion Hutajulu, anak dari Novita Dewi Marpaung dengan Alex Rudiart Hutajulu.

Meski memiliki jadwal yang padat sebagai musisi dan pendeta, Jack tetap mengutamakan keluarganya dan menjadi sosok panutan.

Jack Marpaung meninggalkan warisan dengan karya-karyanya yang menginspirasi banyak musisi muda untuk terus melestarikan budaya Batak melalui musik.

 

 

| BERITA TERBARU

Regional

Dedikasi dan Pengabdian Brimob Sumut Tuai Apresiasi, Wakapolda Tegaskan: Selalu Hadir dan Terdepan untuk Masyarakat

25 Juni 2026 | 17:33 WIB
Berita

HUT Bhayangkara ke-80 Meriah, 18 Tim Satkamling Adu Strategi di Kejuaraan Catur Kapolres Sibolga Cup

25 Juni 2026 | 17:22 WIB
Berita

Kapolrestabes Medan Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Ketua FPRB Kota Medan

25 Juni 2026 | 10:53 WIB
Siantar

Jelang HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Siantar Barat Antar Bantuan Langsung ke Rumah Warga Kurang Mampu

25 Juni 2026 | 10:23 WIB
Siantar

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Pematangsiantar Tebar Kepedulian di Dua Panti Asuhan

25 Juni 2026 | 10:20 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2017-2026 Siantarcorner.com

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara berita hoax sport

No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga

© 2017-2026 Siantarcorner.com

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara berita hoax sport