Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., membuka Lomba Cipta Lagu Musisi Jalanan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 di Aula Patriatama Polrestabes Medan, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan yang digagas Sat Intelkam Polrestabes Medan itu dihadiri Wakapolrestabes Medan AKBP Rudy Silaen, S.H., S.I.K., M.I.Kom., Kasat Intelkam Kompol Lengkap Suherman Siregar, S.H., M.H., para pejabat utama Polrestabes Medan, para kapolsek jajaran, dewan juri dari kalangan akademisi dan praktisi musik, serta enam finalis yang lolos ke babak penilaian akhir.

Dewan juri terdiri atas Tri Danu Satria, dosen Program Studi Pendidikan Musik, Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan, Ahmad Syarif selaku Ketua Program dan Produksi DPD PAPPRI Sumatera Utara, serta praktisi musik Radhian Syuhada.
Mewakili dewan juri, Ahmad Syarif mengatakan sebanyak 15 peserta mengikuti proses seleksi. Dari jumlah tersebut, enam peserta terbaik berhak tampil pada babak final. Penilaian dilakukan secara objektif dengan memperhatikan orisinalitas karya, kualitas musikalitas, kreativitas, dan pesan yang disampaikan dalam lagu. Seluruh lagu yang dilombakan wajib merupakan hasil ciptaan peserta sendiri dan tidak diperkenankan menggunakan bantuan Artificial Intelligence (AI) dalam proses penciptaannya.
Dalam sambutannya, Kapolrestabes Medan mengatakan lomba cipta lagu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang dikemas melalui berbagai kegiatan kreatif dengan melibatkan masyarakat.
“Atas nama keluarga besar Polrestabes Medan, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, dewan juri, dan panitia yang telah menyukseskan kegiatan ini. Semoga lomba cipta lagu ini menjadi wadah lahirnya karya-karya terbaik dari musisi jalanan sekaligus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat. Selamat Hari Bhayangkara ke-80,” ujar Jean Calvijn.
Sebelumnya, Polrestabes Medan telah menggelar turnamen biliar bagi kalangan pemuda, lomba karya tulis, lomba domino untuk insan media dan wartawan, serta lomba orasi damai yang diikuti 25 elemen masyarakat.
“Melalui kegiatan-kegiatan tersebut kami ingin membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sehingga tercipta situasi yang aman dan kondusif. Lomba cipta lagu ini juga diharapkan menjadi ruang bagi musisi jalanan untuk menunjukkan karya terbaiknya,” kata Jean Calvijn.
Menurutnya, tidak sedikit musisi nasional yang memulai perjalanan karier dari jalanan. Karena itu, Polrestabes Medan ingin memberikan ruang bagi para musisi jalanan untuk menunjukkan kreativitas dan mengembangkan potensinya.
“Menciptakan lagu bukan pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan ide, kreativitas, dan proses berpikir. Saya mengapresiasi seluruh peserta yang telah menghasilkan karya terbaik. Selamat bertanding dan selamat Hari Bhayangkara ke-80,” ujarnya.
Usai pembukaan, enam finalis tampil membawakan lagu ciptaan masing-masing, yakni Muhammad Iqbal Nasution, Michelle Vanessa Situmorang dengan lagu “Polri Untuk Masyarakat”, Firmansyah Runtuwene dengan lagu “Polri Garda Terdepan”, Wan Sitepu atau Pengamen Binjai dengan lagu “Polri”, Benjamin Sibuea dengan lagu “Polri Untuk Masyarakat”, serta Ayu Puspita Sari Sinaga dengan lagu “Pengabdian Abadi”.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Muhammad Iqbal Nasution meraih Juara I dengan nilai 238. Firmansyah Runtuwene meraih Juara II dengan nilai 232, sedangkan Wan Sitepu meraih Juara III dengan nilai 218.
Piala dan hadiah diserahkan kepada para pemenang. Juara I menerima penghargaan dari Wakapolrestabes Medan, Juara II dari Kapolsek Deli Tua, sedangkan Juara III diserahkan oleh Kasat Intelkam Polrestabes Medan Kompol Lengkap Suherman Siregar.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama Kapolrestabes Medan, para peserta, dan dewan juri. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan kondusif sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus memperkuat pendekatan humanis Polri melalui ruang kreativitas masyarakat.

