Siantar Corner
No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Berita
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Siantar Corner
  • SMSI
  • danautoba.co.id
  • Siantar
  • Simalungun
  • Dunia
  • Bisnis
  • Future
  • Gallery
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Seremoni
Home Berita Regional
Kompleks Makam Papan Tinggi
Kompleks makam ini berada di atas Bukit di Desa Penanggahan, Kecamatan Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatra Utara. Masyarakat meyakini terdapat salah satu dari tujuh makam di kompleks tersebut merupakan pusara dari Syekh Mahmud, saudagar dan pendakwah dari Yaman. Ia pada mulanya berlayar menuju Samudra Pasai, namun kapalnya terdampar di Barus. Syekh Mahmud diyakini hidup pada abad VII Masehi.

Kompleks Makam Papan Tinggi Kompleks makam ini berada di atas Bukit di Desa Penanggahan, Kecamatan Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatra Utara. Masyarakat meyakini terdapat salah satu dari tujuh makam di kompleks tersebut merupakan pusara dari Syekh Mahmud, saudagar dan pendakwah dari Yaman. Ia pada mulanya berlayar menuju Samudra Pasai, namun kapalnya terdampar di Barus. Syekh Mahmud diyakini hidup pada abad VII Masehi.

Makam Tua di Barus Tapteng ,Jejak Awal Islamisasi Nusantara

Editor: Dhev Fretes Bakkara
30 Maret 2023 | 00:07 WIB
in Regional
ADVERTISEMENT

Sumatera disebut-sebut sebagai wilayah pertama masuknya agama Islam ke Nusantara. Penyebaran Islam dilakukan oleh para saudagar Arab yang berdagang.
Para pembawa Islam datang langsung dari Semenanjung Arabia yang merupakan utusan resmi yang disebut khalifah atau para pedagang Islam.

Untuk lebih jelasnya, simak sejarah perkembangan Islam di Sumatera dan peninggalannya berikut ini.
Sejarah Perkembangan Islam di Sumatera
Merujuk laman Kemdikbud, penyebaran Islam di Sumatera dilakukan oleh saudagar Arab. Mereka berdagang dari Mesir, Persia, Gujarat ke Cina melalui Barus-Fansur, yang terletak di ujung barat Pulau Sumatera. Barus sendiri disebut sebagai perkampungan Islam tertua di Nusantara.

Mereka yang membawa ajaran Islam juga datang langsung dari Semenanjung Arabia yang menjadi utusan resmi Khalifah, yakni para pedagang yang memiliki hubungan perdagangan dengan Aceh.

Hubungan tersebut juga melahirkan asimilasi keturunan Arab-Aceh di sekitar pesisir ujung Pulau Sumatera. Selain itu juga memudahkan penyebaran Islam yang berkembang di Aceh sejak abad ketujuh.

Tak hanya dari perdagangan, sejarah keislaman di Pulau Sumatera menyebar karena kerajaan-kerjaan yang ada di Sumatera atau dakwah wali dan ulama yang ada pada saat itu. Kerajaan Islam di Sumatera pada masa itu adalah Kerajaan Samudra Pasai dan Kerajaan Aceh Darussalam.

Teori Masuknya Islam di Sumatera
Ada tiga teori yang menjelaskan sejarah Kerajaan Islam di Sumatera. Selain tiga teori tersebut, ada juga teori terbaru yang dikenal dengan sebutan teori Tiongkok.

Setiap teori memiliki argumentasi untuk memperkuat pendapatnya. Meski beberapa kalangan membantah suatu teori dan membenarkan teori yang lain, seperti dikutip dari Buku Sejarah Islam Nusantara oleh Rizem Aizid.

1. Marco Polo
Seorang penjelajah asal Italia, Marco Polo singgah di bagian utara Aceh pada 1292 Masehi. Kala itu, ia sedang dalam perjalanannya ke Tiongkok dari Persia melalui jalur laut.

Saat tiba di Perlak, ia menjumpai penduduk yang beragama Islam dan banyak juga pedagang Islam dari India yang giat menyebarkan agama Islam. Dari sana dapat diketahui bahwa penyebaran Islam di wilayah tersebut belum lama berlangsung.

2. Makam Malik As-Saleh
Makam Malik As-Saleh ditemukan pada abad ke-13 masehi di Maunahasah beringin, Aceh Utara. Dalam hikayat Raja-Raja Pasai, Malik As-Saleh dikenal sebagai raja pertama Kerajaan Samudera Pasai.

Makam tersebut menjadi bukti lain bahwa Islam telah masuk dan berkembang di Aceh pada abad itu.

3. Ibnu Batutah
Seorang penjelajah dan pelaut asal Maroko, Abu Abdullah Muhammad bin Batutah pernah mengunjungi Samudera Pasai pada tahun 1345.

Ia bercerita bahwa Sultan Samudera Pasai sangat baik kepada ulama dan rakyatnya.
Peninggalan Kerajaan Islam di Sumatera
Pendapat mengenai bukti tertulis masuknya Islam di Sumatera ditemukan makam seorang wanita bernama Tuhar Amisuri di Barus sekitar abad ke-10 masehi.

Catatan lain menyebutkan, makam bertuliskan Siti Tuhar Amisuri di Barus ditemukan pada abad ke-13. Wanita bernama Siti Tuhar atau Tuhar Amisuri adalah salah seorang keturunan yang berasal dari Arab.

Peninggalan tersebut merupakan salah satu peninggalan Islam tertua di Sumatera. Hal itu sekaligus sebagai bukti bahwa di Barus pada abad tersebut sudah ada orang yang beragama Islam.(IST/SC)

 

| BERITA TERBARU

Simalungun

Kapolres Simalungun Bersihkan Gereja dan Masjid, Tegaskan Polri Hadir untuk Semua

18 Juni 2026 | 10:43 WIB
Siantar

Duka Pasar Dwikora Parluasan Membara, GMKI Desak Pengusutan Total dan Aksi Nyata Pemko Siantar

18 Juni 2026 | 10:23 WIB
Berita

DPRD Sumut Didesak Transparan, Mahasiswa Minta 10 Tuntutan Dipublikasikan ke Publik

17 Juni 2026 | 18:34 WIB
Simalungun

MUI Simalungun Puji Ketegasan AKBP Marganda dan AKP Wisnugraha, 43 Kasus 3C Berhasil Dibongkar

17 Juni 2026 | 15:25 WIB
Berita

Bharada Rendika Lubis Antar Brimob Polda Sumut Raih Penghargaan Admin Media Sosial Terbaik

17 Juni 2026 | 11:34 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2017-2026 Siantarcorner.com

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara berita hoax sport

No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga

© 2017-2026 Siantarcorner.com

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara berita hoax sport