Kota Pematangsiantar menjadi salah satu dari enam daerah mitra dalam program Kolaborasi Multipihak untuk peningkatan literasi dan numerasi nasional yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan UNICEF.
Program ini menargetkan penguatan kemampuan dasar membaca dan berhitung siswa sekolah dasar, khususnya kelas awal (kelas 1–3), melalui pelatihan dan pendampingan di 500 sekolah dasar negeri, melibatkan 1.500 guru dan kepala sekolah, serta memberi manfaat kepada sekitar 45.000 siswa hingga tahun 2029.
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menyatakan komitmen daerahnya untuk menjadi mitra aktif dalam pelaksanaan program tersebut. Ia menegaskan kesiapan pemerintah kota untuk mendukung peningkatan kualitas literasi dan numerasi siswa.
“Kami di Kota Pematangsiantar siap menjadi mitra untuk peningkatan literasi-numerasi siswa. Semoga kemitraan ini berjalan lancar dan sukses,” ujarnya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kolaborasi ini difokuskan untuk memperkuat fondasi pendidikan dasar siswa.
Menurutnya, terdapat tiga fokus utama dalam program ini, yaitu penguatan kompetensi melalui pembelajaran yang sesuai kebutuhan siswa, pembiasaan membaca, serta penguatan numerasi sejak dini untuk membangun kemampuan logika.
“Ketiga, numerasi yang tepat, dengan fokus membangun logika sejak awal,” kata Mu’ti.
Sementara itu, Head of Learning Environment Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati, menekankan pentingnya peran guru dalam menguatkan pembelajaran di kelas. Dengan dukungan data asesmen, guru diharapkan dapat menyesuaikan metode pengajaran sesuai kebutuhan siswa.
Direktur Global Education Gates Foundation, Benjamin Piper, menyebut penguatan kemampuan membaca dan matematika terbukti berhasil di negara lain seperti India, melalui perbaikan praktik pembelajaran dan penggunaan data asesmen secara efektif.
Perwakilan UNICEF Indonesia, Maniza Zaman, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan upaya pemenuhan hak anak atas pendidikan berkualitas dan mendukung visi Generasi Emas Indonesia 2045.
Enam daerah yang menjadi mitra awal program ini adalah Kota Pematangsiantar, Kota Medan, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Tegal, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Sikka.
Program kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam tiga tahun ke depan, khususnya bagi siswa kelas awal, serta menjadi model perluasan peningkatan literasi dan numerasi di seluruh Indonesia.

