Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan Sumatera Utara menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Selasa (31/3/2026). Aksi ini merupakan protes atas insiden serangan terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Situasi memanas ketika massa membakar ban bekas dan mencoba merangsek masuk ke dalam gedung sehingga memicu ketegangan dengan petugas keamanan.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., merespons eskalasi tersebut dengan memberikan instruksi tegas namun humanis kepada seluruh personel pengamanan. Ia menegaskan pentingnya pelayanan publik dan kendali emosi di lapangan. “Perihal pertama, berikan pelayanan terbaik secara humanis. Kedua, jaga integritas diri. Kita melayani masyarakat dari awal mereka datang sampai mereka kembali ke rumah masing-masing dengan selamat,” ujarnya.
Kapolrestabes juga meminta seluruh personel tetap menahan diri dari provokasi. “Saya minta satu kata: sabar, sabar, sabar, sabar, sabar, dan sabar. Ini sabar yang sesungguhnya. Tolong saling mengingatkan antar teman agar tidak terprovokasi, terutama saat faktor kelelahan atau emosi mulai muncul,” katanya.
Sebagai langkah pengawasan, jajaran Reskrim, Intel, hingga Narkoba diinstruksikan untuk mendokumentasikan seluruh pergerakan massa menggunakan ponsel maupun kamera CCTV. Kapolrestabes menegaskan bahwa dokumentasi diperlukan sebagai bukti otentik jika terjadi pelanggaran. Ia juga menambahkan bahwa pendekatan persuasif tetap diutamakan meski tidak menurunkan personel PHH Brimob, namun tindakan anarkis tidak akan ditoleransi. “Jika aspirasi berubah menjadi aksi anarkis seperti membakar atau merusak fasilitas umum, maka aturan hukum yang berbicara. Saya minta bukti rekaman kalian jika hal itu terjadi,” tegasnya.
Untuk menjaga stamina personel, pengamanan dibagi ke dalam tiga shift. Berkat pendekatan humanis tersebut, tensi massa berangsur menurun. Aksi akhirnya berlangsung kondusif setelah sejumlah anggota DPRD Sumut keluar gedung dan berdialog dengan perwakilan mahasiswa. Setelah aspirasi diterima, massa membubarkan diri secara tertib dengan pengawalan personel Polrestabes Medan.

