Ribuan penerima manfaat program pemenuhan gizi di Kabupaten Simalungun mendapat perhatian serius dari jajaran Polres Simalungun. Polisi melakukan pemeriksaan keamanan pangan (food safety) di tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan makanan yang didistribusikan aman dikonsumsi.
Pemeriksaan serentak tersebut dilaksanakan Kamis (20/8/2026) pagi di SPPG Polres Simalungun 1, 2 dan 3. Total penerima manfaat dari tiga lokasi tersebut mencapai 8.255 orang, terdiri dari pelajar, balita, ibu hamil hingga ibu menyusui.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba mengatakan pemeriksaan keamanan pangan merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memastikan makanan yang diterima masyarakat tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga aman dari bahan berbahaya.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata Polri untuk masyarakat, dimana Polres Simalungun secara rutin melaksanakan pemeriksaan food safety di seluruh SPPG guna memastikan makanan yang didistribusikan aman dikonsumsi,” ujar AKP Verry Purba, Kamis (20/8/2026).
Pemeriksaan tersebut dilaksanakan jajaran Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Simalungun dan dilaporkan Kasi Dokkes Polres Simalungun dr. Sirovenesia Banjarnahor kepada Kabid Dokkes Polda Sumut dan Kapolres Simalungun.
Pemeriksaan dimulai di SPPG Polres Simalungun 3 sekitar pukul 07.00 WIB, kemudian dilanjutkan di SPPG Polres Simalungun 2 pukul 07.30 WIB dan SPPG Polres Simalungun 1 sekitar pukul 08.00 WIB.
Hasilnya, seluruh makanan dan minuman yang diperiksa dinyatakan dalam kondisi aman untuk dikonsumsi.
“Pemeriksaan makanan dan minuman telah dilaksanakan dan seluruhnya dalam keadaan aman untuk dikonsumsi,” kata dr. Sirovenesia.
Di SPPG Polres Simalungun 1, petugas memeriksa sejumlah menu berupa nasi putih, daging sapi gulai, tahu isi, lalapan timun dan buah semangka. Sebanyak 2.803 porsi makanan didistribusikan dari SPPG tersebut.
Sementara di SPPG Polres Simalungun 3, pemeriksaan dilakukan terhadap menu sekolah berupa nasi putih, chicken katsu sambal matah, sop tahu daun kunyit, tumis wortel dan buncis lada hitam serta buah duku.
Selain itu, terdapat menu 3B berupa nasi putih, sop dori kuah kuning, tempe karage, tumis sayur dan jeruk. Total penerima manfaat di SPPG Polres Simalungun 3 mencapai 2.683 orang.
“Menu yang diperiksa di SPPG Polres Simalungun 3 mencakup menu sekolah dan menu 3B, dengan total penerima manfaat sebanyak 2.683 orang,” ungkap dr. Sirovenesia.
Adapun di SPPG Polres Simalungun 2, petugas memeriksa menu porsi besar untuk jenjang PAUD hingga SMA yang terdiri dari nasi putih, ikan nila sambal geprek, tempe crispy, sup kentang wortel dan buah manggis.
Untuk menu keringan 3B, makanan disesuaikan dengan kebutuhan balita, ibu hamil dan ibu menyusui, termasuk pemberian buah serta susu UHT.
Total penerima manfaat di SPPG Polres Simalungun 2 tercatat 2.769 orang.
“Total penerima manfaat di SPPG Polres Simalungun 2 mencapai 2.769 orang, dengan menu yang disesuaikan khusus bagi balita, ibu hamil dan ibu menyusui,” jelas dr. Sirovenesia.
Yang menjadi perhatian utama dalam pemeriksaan bukan hanya tampilan makanan, tetapi juga kandungan bahan kimia yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Dari pemeriksaan organoleptik di ketiga SPPG, seluruh sampel menunjukkan bentuk, rasa, aroma dan warna yang normal.
Sementara hasil uji kimia menunjukkan seluruh sampel negatif boraks, formalin, nitrit, nitrat dan fosfat. Tingkat keasaman atau pH sampel juga berada di angka 6.
“Hasil uji kimia menunjukkan seluruh sampel makanan negatif dari boraks, formalin, nitrit, nitrat dan fosfat, dengan pH normal di angka 6,” tegas dr. Sirovenesia.
Dengan hasil tersebut, tidak ditemukan indikasi penggunaan bahan berbahaya pada sampel makanan yang diperiksa di tiga SPPG tersebut.
AKP Verry Purba menegaskan pemeriksaan food safety akan menjadi bagian penting dari upaya preventif kepolisian dalam mendukung program pemenuhan gizi masyarakat.
Menurutnya, pengawasan terhadap keamanan pangan sangat penting karena makanan tersebut dikonsumsi oleh ribuan penerima manfaat, termasuk anak-anak dan kelompok rentan.
“Secara keseluruhan, kegiatan pemeriksaan food safety di SPPG Polres Simalungun 1, 2 dan 3 berjalan baik dan lancar tanpa ditemukan kendala,” ujarnya.
Polres Simalungun berharap pemeriksaan keamanan pangan dapat dilakukan secara konsisten sehingga kualitas makanan yang disalurkan kepada masyarakat tetap terjaga, sekaligus memberikan rasa aman bagi para penerima manfaat dan keluarga mereka.
Dengan total 8.255 penerima manfaat, pengawasan pangan tersebut menjadi salah satu langkah kepolisian untuk memastikan program pemenuhan gizi tidak hanya berjalan, tetapi juga memenuhi aspek keamanan bagi masyarakat yang mengonsumsinya.

