Dedikasi seorang perwira Polri tak hanya diukur dari ketegasan saat menjalankan tugas, tetapi juga dari keberanian hadir ketika masyarakat membutuhkan. Sosok itu ditunjukkan Kapolsek Dolok Batunanggar Polres Simalungun, IPTU Ridho V. Pakpahan, S.Kom., M.H., yang dipercaya mengemban tugas sebagai Perwira Upacara pada Aubade dan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.
Kepercayaan tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam kiprah IPTU Ridho sejak dipercaya menjabat Kapolsek Dolok Batunanggar pada 24 Juni 2026. Sebelumnya, ia mengemban tugas sebagai Kasat Intelkam Polres Simalungun.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi awak media, Senin (17/8/2026) malam, mengatakan penunjukan IPTU Ridho sebagai Perwira Upacara merupakan bentuk kepercayaan sekaligus bagian dari peran Polri dalam menjaga kelancaran agenda kenegaraan di tengah masyarakat.
Menurutnya, sosok IPTU Ridho dikenal aktif turun langsung ke lapangan. Bukan hanya menjalankan tugas kepolisian, ia juga disebut menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dalam situasi darurat.
Salah satu yang menjadi perhatian terjadi ketika banjir melanda wilayah Dolok Batu Nanggar akibat luapan Sungai Sikkam pada 30 Juli 2026. Saat itu, IPTU Ridho bersama jajarannya turun langsung membantu penanganan masyarakat terdampak.
Penanganan tidak berhenti pada respons darurat. Kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Simalungun, masyarakat dan unsur terkait juga melakukan langkah lanjutan berupa pengerukan sedimentasi serta normalisasi aliran sungai, termasuk Sungai Pondok Pelita di wilayah Nagori.
“Sejak menjabat Kapolsek Dolok Batunanggar, IPTU Ridho V. Pakpahan kerap terlihat aktif turun langsung dalam berbagai kegiatan sebagai bentuk nyata kehadiran Polri untuk masyarakat,” ujar AKP Verry Purba.
Dari Penanganan Bencana ke Tugas Kenegaraan
Hanya beberapa pekan setelah menunjukkan kepedulian di tengah penanganan bencana, IPTU Ridho kembali dipercaya menjalankan tugas penting dalam momentum peringatan kemerdekaan.
Pada Senin (17/8/2026), sekitar pukul 16.40 WIB, Aubade dan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih digelar di Lapangan Sepak Bola Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar.
Dalam agenda tersebut, IPTU Ridho bertugas sebagai Perwira Upacara dan mendampingi Inspektur Upacara, Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M.
Sebagai Perwira Upacara, IPTU Ridho bertugas menerima laporan kesiapan dari Komandan Upacara AKP Daniel Jani Damanik, S.H., kemudian meneruskannya kepada Inspektur Upacara saat tiba di lapangan.
Peran tersebut menuntut ketelitian, kesiapan serta koordinasi yang matang. Kesalahan kecil dalam rangkaian upacara dapat memengaruhi jalannya prosesi yang menjadi bagian penting dari peringatan Hari Kemerdekaan.
Namun, seluruh rangkaian berlangsung tertib dan khidmat hingga selesai.
Dalam prosesi penurunan Sang Merah Putih, Theresia Karanita Munthe bertugas sebagai pembawa baki. Sementara itu, tiga anggota Paskibraka Kabupaten Simalungun Tahun 2026, yakni Maikel Doanta Sitepu, Ibra Elkana Simamora, dan Jhian Mandala Wijaya dari SMA Plus Efarina, bertugas sebagai pengibar bendera.
Upacara turut dihadiri Ketua Bhayangkari Cabang Simalungun Ny. Nanik M. Aritonang. Bupati Simalungun diwakili Asisten I Pemerintahan Albert Saragih, bersama unsur Forkopimda dan perwakilan sejumlah instansi terkait.
Rangkaian upacara meliputi penghormatan pasukan, laporan Komandan Upacara, prosesi penurunan Sang Merah Putih oleh Paskibraka, hingga penghormatan pasukan sebelum Inspektur Upacara meninggalkan lapangan.
Ketika Pengabdian Tak Berhenti di Seragam
Bagi Polres Simalungun, penampilan IPTU Ridho dalam upacara tersebut bukan sekadar tugas seremonial. Peran itu sekaligus memperlihatkan bagaimana seorang perwira dituntut mampu menjalankan tugas secara profesional, baik ketika berhadapan dengan situasi darurat maupun ketika mengemban amanah kenegaraan.
“Ketelitian dan kesigapan yang ditunjukkan IPTU Ridho V. Pakpahan selama menjalankan tugas sebagai Perwira Upacara menjadi salah satu kunci kelancaran seluruh rangkaian aubade,” kata AKP Verry Purba.
Ia menilai, perpaduan antara kepedulian terhadap masyarakat dan profesionalitas dalam menjalankan tugas menjadi gambaran penting dari sosok pemimpin di jajaran kepolisian.
“Kepedulian di lapangan saat bencana dan ketegasan dalam tugas seremonial menunjukkan totalitas pengabdian seorang Kapolsek,” pungkasnya.
Seluruh rangkaian Aubade dan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih berakhir sekitar pukul 18.00 WIB. Kegiatan berlangsung aman dan terkendali, sekaligus menutup rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Simalungun.

