Puluhan guru yang menyantap hidangan makanan saat perayaan HUT PGRI ke-79 di Aula SMK Negeri 2 Kota Pematangsiantar pada Senin (9/12/2024) dilaporkan mengalami keracunan. Tak sedikit di antaranya mendapatkan penanganan medis ke rumah sakit.
Berdasarkan penelusuran wartawan beberapa korban yang mengalami keracunan dirawat di RSUD Djasamen Saragih. Para guru merupakan tenaga pendidik yang berasal dari Kabupaten Simalungun. Lokasi acara yang berada di Kota Siantar hanya tempat yang dipakai untuk menggelar acara HUT PGRI.
Wakil Direktur III RSUD Djasamen Saragih, Rina Santaria Purba, membenarkan adanya tiga orang pasien masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit dengan keluhan yang sama pada hari Selasa (10/12/2024).
Atas insiden tersebut, Sekretaris PGRI Kabupaten Simalungun, Mansyur Sinaga mengatakan, pihaknya telah sepakat untuk menempuh jalur hukum.
“Saya mendapat informasi keesokan harinya dari Ketua PGRI Kecamatan. Dia mengabarkan bahwa beberapa guru mengalami gejala keracunan. Setelah berkonsultasi dengan ketua, kami sepakat untuk melapor,” ujar Mansyur, pada Jumat (13/12/24) pagi.
Pihak Polres Simalungun, kata Mansyur, meminta bukti dari Dinas Kesehatan untuk mendalami kasus tersebut.
“Kami sudah mengambil sampel makanan dan mengirimkannya ke laboratorium di Medan. Saat ini kami masih menunggu hasilnya untuk melanjutkan pengaduan,” ungkapnya.
Mansyur juga mengungkapkan bahwa makanan yang dikonsumsi para guru berupa nasi kotak dan camilan.
“Ada dua gelombang pengiriman nasi kotak. Saya makan dari yang datang pertama. Isinya biasa saja, seperti ayam, sayur, dan nasi,” ungkapnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Simalungun, Sudiahman Saragih, mengaku belum menerima laporan terkait insiden tersebut.
“Saya akan coba tanyakan dulu ke koordinator wilayahnya,” ujarnya.
PGRI Simalungun menegaskan akan terus memantau perkembangan hasil laboratorium dan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengusut tuntas kejadian itu.
“Guru-guru swasta, negeri dan P3K. Mulai mual, malamnya. Ada yang langsung dibawa ke rumah sakit. Awalnya dipikir mual biasa,” ungkap seorang guru yang hadir pada Perayaah HUT PGRI tersebut.
Bahkan, suami dan anak dari puluhan guru turut mual serta masuk rumah sakit setelah mengkonsumsi makanan dari Perayaan HUT PGRI Tingkat Kecamatan Siantar.
Berikut jumlah Guru dan keluarga yang menjadi korban:
1. SDN 094159 Laras II ( 4 orang guru dan 1 orang keluarga ) 4 berobat jalan, 1 opname
2. SDS HKBP BATU IV (7 Orang Guru) 1 opname, 6 berobat jalan
3. SDN 091273 Karang Bangun (7 org guru,2 anak) 3 guru opname, 2 anak opname,4 guru berobat jalan.
4. SDN 097523 Perumnas BT Vi (guru 5 org guru dan 6 keluarga)
5. SDN 096135 Rambung Merah (guru 4 dan 3 anak) 6 opname, 1 berobat di rumah
6. SDN 091251 marihat ulu ( guru 5 dan 2 anak) 2 opname, 5 berobat jalan
7. SD SWASTA HKI SIMARIMBUN (5 Guru) 1 guru Opname dan 4 guru berobat jalan.
8. Mastiur Siahaan guru SD 091272 karang bangun
9. SDN 091249 Mahanda (1 guru, 3 keluarga) berobat jalan.
10. SDN 097805 Rambung merah 1 guru opname dan 3 anak dirawat di rumah
11.SDN 091272 Marihat Baris 1 guru opname dirawat dirumah sakit
12. SDN 095139 semangat baris 11 guru 1 baby (4 diopname 4 diinfus dirumah 3 berobat jalan)
13. SDN 091276 Sampuran (1 orang keluarga di opmame dan 2 orang keluarga dirawat di rumah)
14. SDN 091280 UJUNG RAJA ( 1 orang di opname di klinik)
Salah seorang keluarga korban, Jumat (13/12/2024) mengatakan sangat menyayangkan kejadian tersebut. Disamping ada pengalihan tempat yang seyogyanya di Aula MUI Simalungun, juga dinilai bahwa panitia dan pengurus PGRI sepertinya lepas tanggungjawab.
“Hingga kini belum ada tanggungjawab dari panitia maupun pengurus PGRI,” ujarnya dengan kesal.

