Keluhan warga soal keberadaan anjing peliharaan yang dinilai agresif mendapat respons dari Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Marihat.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Pematang Marihat, Aipda Asril Manurung, bersama Babinsa turun langsung menindaklanjuti keresahan warga yang khawatir keberadaan sejumlah anjing peliharaan dapat membahayakan pengguna jalan.
Kegiatan tersebut berlangsung Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 11.10 WIB di Jalan Melanthon Siregar, Kelurahan Pematang Marihat, Kecamatan Siantar Marimbun, Kota Pematangsiantar.
Dalam kegiatan sambang itu, Aipda Asril Manurung bersama Babinsa mendatangi Puskesmas Bahbiak dan bertemu dengan Dr. Sarjono Sinurat untuk membahas persoalan tersebut.
Keluhan warga berkaitan dengan kondisi di Jalan Manunggal Karya. Sejumlah warga diketahui memelihara anjing yang dinilai cukup agresif sehingga dikhawatirkan mengganggu kenyamanan dan keselamatan masyarakat yang melintas.
Persoalan tersebut kemudian dikoordinasikan bersama antara Bhabinkamtibmas, Babinsa dan pihak Puskesmas Bahbiak untuk mencari langkah penyelesaian yang tidak hanya menyentuh aspek keamanan, tetapi juga kesehatan hewan dan masyarakat.
Salah satu langkah yang direncanakan yakni mendatangi para pemilik anjing untuk memberikan vaksinasi terhadap hewan peliharaan. Pemilik juga akan diingatkan agar memastikan anjing peliharaan tidak berkeliaran dan membahayakan warga.
Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah munculnya persoalan baru sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Bagi Bhabinkamtibmas, sambang bukan sekadar kegiatan rutin. Kehadiran polisi di tengah masyarakat juga menjadi ruang untuk mendengar langsung persoalan warga dan mencari solusi bersama sebelum masalah berkembang lebih jauh.
Kapolsek Siantar Marihat AKP David Eka Putra, SH melalui kegiatan Bhabinkamtibmas terus mendorong pelayanan yang humanis dengan mengedepankan komunikasi, kepedulian serta sinergi bersama TNI dan pemerintah dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Dengan koordinasi tersebut, persoalan anjing agresif di lingkungan warga diharapkan dapat ditangani secara persuasif, sekaligus menjaga aspek kesehatan dan keselamatan masyarakat.
