Siantar Corner
No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Berita
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Siantar Corner
  • SMSI
  • danautoba.co.id
  • Siantar
  • Simalungun
  • Dunia
  • Bisnis
  • Future
  • Gallery
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Seremoni
Home Berita

Polsek Sunggal Gelar Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Bersama-sama Terhadap Alvin Ginting

Editor: Dhev Fretes Bakkara
12 Januari 2026 | 21:46 WIB
in Berita
ADVERTISEMENT

Polsek Sunggal Polrestabes Medan melaksanakan kegiatan rekonstruksi kasus tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama, yang terjadi pada 15 Oktober 2025 di Jalan Kompos, Desa Fuji Mulyo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Rekonstruksi digelar pada Senin, (12/10/2026),di Mapolsek Sunggal.

Kegiatan rekonstruksi dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim AKP Harles Richter Gultom dan diikuti oleh Kapolsek Sunggal Kompol Bambang G. Hutabarat, SH, MH, personil Polsek Sunggal, serta tim Kejaksaan Deli Serdang cabang Pancur Batu. Para tersangka menjalani rekonstruksi sebanyak tujuh adegan untuk menggambarkan kronologis peristiwa.

Berdasarkan laporan polisi nomor LP/B/1307/X/2025/SPKT Polsek Sunggal, peristiwa bermula ketika korban Alvin Valentino Ginting bersama saksi mencoba menghentikan sebuah truk yang over kapasitas. Pelaku mendatangi korban dan terjadi cekcok. Setelah mediasi di kantor desa tidak membuahkan hasil, pelaku emosi dan mengeroyok korban di luar kantor desa.

Kapolsek Sunggal, Kompol Bambang G. Hutabarat, SH, MH menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat, termasuk Kejaksaan Deli Serdang cabang Pancur Batu, atas kerja sama yang lancar. Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab pelaku.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mengungkap kasus ini. Personil Polsek Sunggal telah berhasil mengamankan para pelaku penganiayaan, dan kami akan terus berkoordinasi dengan kejaksaan. Saya juga berharap para tersangka tidak berbelit-belit dan harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Mohon maaf jika selama pelaksanaan rekonstruksi terdapat kekurangan,” ujar Kapolsek.

Rekonstruksi ini diharapkan memberikan gambaran jelas terhadap jalannya peristiwa sekaligus menjadi bahan pertimbangan bagi proses hukum selanjutnya.

Meski semula dijadwalkan digelar di Kantor Desa Pujimulyo, rekonstruksi terpaksa dipindah ke Mapolsek Sunggal karena adanya aksi demo dari warga. Warga membawa tuntutan dan keluhan terhadap korban, Avin Ginting, yang diduga kerap membuat keributan dan meminta uang perdamaian senilai Rp200 juta. Kapolsek Bambang sempat menenangkan warga sebelum memutuskan pemindahan lokasi demi keamanan dan kelancaran proses rekonstruksi.

| BERITA TERBARU

Simalungun

Wakapolres Simalungun Pimpin Langsung Pengamanan Sinode Besar GPI 2026, Kehadiran Menko AHY dan Ribuan Jemaat Berlangsung Aman

3 Juli 2026 | 14:15 WIB
Simalungun

Kapolres Simalungun Apresiasi Prestasi Kapolda Sumut Raih Nugraha Sakanti dari Presiden Prabowo, Jadi Penyemangat Pengabdian Polri untuk Masyarakat

3 Juli 2026 | 10:30 WIB
Simalungun

Pelarian Berakhir di Banten, Polsek Gunung Malela Bekuk Penggelap Motor dan Dua Ponsel Milik Warga Simalungun

3 Juli 2026 | 02:02 WIB
Siantar

Bung Kennedy N. Gurning Resmi Nahkodai DPC GMNI Pematangsiantar 2026–2028, Siap Satukan Kader dan Hadirkan Gerakan Perubahan

2 Juli 2026 | 18:03 WIB
Siantar

Polsek Siantar Martoba Respons Cepat Keluhan Warga, Mediasi Berhasil Akhiri Kebisingan Musik hingga Dini Hari

2 Juli 2026 | 17:56 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2017-2026 Siantarcorner.com

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara berita hoax sport

No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga

© 2017-2026 Siantarcorner.com

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara berita hoax sport