Advertorial – Momen bersejarah terjadi di Kota Pematangsiantar. Di tengah antusiasme masyarakat dan suasana yang sarat nilai budaya, Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, SH, MKn, secara resmi meresmikan Monumen Raja Sang Naualuh Damanik di Jalan Sang Naualuh, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Siantar Timur. Monumen ini menjadi simbol kuat penghormatan terhadap pendiri Kota Pematangsiantar, sekaligus saksi bisu perjuangan lokal melawan penjajahan.
Dalam sambutannya, Wesly Silalahi yang tampil gagah mengenakan pakaian adat Simalungun lengkap dengan Gotong, menegaskan bahwa pembangunan monumen ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan manifestasi komitmen Pemerintah Kota dalam melestarikan kearifan lokal, sejarah, dan nilai budaya yang telah membentuk jati diri Pematangsiantar.
“Monumen ini bukan hanya pengingat sejarah, tetapi juga penggugah semangat bagi generasi penerus untuk memahami dan meneladani perjuangan Raja Sang Naualuh Damanik,” ujar Wesly penuh semangat.
Dari Ziarah Hingga Peresmian: Rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-154 Kota Pematangsiantar

Monumen ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-154 Kota Pematangsiantar. Sebelumnya, pada 15 April 2025, Pemko bersama ahli waris Raja Sang Naualuh telah melakukan ziarah ke makam Sang Raja di Bengkalis, Riau, sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa besar beliau dalam memperjuangkan hak rakyat dan menentang kolonialisme.
“Kita mengenang perjuangan dan pengorbanan beliau bukan hanya dengan kata-kata, tapi dengan tindakan nyata,” tegas Wesly.
Perjuangan Panjang, Akhirnya Terwujud
Perjalanan panjang pembangunan monumen ini turut disampaikan oleh cicit Raja Sang Naualuh, Difi Sang Nuan Damanik. Gagasan pendirian monumen telah dimulai sejak 2011. Setelah berbagai kendala dan penundaan, akhirnya pada 2024 pembangunan dimulai dan kini resmi berdiri megah.
“Ini bukan sekadar bangunan. Ini simbol perlawanan, simbol cinta kepada rakyat. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berjuang bersama,” ujar Difi dengan mata berkaca-kaca.
Harapan dan Ajakan Bersama: Jadikan Monumen sebagai Warisan Nasional

Monumen ini diharapkan tidak hanya menjadi landmark Kota Pematangsiantar, namun juga menjadi tonggak penting untuk mendorong Raja Sang Naualuh Damanik ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Hal ini disuarakan oleh berbagai pihak, mulai dari Ketua Panitia Pandapotan Damanik, Ketua Ihutan Bolon Damanik Ir Panner Damanik, hingga Ketua Yayasan Raja Sang Naualuh Damanik, Evra Sassky Damanik S.Sos.
“Monumen, nama jalan, hingga stadion sudah ada. Kini saatnya kita dorong gelar Pahlawan Nasional bagi Raja Sang Naualuh,” ungkap Panner Damanik.
Satu Hati untuk Pematangsiantar
Turut hadir dalam acara ini tokoh-tokoh penting seperti Bupati Simalungun H. Anton Achmad Saragih, Wakil Wali Kota Pematangsiantar Herlina, serta berbagai keturunan raja-raja Simalungun. Anton Saragih memberi apresiasi tinggi atas langkah Pemko Pematangsiantar yang menurutnya telah menunjukkan penghormatan yang luar biasa terhadap nilai sejarah.
“Kepemimpinan yang baik adalah yang mengedepankan kepentingan rakyat, sebagaimana dilakukan oleh Raja Sang Naualuh di masa lalu,” katanya.
Makna Artistik dan Filosofis Monumen
Arsitek Hotman Damanik, ST menjelaskan bahwa patung Raja Sang Naualuh dengan tangan terangkat melambangkan pengayoman terhadap rakyat. Posisi monumen yang berada di lokasi terakhir yang diinjak Sang Raja sebelum dibuang ke Bengkalis dipilih untuk menambah nilai historis.
“Kami berharap monumen ini menjadi ikon baru Pematangsiantar, sekaligus cagar budaya yang akan dikenang sepanjang masa,” ungkap Hotman.
Seremonial Penuh Makna
Peresmian monumen ditandai dengan pemotongan pita oleh Wali Kota Wesly Silalahi didampingi istri, ahli waris, Forkopimda, dan tokoh adat. Dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti, pembacaan riwayat perjuangan Sang Raja oleh Prof. Hisarma Saragih, serta penyerahan Hiou Pamotting dan pakaian adat kepada tokoh-tokoh berperan dalam pembangunan monumen ini.
Penutup: Menyongsong Masa Depan dengan Menjaga Warisan Leluhur
Melalui peresmian Monumen Raja Sang Naualuh Damanik, Pemerintah Kota Pematangsiantar menunjukkan komitmen nyata dalam membangun masa depan dengan menghargai sejarah. Sebuah monumen yang tidak hanya berdiri untuk dilihat, tetapi untuk dirasakan maknanya dan dijaga nilai-nilainya oleh setiap warga kota.
“Kita bangun kota ini dengan semangat yang diwariskan Raja Sang Naualuh Damanik. Semangat pengabdian, semangat perjuangan, dan semangat persatuan,” pungkas Wesly Silalahi.
Pemko Pematangsiantar – Bersama Masyarakat, Menjaga Warisan, Membangun Masa Depan.

