Polresta Pekanbaru menetapkan mahasiswi Marisa Putri (21) sebagai tersangka kasus kecelakaan maut yang menewaskan ibu rumah tangga (IRT) Renti (46), pada Sabtu (3/8) kemarin.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Jeki Rahmat Mustika menyebut kejadian bermula ketika Marisa dihubungi oleh temannya berinisial T untuk ikut karaoke di Sago KTV Hotel, pada pukul 00.00 WIB.
Marisa yang menerima ajakan tersebut kemudian tiba sekitar pukul 01.00 WIB, dengan kedua temannya berinisial T dan O sudah tiba lebih dahulu.
“Selang beberapa waktu, yang bersangkutan ditawarkan narkoba jenis ekstasi, warna dan logonya dia tidak ingat,” jelas Jeki dalam konferensi pers, Minggu (4/8).
Bersama kedua temannya itu, Marisa mengonsumsi minuman alkohol hingga narkoba di lokasi sampai pukul 05.00 WIB. Setelahnya, ia pulang seorang diri naik mobil Toyota Raize dengan nomor polisi BM 1959 FJ.
“Sekitar pukul 05.00 WIB, pelaku pulang dan mengemudikan mobil dalam pengaruh alkohol dan narkoba,” ujarnya.
Ketika tiba di Jalan Tuanku Tambusai sekitar pukul 05.45 WIB, pelaku menabrak sepeda motor Yamaha Vega ZR yang dikendarai korban dari arah belakang.
Ia menambahkan kendaraan pelaku akhirnya baru berhenti setelah menyeret korban sejauh lima puluh meter usai dikejar oleh warga dan juga ojek online.
“Saat itu pelaku menabrak belakang sepeda motor korban hingga terseret sejauh 50 meter. Akibatnya korban meninggal dunia di lokasi kejadian karena luka berat di kepala,” jelasnya.
“Akhirnya ia diamankan oleh warga dan anggota Satlantas Polresta Pekanbaru. Sedangkan korban meninggal dunia di tempat,” imbuhnya.
Atas perbuatannya, Marisa telah sebagai tersangka dan dijerat Pasal 311 ayat 5 UULAJ nomor 22 tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun dan pasal 310 ayat 4 UULAJ nomor 22 tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun
Marisa Putri (21) sempat tak sadar menabrak ibu rumah tangga bernama Renti (43) hingga tewas. Mahasiswi itu mengaku pengaruh alkohol dan narkoba.
Tak Sadar Seret Korban
Marisa mengaku saat kejadian baru pulang dugem bersama teman-temannya. Ia mengaku tak menyadari telah menabrak orang hingga menyeret korban di jalan raya.
“Dari Furaya itu saya keluar setengah sadar, hilang ingatan itu waktu di Jalan Nangka. Saya enggak sadar (ada orang terseret), bahkan saat nabrak itu saya nggak ada ngerasa nabrak kalau enggak diingatkan ojol,” katanya.
Dalam Pengaruh Alkohol dan Narkoba
Ia mengaku masih dalam pengaruh minuman alkohol dan narkoba. Tak hanya saat kejadian tabrakan tersebut, ia bahkan mengaku masih belum sadar betul saat diperiksa polisi.
“Waktu itu saya lagi syok, panik, saya tidak sadar, ngeblur. Saat diperiksa saya masih belum normal, siang itu saja saat diperiksa pusing dan belum sepenuhnya sadar,” kata Marisa di Mapolresta, Senin (5/8/2024)
Alasan tak sadar itu pula yang membuat Mariba memberikan keterangan berbeda-beda saat pertama kali diamankan polisi.
“Saya waktu itu belum sadar, saya takut. Jadi saya cuma menyampaikan apa yang ada di pikiran saya, saya berpikir tidak ada jalan keluar. Saya tidak mau masalah saya ada orang lain terbawa, tapi saya rasa semua butuh keterbukaan agar semua clear. Ya sudah kalau mau ketangkep tidak apa-apa,” kata Marisa.
Hobi Mabuk dan Pakai Narkoba
Mahasiswa tersebut juga mengaku dirinya memang hobi minum-minuman keras. Ia juga mengaku mengonsumsi narkoba jenis ekstasi saat dugem tersebut.
“Saya sebenarnya nggak suka ngobat, jadi waktu itu teman saya ngajak ke sana, terus ‘makanlah dikit’ katanya. Aku jawab nggak mau dan mau nggak mau saya makan dikit, saya sama teman. Kondisi gelap, jadi saya nggak perhatiin mereka makan atau tidak,” katanya.
Di dalam room karaoke tersebut, Marisa mengaku jenuh dan memutuskan untuk pulang lebih dulu dan meninggalkan 5 temannya berinisial O, G, T, R dan V.
“Saya itu sudah muak di sana, makanya saya pulang. Sama temen saya diantar ke bawah, di situ ada O, G, T itu temenan. Ada R dan cewek satu lagi saya tidak tahu,” kata wanita asal Kebun Durian, Kampar tersebut.
Ia juga mengaku minum miras hingga 5 gelas lebih dan sudah terbiasa minum alkohol.”Saya minum kalau 5 (gelas) lebih. Saya biasa alkohol saja, kalau alkohol saja saya kontrol. Seminggu sekali biasanya di AW dan HW gabung sama temen main, mereka enggak kuliah, teman sebaya kami,” tegas Marisa.
Ganti Urine dengan Air
Marisa juga sempat menukar urinenya dengan air untuk mengelabui polisi saat dites. Polisi pun mencurigai mahasiswi tersebut.
“Saat kejadian, karena mencurigakan kami minta cek urine. Itu sempat diganti dengan air,” kata Kasat Lantas Polresta Pekanbaru Kompol Alvin, Senin (5/8/2024).
Alhasil, ia pun diminta untuk melakukan pengecekan urine ulang dan baru didapati tersangka positif narkoba.”Yang kedua baru hasil urine positif. Kami melihat kondisi pelaku ini setengah sadar setelah diamankan di lokasi,” imbuh Alvin.

