Dunia hiburan Indonesia kembali kehilangan salah satu sosok yang telah lama menjadi bintang, Emilia Contessa. Seorang legenda yang namanya terpatri dalam sejarah musik dan seni peran Tanah Air, meninggalkan kita di usia 67 tahun, dalam perjalanan yang penuh liku dan karya abadi.
Emilia, dengan suara merdu yang menyentuh hati, pernah mengisi ruang-ruang sepi dengan lagu-lagu indah seperti “Inang”, yang kini menjadi warisan yang tak lekang oleh waktu. Lagu-lagu yang dibawakan dengan penuh jiwa, menggema dalam ingatan setiap insan yang pernah mendengarnya, membawa suasana nostalgia dan kebanggaan bagi masyarakat Batak dan Indonesia secara umum.
Namun, di balik kesuksesan dan sorotan panggung, di balik keindahan suara yang menggema, terdapat seorang wanita yang juga manusia biasa. Seorang ibu, seorang saudara, yang meski telah berjuang keras melawan penyakit, tetap menunjukkan keteguhan hati yang luar biasa. Seperti sebuah perjalanan panjang yang harus berakhir di ruang IGD, tepat setelah berbincang dengan anak tercinta, Denada. Sangatlah terasa betapa beratnya kehilangan ini bagi keluarga, namun Tuhan telah memanggilnya kembali ke sisi-Nya.
Emilia Contessa tak hanya dikenal lewat karyanya yang tiada habisnya, tetapi juga ketulusan dalam menjalani hidup. Sebagai aktris, penyanyi, dan politisi, beliau telah menyemai banyak prestasi yang terus dikenang hingga kini. Kariernya di dunia film, yang dimulai sejak 1970-an, mengukir berbagai cerita dan kenangan di hati banyak orang.
Penyanyi legenda dan aktris senior, Emilia Contessa, telah berpulang di Banyuwangi, Jawa Timur, pada hari Senin, (27 Januari 2025}, pukul 18.00 WIB. Berita duka ini disampaikan oleh manajer dan perwakilan Denada, Risna Ories. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, ia meminta maaf kepada media karena belum dapat memberikan informasi lengkap mengenai penyebab meninggalnya Emilia Contessa. Ia juga meminta doa dari masyarakat Indonesia untuk almarhumah.
“Telah meninggal dunia Ibu Emilia Contessa (ibunda dari artis kami, Denada Elizabeth Tambunan) pada sore hari ini. Senin, tanggal 27 Januari 2025, jam 18.00 di Banyuwangi,” kata Risna Ories dalam pernyataannya. “Mohon kirimkan doa al-fatihah untuk Ibu Emilia Contessa ya. Terima kasih atas kemurahan hatinya untuk mengirimkan doa untuk beliau. Salam, Denada Management,” tutupnya.
Sejumlah pengguna media sosial mulai menyampaikan rasa duka cita mereka untuk penyanyi lagu “Sambutlah.” Salah satu netizen dengan akun @amo**** menyampaikan, “Semoga ibunda Emilia husnul khotimah ya kak” di kolom komentar unggahan terbaru Denada pada hari ini. Tak lama kemudian, @kurn**** juga menambahkan, “Semoga almh ibunda emil diterima disisi Tuhan YME kaka.” Rasa simpati ini menunjukkan betapa besar perhatian publik terhadap Emilia Contessa dan keluarganya di saat-saat sulit ini.
Ucapan bela sungkawa ditulis di akun @ Vanda Hutagalung, salah satu artis dan penyanyi Batak :
RIP idolaku kak Emilia Contessa, speechless ???
BERITA DUKA :
INNA LILLAHI WAINA ILLAIHI ROJIUN
Telah meninggal dunia Hj. Emilia Contesa pada hari ini tgl 27 Jan 25 di RSUD Blambangan Banyuwangi sekira pukul 18.00 WIB
Semoga husnul khotimah dan di terima amal baiknya.Kita ga jadi konser bersama ya kak, tenang lah di keabadian…
Bagi Masyarakat Batak sendiri Nama Emelia Contessa tak asing lagi,di era tahun 1970 an ia sudah membawakan beberapa lagu batak,salah satunya yang hits kala itu yang berjudul berjudul “Inang’’ hingga saat ini menjadi legenda.
Dua hari sebelum meninggal dunia, kondisi kesehatan Emilia Contessa memburuk.
Tepatnya pada Minggu (25/1/2025) ia mengeluh merasakan nyeri di dada dan perut.
Emilia kemudian dilarikan ke rumah sakit pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Pihak keluarga pun membeberkan penyebab Emilia Contessa meninggal dunia.
Adik Emilia, Dino Rosano Hansa, menyebutkan, kakaknya mengidap diabetes sejak lama.
“Di rumah sakit sudah ditangani oleh dokter. Tapi dari waktu ke waktu, staminanya menurun,” katanya.
“Makanan betul-betul diperhatikan. Tidak menyentuh manis,” ujarnya.
Akan tetapi takdir berkata lain, Emilia Contessa tutup usia pada Senin (27/1/2025) pukul 18.00 WIB.
Ibu dari penyanyi Denada itu meninggal saat dirawat di RSUD Blambangan Banyuwangi.
Koordinator Pelayanan Medis RSUD Blambangan dr Ayyub Erdiyanto membenarkan kabar tersebut.
“Meninggalnya di IGD (Instansi Gawat Darurat),” kata Ayyub, saat dikonfirmasi wartawan.
Kondisi kesehatan Emilia contessa memburuk sebelum meninggal.
Ia hendak dipindahkan ke ruang ICU (Unit Perawatan Intensif) akan tetapi karena kondisinya darurat, ia dibelokkan ke IGD.
“Tadi sudah dilakukan penanganan langsung sebenarnya oleh dokter spesialis jantung sekitar pukul 5 (sore). Tapi memang kondisinya berat,” katanya.
Sebelum tutup usia, Emilia Contessa sempat berkomunikasi dengan anaknya, Denada.
“Meninggalnya di IGD (Instansi Gawat Darurat),” kata Ayyub, saat dikonfirmasi wartawan, dikutip dari Tribunseleb.
Kondisi kesehatan Emilia contessa memburuk sebelum meninggal.
Ia hendak dipindahkan ke ruang ICU (Unit Perawatan Intensif) akan tetapi karena kondisinya darurat, ia dibelokkan ke IGD.
“Tadi sudah dilakukan penanganan langsung sebenarnya oleh dokter spesialis jantung sekitar pukul 5 (sore). Tapi memang kondisinya berat,” katanya.
Sebelum tutup usia, Emilia Contessa sempat berkomunikasi dengan anaknya, Denada.
“Jadi sebelum meninggal sempat komunikasi sama Denada. Enggak lama dilarikan ke rumah sakit karena drop,” ucap Risna Ories, manajer Emilia Contessa.
“Jadi sempat masuk rumah sakit dan dapat perawatan lah sejak sore tadi. Terus gak lama meninggal,” tandasnya.
Emilia Contessa Miliki Sejarah yang Menarik dan Penuh Prestasi
Emilia Contessa, yang lahir dengan nama Nur Indah Citra Sukma Hati pada 27 September 1957, meninggal dunia di usia 67 tahun. Ia dikenal sebagai model, penyanyi, aktris, dan juga politisi, yang memulai karier di dunia film pada tahun 1970-an.
Menurut informasi dari berbagai sumber, Emilia Contessa pertama kali tampil di layar lebar melalui film Brandal-Brandal Metropolitan. Kariernya semakin bersinar setelah ia membintangi film Perkawinan (1972) yang disutradarai oleh Wim Umboh, seorang sineas legendaris. Setahun setelah itu, ia juga terlibat dalam proyek film Ratapan Anak Tiri yang sukses di box office.

