Sore itu, ruang kerja Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara menjadi ruang dialog dua institusi negara tanpa sekat protokoler yang kaku. Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti, S.H., M.Kn., dan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., duduk berhadap-hadapan bukan sebagai pejabat yang menunggu giliran bicara, melainkan sebagai dua penanggung jawab utama stabilitas daerah.
Audiensi yang berlangsung di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol Nomor 5 Medan, Selasa( 06/01 2026), secara formal dikemas sebagai silaturahmi. Namun substansinya melampaui basa-basi. Di ruang inilah fungsi representasi rakyat dan fungsi penegakan hukum bertemu dalam satu tema sentral keamanan dan dinamika sosial Kota Medan.
Kapolrestabes Medan Kombespol Jean Calvijn Simanjuntak memaparkan kondisi keamanan dan tantangan kamtibmas yang dihadapi Kota Medan sebagai kawasan aglomerasi yang menopang metropolitan mebidang.
Mobilitas penduduk yang tinggi, heterogenitas sosial, hingga peredaran narkoba dan kenakalan remaja menjadi bagian dari kompleksitas yang harus dihadapi setiap hari.
“Medan adalah kota yang hidup, bergerak, dan terus berubah. Tantangan kamtibmas tidak selalu datang dalam bentuk kejahatan yang kasat mata, tetapi sering lahir dari dinamika sosial yang kompleks. Karena itu, menjaga keamanan tidak cukup hanya dengan penindakan, melainkan membutuhkan sinergi lintas institusi agar negara benar-benar hadir di tengah masyarakat,” ujar Jean Calvijn.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolrestabes Medan hadir didampingi Kasat Narkoba Kompol Rafly Yusuf Nugraha dan Kasat Intelkam Kompol Lengkap Suherman Siregar. Sementara Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti didampingi Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan Dr. Luthfi Solihin Sirait, S.STP., MAP, Kepala Bagian Fasilitasi Anggaran dan Pengawasan Muhammad Ikhsan, S.STP., MAP, serta Analis Kebijakan Muhammad Sofyan, S.Sos.
Di sisi lain, Erni Ariyanti menegaskan bahwa DPRD tidak menempatkan diri semata sebagai lembaga pengawas, melainkan mitra strategis kepolisian dalam menjaga stabilitas daerah. Bagi DPRD, keamanan merupakan fondasi kepercayaan publik terhadap negara dan demokrasi lokal.
“Keamanan bukanlah sebatas isu teknis kepolisian, tetapi fondasi utama kepercayaan publik. Ketika masyarakat merasa aman, maka ruang demokrasi dan pembangunan dapat berjalan dengan sehat. DPRD siap menjadi mitra strategis kepolisian untuk memastikan stabilitas dan ketertiban benar-benar dirasakan oleh warga,” tutur Erni Ariyanti.
Audiensi tersebut berlangsung dalam suasana dialogis. Kepolisian menyampaikan realitas lapangan, sementara parlemen membaca dampaknya bagi masyarakat dan arah kebijakan. Tidak ada panggung pidato, yang ada adalah pertukaran perspektif dan penyatuan komitmen dalam menghadapi isu-isu sosial dan keamanan seperti narkoba, kenakalan remaja, serta potensi konflik sosial di Kota Medan.
Pertemuan ini menegaskan satu hal penting: keamanan daerah tidak bisa berdiri di satu kaki. Ia menuntut kolaborasi antara aparat penegak hukum, pembuat kebijakan, dan pengawas anggaran. Tanpa sinergi, stabilitas hanya akan menjadi slogan.
Menjelang senja, audiensi itu berakhir tanpa deklarasi besar, tetapi dengan kesepahaman yang tumbuh pelan namun kokoh. Hari itu, Ketua DPRD Sumut dan Kapolrestabes Medan memberi contoh bahwa negara bekerja bukan hanya melalui instruksi, tetapi melalui dialog antar-institusi. Sebuah langkah bersama untuk pelayanan terbaik kepada masyarakat, dengan harapan sinergi ini benar-benar dirasakan oleh warga Kota Medan.