Turnamen Zone Ball Season 2 bukan sekadar kompetisi biasa. Ajang bergengsi ini menjadi bukti nyata semakin berkembangnya olahraga biliar di Kota Pematangsiantar sekaligus melahirkan atlet-atlet potensial yang diproyeksikan mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Ketua KONI Kota Pematangsiantar, Riau Alexander Siahaan, mengaku bangga melihat kualitas pertandingan yang ditunjukkan para peserta sepanjang turnamen. Menurutnya, Zone Ball Season 2 telah menjadi panggung bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaik, mental juara, serta sportivitas yang patut diapresiasi. Pada Minggu 14 Juni 2026.
“Turnamen ini menunjukkan bahwa biliar Pematangsiantar memiliki masa depan yang sangat cerah. Saya melihat banyak atlet berbakat yang memiliki kemampuan dan mental bertanding yang luar biasa. Ini menjadi modal penting untuk melahirkan prestasi yang lebih besar ke depan,” ujar Riau Alexander Siahaan.
Sorotan utama turnamen tertuju kepada Bonar yang tampil luar biasa sejak babak awal hingga partai final. Dengan permainan yang tenang, presisi tinggi, dan strategi matang, Bonar sukses menaklukkan lawan-lawannya dan memastikan diri berdiri di podium tertinggi sebagai Juara 1 Zone Ball Season 2.
Di posisi kedua, Rey juga tampil mengesankan dengan permainan agresif dan konsisten yang membuat setiap pertandingan berlangsung ketat dan menarik untuk disaksikan. Sementara itu, From Siahaan dan Geneo yang menjadi semifinalis bersama turut mendapat apresiasi atas perjuangan dan penampilan terbaik mereka selama kompetisi berlangsung.
Bagi Ketua KONI, keberhasilan turnamen ini tidak hanya diukur dari lahirnya para juara, tetapi juga dari munculnya regenerasi atlet yang siap membawa nama Pematangsiantar ke berbagai ajang kompetisi di masa mendatang.
Ia menilai antusiasme peserta dan dukungan komunitas biliar yang terus meningkat menjadi sinyal positif bahwa olahraga ini semakin dicintai masyarakat. Karena itu, KONI mendorong agar kompetisi seperti Zone Ball terus digelar secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan atlet daerah.
“Pembinaan tidak bisa instan. Atlet membutuhkan kompetisi yang rutin agar kemampuan mereka terus berkembang. Zone Ball telah menjadi wadah yang sangat baik untuk mencetak atlet-atlet berprestasi,” tegasnya.
Kesuksesan Zone Ball Season 2 juga tidak lepas dari kerja keras panitia, sponsor, dan seluruh pecinta biliar yang terus memberikan dukungan terhadap kemajuan olahraga ini. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun prestasi olahraga biliar di Kota Pematangsiantar.
Kini, tirai Zone Ball Season 2 memang telah ditutup. Namun semangat para atlet justru semakin menyala. Dengan motivasi yang lebih besar dan target yang lebih tinggi, para pemain mulai mempersiapkan diri menyambut Zone Ball Season 3 yang diprediksi akan berlangsung lebih sengit, lebih kompetitif, dan semakin bergengsi.
Dari meja biliar Zone Ball, harapan baru olahraga Pematangsiantar mulai lahir. Dan di balik kesuksesan itu, Ketua KONI Riau Alexander Siahaan optimistis akan muncul atlet-atlet yang suatu hari nanti mampu mengharumkan nama daerah di panggung yang lebih besar.

