Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, mengapresiasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Pematangsiantar yang menggelar kegiatan buka puasa bersama perdana, sekaligus mengajak para tenaga pendidik untuk terus memperkuat kebersamaan dan solidaritas.
Apresiasi tersebut disampaikan melalui Staf Ahli Bidang Pembangunan Muhammad Hamdani Lubis dalam acara yang berlangsung di Maha Kuphi, Jalan Melati, Rabu (11/03/2026).
Dalam sambutan tertulisnya, Wesly menegaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama tidak hanya menjadi bagian dari ibadah di bulan Ramadan, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan di kalangan insan pendidikan.
Ia menyebut, nilai-nilai Ramadan seperti kesabaran, keikhlasan, kepedulian sosial, serta semangat memperbaiki diri sangat relevan dengan dunia pendidikan, di mana para guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.
“Saya menyadari para guru adalah garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Dedikasi dan pengabdian para guru telah memberikan kontribusi besar dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Kota Pematangsiantar,” ujarnya.
Wesly juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pematangsiantar untuk terus menjalin sinergi dengan PGRI dan seluruh insan pendidikan, dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan serta mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Ia berharap momentum kebersamaan tersebut dapat semakin mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan para guru, sekaligus memperkuat semangat bersama dalam membangun Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.
Di akhir sambutannya, Wesly menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan pengurus PGRI atas terselenggaranya kegiatan tersebut, seraya berharap kebersamaan itu membawa berkah bagi semua pihak.
Sementara itu, Ketua PGRI Kota Pematangsiantar Drs. Risbon Sinaga menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan oleh PGRI setempat.
Ia menegaskan, PGRI memiliki peran penting dalam menanamkan nilai toleransi kepada peserta didik, sekaligus memperkuat persatuan di kalangan tenaga pendidik.
“Semoga kegiatan ini semakin mempererat hubungan kekeluargaan dan memperkuat komitmen kita sebagai pendidik untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan pendidikan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan.
Acara dihadiri perwakilan Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, Dewan Pendidikan, serta jajaran PGRI kecamatan se-Kota Pematangsiantar.

