Satu unggahan bisa menyebar dalam hitungan detik. Namun, cepatnya informasi beredar di media sosial tidak selalu sejalan dengan kebenarannya.
Polres Simalungun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang ramai muncul di media sosial, terlebih jika hanya berdasarkan judul sensasional, potongan video atau unggahan yang belum jelas sumbernya.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba saat dikonfirmasi di Simalungun, Minggu (20/9/2026), meminta masyarakat lebih teliti sebelum mempercayai, mengomentari maupun membagikan sebuah informasi.
“Di era serba viral, jangan sampai cepat percaya cuma karena lewat di timeline. Luangkan waktu buat pahami informasi secara utuh, cek sumbernya, dan pastikan faktanya sebelum ikut berkomentar atau membagikan,” ujar AKP Verry Purba.
Menurutnya, masyarakat perlu melihat sebuah informasi secara utuh. Potongan judul, video singkat maupun unggahan yang ramai dibagikan belum tentu menggambarkan fakta sebenarnya.
Karena itu, sumber informasi menjadi hal pertama yang perlu diperiksa. Masyarakat diminta memastikan dari mana informasi tersebut berasal dan apakah terdapat sumber yang dapat dipercaya untuk menguatkan kabar tersebut.
“Jangan hanya melihat informasi dari satu unggahan. Pahami konteksnya, cek sumbernya dan pastikan faktanya sebelum mengambil kesimpulan,” katanya.
AKP Verry juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru memberikan komentar terhadap suatu peristiwa hanya berdasarkan informasi yang belum lengkap. Sebab, informasi yang sepotong-sepotong dapat memicu kesalahpahaman hingga keresahan di tengah masyarakat.
Hal yang sama berlaku saat hendak membagikan ulang sebuah konten. Menurutnya, masyarakat perlu memastikan kebenaran informasi sebelum menekan tombol bagikan.
“Kalau belum yakin dengan kebenarannya, jangan buru-buru membagikan. Lebih baik berhenti sejenak dan melakukan pengecekan,” ungkapnya.
Polres Simalungun mengajak masyarakat ikut menjaga ruang digital agar tetap sehat dengan tidak menjadi bagian dari rantai penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pengguna media sosial yang cepat menerima kabar, tetapi juga mampu bersikap kritis sebelum menentukan sikap.
Judul yang heboh belum tentu mencerminkan isi. Video yang viral belum tentu menggambarkan kejadian secara utuh. Begitu pula informasi yang ramai dibagikan belum otomatis menjadi sebuah kebenaran.
Polres Simalungun menegaskan, kecepatan menerima informasi perlu diimbangi dengan ketelitian memeriksa fakta.
Berhenti sejenak, cek sumber, pahami konteks dan pastikan faktanya sebelum berkomentar maupun membagikan.

