Dinamika internal DPD II Partai Golkar Kota Pematangsiantar menjelang Musda XI menarik perhatian berbagai elemen masyarakat. Langkah Ketua DPC Ormas MKGR Siantar, Daud Simanjuntak, yang menyatakan kesiapannya untuk maju memperebutkan kursi ketua partai, memantik respons dari pegiat sosial.
Pegiat sosial Pematangsiantar, Putra Pasaribu, memberikan pandangan mendalam mengenai peta persaingan ini. Pria yang juga pernah turut berjuang mendukung Mangatas Silalahi pada kontestasi Pilkada ini menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan dan etika organisasi dalam membesarkan partai.
“Menuju kursi pimpinan Golkar Siantar ke depan, ada satu hal mendasar yang harus kita sadari bersama, yaitu kesetiaan adalah kunci. Sebuah partai politik akan tetap solid dan besar apabila para kadernya mampu merawat komitmen dan menghormati proses kaderisasi serta sejarah yang berjalan,” ujar Putra Pasaribu saat memberikan tanggapan terkait bursa calon Ketua Golkar Siantar.
Secara khusus, Putra mengajak publik dan kader untuk melihat kembali bagaimana sebuah komitmen moral harus dijaga dalam politik.
Tanpa bermaksud mengecilkan hak politik siapapun, ia mengingatkan bahwa kenyamanan posisi yang didapat hari ini tidak boleh membuat seseorang melupakan fondasi awal tempatnya berdiri.
“Kita tidak boleh melupakan garis sejarah organisasi. Keberhasilan kader menduduki kursi pimpinan di lembaga legislatif hari ini tentu memiliki keterikatan kuat dengan keputusan, rekomendasi, dan kepercayaan yang diberikan oleh nakhoda partai saat ini. Struktur partai di bawah kepemimpinan petahana telah membuka jalan yang begitu lapang bagi kader-kader untuk tampil di garis depan,” jelas Putra.
Menurut Putra, keinginan untuk membawa perubahan dan semangat kompetisi di arena Musda adalah hal yang sah dan demokratis. Namun, ia menyayangkan jika lompatan karier politik justru mengaburkan esensi kesetiaan terhadap pihak yang telah membuka ruang bagi pengembangan diri tersebut.
“Kompetisi itu biasa. Namun, fondasi utama yang tidak boleh runtuh adalah rasa hormat terhadap pihak yang telah membesarkan kita. Kita berharap Musda Golkar Siantar ini melahirkan kepemimpinan yang kokoh, di mana etika organisasi dan prinsip kesetiaan tetap menjadi landasan utama, bukan sekadar kalkulasi pragmatis,” pungkas Putra Pasaribu.
