Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Selasa (13/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor MUI Kota Medan, Jalan Amaliun, ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah, kepolisian, dan ulama dalam menjaga kerukunan serta kondusivitas keamanan di Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara.
Dalam sambutannya, Wali Kota Medan Rico Waas menekankan pentingnya keharmonisan di internal MUI. Ia mengibaratkan dinamika Musda seperti hubungan yang harus dijaga agar tetap romantis.
“Sejatinya Musda hari ini adalah tentang bagaimana hubungan lanjut atau berakhir di sini. Kalau kita romantis lanjut, kalau tidak romantis ya tidak lanjut,” ujarnya berkelakar.
Rico juga memberi sinyal mengenai arah kepemimpinan MUI Medan lima tahun ke depan. “Sinyal-sinyalnya sebenarnya sudah mengerucut kepada satu orang. Urusan mengerucut itu nanti bagaimana Allah akan menunjukkan jalan,” tambahnya.
Lebih jauh, Rico menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia, ketahanan sosial, serta penguatan moral dan keagamaan. Ia menilai MUI memiliki peran strategis sebagai khadimul ummah (pelayan umat) dan shadiqul hukumah (mitra pemerintah).
“Dua peran ini menempatkan MUI sebagai pilar moral, etika, dan spiritual dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Rico.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak turut menegaskan dukungan Polri terhadap program-program keagamaan yang selaras dengan upaya menjaga ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Kehadirannya disebut menjadi bentuk komitmen sinergi antara aparat keamanan dan ulama dalam merawat stabilitas Kota Medan.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Sumut, Maratua Simanjuntak, berharap Musda IX MUI Kota Medan dapat menghasilkan fatwa dan program yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia menegaskan pentingnya akhlak bagi umat.
“Ilmu yang hebat tidak akan berarti tanpa adab dan akhlak. Kita bersama-sama dengan pemerintah menuju keberkahan,” ucapnya.
Maratua menyebut Musda kali ini membahas tiga agenda utama: evaluasi kinerja lima tahun terakhir, penyempurnaan program unggulan ke depan, serta penetapan kepemimpinan MUI Kota Medan untuk periode mendatang.
Musda IX turut dihadiri jajaran Forkopimda dan sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua MUI Sumut H. Maratua Simanjuntak, Kakan Kemenag Kota Medan Dr. H. Impun Siregar, Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP, tokoh masyarakat Dr. H. Rahmat Shah, Wakil Ketua MUI Medan Ust. Zulfikar Hajar, serta Ketua MUI Kecamatan se-Kota Medan. Hadir pula Kepala Kejaksaan Negeri Medan, Ketua Al Washliyah Kota Medan, serta unsur TNI.
Musda IX MUI Kota Medan diharapkan melahirkan kepengurusan yang amanah, visioner, dan mampu terus bersinergi dengan pemerintah serta institusi keamanan dalam membangun harmoni di Kota Medan.